Dr. Achyani Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/dr-achyani/ Solusi Sukses Masa Depan Mon, 31 Aug 2020 07:07:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png Dr. Achyani Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/dr-achyani/ 32 32 Soko Guru Bangsa yang Merapuh https://ummetro.id/soko-guru-bangsa-yang-merapuh/ https://ummetro.id/soko-guru-bangsa-yang-merapuh/#respond Mon, 31 Aug 2020 07:07:48 +0000 https://ummetro.id/?p=12405 LamanOpini – PETANI, dilihat dari perspektif keberadaan dan perannya, sangat pas sebagai sebuah akronim dari PENGELOLA TANAH AIR NEGARA INDONESIA. Alasannya jelas, Indonesia adalah negara agraris yang indikatif profesi dominan masyarakatnya adalah petani. Kata Pengelola yang secara singkat dimaknai sebagai kemampuan memanfaatkan dan membina, tentu memposisikan petani lebih proporsional dan profesional daripada pekerja atau buruh

The post Soko Guru Bangsa yang Merapuh appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
LamanOpini – PETANI, dilihat dari perspektif keberadaan dan perannya, sangat pas sebagai sebuah akronim dari PENGELOLA TANAH AIR NEGARA INDONESIA. Alasannya jelas, Indonesia adalah negara agraris yang indikatif profesi dominan masyarakatnya adalah petani. Kata Pengelola yang secara singkat dimaknai sebagai kemampuan memanfaatkan dan membina, tentu memposisikan petani lebih proporsional dan profesional daripada pekerja atau buruh di tanah air negara Indonesia, negerinya sendiri.

Kemana arah disrupsi atau mindset disruption para pejabat struktural pertanian untuk kemajuan pertanian di Indonesia? Revolusi Industri 4.0 atau mungkin 5.0 sepertinya hanya diarahkan ke segmen generasi milenial dan bisnis perkotaan yang telihat wah. Bisnis-bisnis berbasis online begitu dibanggakan, padahal apalah arti semua jika kebutuhan mendasar, ketersediaan pangan dalam negeri tidak mencukupi. Haruskah atau memang by design untuk kebutuhan makanan pokok bangsa sendiri harus disediakan bangsa lain? Menjadi negeri lumbung pangan sekaligus importir pangan terbesar di dunia, sungguh ironis.

Pada faktanya, petani menguatkan pangan dan pejabat menguatkan kekuasaan. Petani masih tetap termarginalkan secara ekonomi. Megah di julukannya, Soko Guru Bangsa, tapi rentan secara ekonomi. Bahkan tidak memiliki daya tawar yang memadai dalam aspek ekonomi. Buktinya hampir setiap panen harga jatuh, dan petani selalu sendirian. Terkalahkan oleh sistem atau mekanisme pasar yang dikendalikan oleh para pemodal. Petani berharap dan sangat rindu negara hadir di saat-saat seperti itu.

Jadi kapan para petani mengalami panen yang sesungguhnya? Pelbagai instrumen kebijakan dari para pejabat untuk memposisikan petani sebagai pahlawan pangan belum efektif, atau tidak serius menjalankannya? Jawaban di lapangan sangat jelas siapa yang belum berbuat apa. Yang jelas petani tetap gurem, dan para pejabat tetap glamour. Nasib petani yang tidak kunjung membaik, ini jelas terkait kelemahan sistem dan struktural pertanian di negeri kita. Padahal di masa pandemi Covid 19 dunia pertanian paling mungkin bertahan dan terandalkan.

Tanpa bahan pangan yang ditanaman petani, kita bisa apa? Belum lagi fungsi strategis bernilai perekat kebangsaan dari petani seperti sikap gotong royong, saling peduli, dan saling memberi. Tanpa harus ikut penataran P4 dan lain-lain seperti para pejabat, tapi aktualisasi kebangsaannya sangat nyata.

Beri jalan kepada para petani agar berdaulat sebagai soko guru bangsa, wahai para pejabat. Namanya soko guru, apalagi soko guru bangsa, harus sangat kuat dan dijaga kekuatannya. Jika tidak bangunan negara rawan runtuh. Seperti kode keras yang disampaikan Arif Satria, Rektor IPB University: jika sistem pertanian di Indonesia tidak ada perbaikan, maka 15 tahun kedepan Indonesia mengalami krisis generasi petani. Saat ini, rata-rata usia petani di Indonesia 47 tahun dan nyata di sawah-sawah sulit sekali menemukan anak muda menggeluti profesi sebagai petani.

