FAI UM METRO Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/fai-um-metro/ Solusi Sukses Masa Depan Fri, 14 Nov 2025 01:02:58 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png FAI UM METRO Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/fai-um-metro/ 32 32 Seminar Nasional FAI UM Metro: Wakil Rektor 4 Tekankan Pendidikan Islam Berbasis Visi Profetik https://ummetro.id/seminar-nasional-fai-um-metro-wakil-rektor-4-tekankan-pendidikan-islam-berbasis-visi-profetik/ Fri, 14 Nov 2025 01:02:58 +0000 https://ummetro.id/?p=154363 Metro – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro menggelar Seminar Nasional bertajuk “Kolaborasi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dalam Penguatan Nilai Keislaman, Literasi Digital, dan Karakter Anak” di Aula Buya Hamka Kampus 1, Jumat (7/11). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah. Acara dibuka oleh Wakil

The post Seminar Nasional FAI UM Metro: Wakil Rektor 4 Tekankan Pendidikan Islam Berbasis Visi Profetik appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Metro menggelar Seminar Nasional bertajuk “Kolaborasi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini dalam Penguatan Nilai Keislaman, Literasi Digital, dan Karakter Anak” di Aula Buya Hamka Kampus 1, Jumat (7/11). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor 4 UM Metro, Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed, yang sekaligus menjadi keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kolaborasi antara Prodi PAI dan PIAUD merupakan langkah strategis yang selaras dengan visi UM Metro sebagai “Pusat Keunggulan Profetik Profesional, Modern dan Mencerahkan.”

“Pendidikan Islam hari ini dituntut untuk tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga membangun kecakapan digital dan wawasan keilmuan yang modern. Kolaborasi PAI–PIAUD adalah manifestasi dari visi profetik sekaligus orientasi profesional dan modern UM Metro,” tegasnya.

Dalam keynote speech-nya, WR 4 menyoroti tiga unsur visi kampus yang relevan dengan agenda seminar:

  • Profetik – Pendidikan Islam harus menguatkan nilai keislaman dan akhlak sejak usia dini agar anak memiliki fondasi moral yang kokoh.
  • Profesional – Guru dan calon pendidik dituntut memiliki kompetensi literasi digital, metode pembelajaran inovatif, dan kemampuan integrasi teknologi dalam kelas.
  • Modern dan Mencerahkan – Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus diarahkan pada upaya mencerdaskan, mencerahkan, dan melindungi anak dari risiko budaya digital yang negatif.

“Ketiganya hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antarprodi, antarpendidik, dan antarinstansi,” tambahnya.

Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai perguruan tinggi, yakni Prof. Dr. Hj. Leli Halimah, M.Pd (UPI Bandung), Dzulkifli Hadi Imawan, Lc., M.Kom.I., Ph.D, dan Moh. Mizan Habibi, S.Pd.I., M.Pd (UII Yogyakarta), serta Dr. Kuliyatun, M.Pd (UM Metro). Pimpinan FAI turut hadir: Dekan Muhammad Nur, M.Kom.I, Wakil Dekan 1 Heri Cahyono, M.Pd.I, Wakil Dekan 2 Dr. Iswati, M.Pd, serta Kaprodi PIAUD dan PAI.

Dengan terselenggaranya seminar nasional ini, Fakultas Agama Islam UM Metro berharap dapat memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan visi kampus, khususnya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang profetik, profesional, modern, serta mencerahkan masyarakat dan generasi penerus.

The post Seminar Nasional FAI UM Metro: Wakil Rektor 4 Tekankan Pendidikan Islam Berbasis Visi Profetik appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Kolaborasi Strategis: UM Metro Jalin Kerja Sama dengan IMH Subang https://ummetro.id/kolaborasi-strategis-um-metro-jalin-kerja-sama-dengan-imh-subang/ Sun, 28 Sep 2025 05:00:51 +0000 https://ummetro.id/?p=154134 Subang, 26 September 2025– Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menjalin kerja sama dengan Institut Miftahul Huda (IMH) Subang, Jawa Barat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung rektorat IMH. MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor IMH, Dr. Muchamad Rifki, M.Pd., M.Pd.I dan Wakil Rektor II UM Metro, Dr. Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., CA., Asean CPA.,

The post Kolaborasi Strategis: UM Metro Jalin Kerja Sama dengan IMH Subang appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Subang, 26 September 2025– Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menjalin kerja sama dengan Institut Miftahul Huda (IMH) Subang, Jawa Barat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung rektorat IMH.

MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor IMH, Dr. Muchamad Rifki, M.Pd., M.Pd.I dan Wakil Rektor II UM Metro, Dr. Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., CA., Asean CPA., CPA., CRA mewakili rektor. Kerja sama ini meliputi bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai tindak lanjut, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UM Metro, Muhammad Nur, M.Kom.I. dengan Dekan Fakultas Tarbiyah (FT) IMH Subang, Dr. Adudin Alijaya. MoA ini difokuskan pada implementasi kerja sama di tingkat fakultas, khususnya dalam pertukaran dosen, kolaborasi penelitian, dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan I FAI UM Metro, Heri Cahyono, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Iswati, M.Pd.I., serta pejabat UM Metro lainnya. Dari pihak IMH hadir pula Ketua Yayasan Miftahul Huda, Dr. Lukman Nugraha, M.