 

Penulis: Achyani, M.Si., (Dosen S2 Pendidikan Biologi UM Metro).

The post Soko Guru Bangsa yang Merapuh appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/soko-guru-bangsa-yang-merapuh/feed/ 0
Dr. Achyani: Visi dan Misi UM Metro 2020-2030 untuk Mengakomodir Perkembangan IPTEK https://ummetro.id/dr-achyani-visi-dan-misi-um-metro-2020-2030-untuk-mengakomodir-perkembangan-iptek/ https://ummetro.id/dr-achyani-visi-dan-misi-um-metro-2020-2030-untuk-mengakomodir-perkembangan-iptek/#respond Wed, 22 Jan 2020 13:26:44 +0000 https://ummetro.id/?p=11787 UM Metro – UM Metro mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Visi dan Misi untuk tahun 2020/2030 mendatang. Bertempat di Aula Gedung HI Kampus I UM Metro, diskusi berjalan dengan sangat aktif (22/01/20). Mewakili tim 7 yang telah dipilih khusus oleh rektor UM Metro, Dr. Achyani, M.Si menjadi narasumber pertama dalam penyampaian draft Visi

The post Dr. Achyani: Visi dan Misi UM Metro 2020-2030 untuk Mengakomodir Perkembangan IPTEK appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – UM Metro mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Visi dan Misi untuk tahun 2020/2030 mendatang. Bertempat di Aula Gedung HI Kampus I UM Metro, diskusi berjalan dengan sangat aktif (22/01/20).

Mewakili tim 7 yang telah dipilih khusus oleh rektor UM Metro, Dr. Achyani, M.Si menjadi narasumber pertama dalam penyampaian draft Visi dan Misi UM Metro untuk tahun 2020-2030.

Ia menyampaikan bahwa Visi dan Misi yang telah dirancang ini disusun dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi, seni, dan dinamika kehidupan masyarakat yang berubah dengan sangat cepat. Visi dan Misi juga harus bisa mengakomodasi stakeholder internal dan eksternal. Kesemua kepentingan tersebut harus dipertemukan dalam kalimat singkat dan padat, dan itulah kerumitan utama menyusun visi.

Visi dan Misi UM Metro sengaja dirancang lebih luas untuk bisa mewadahi kepentingan semua fakultas yang berlainan rumpun ilmunya, sehingga patokan spesifik dan terukur dalam rumusan visi dan misi UM Metro pun berbeda scopenya dengan Fakultas atau Program studi. Jika Visi dan Misi UM terlalu spesifik akan berakibat fakultas dan prodi kesulitan menurunkan visi dan misinya yang relevan.

Lalu kemudian rumusan Visi dan Misi ini disempurnakan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu UM Metro dalam Catur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya selama ini rencana strategis UM Metro telah berjalan dengan baik, namun seiring berjalannya waktu perlu adanya pembaruan visi dan misi agar sesuai dengan perkembangan zaman.

“Visi yang kami susun untuk tahun 2020-2030 adalah Profetika Profesional, Produktif, Inovatif dan Mencerahkan, Profetika Profesional maksudnya memiliki sifat kenabian yang diwujudkan dengan kesalehan individual dan kesalehan sosial dengan menjadi pelopor perubahan,” tegasnya.

Visi, misi, universitas yang disusun harus dapat dipahami dengan baik oleh seluruh civitas akademika di dalam institusi. Dalam hal ini sangat perlu adanya masukan dari berbagai pihak terkait baik eksternal maupun internal.

Peserta FGD banyak yang memberi masukan agar visi lebih marketable, mudah dipahami, diingat, dan tidak terlalu filosofis. Pada akhir penjelasannya, ia menekankan “Visi Misi ini masih berupa draft, namanya draft masih sangat mungkin berubah karena belum disahkan, kami akan terus melakukan FGD lanjutan sehingga visi dan misi ini sesuai untuk kepentingan semua stakeholder termasuk generasi mileneal.

The post Dr. Achyani: Visi dan Misi UM Metro 2020-2030 untuk Mengakomodir Perkembangan IPTEK appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/dr-achyani-visi-dan-misi-um-metro-2020-2030-untuk-mengakomodir-perkembangan-iptek/feed/ 0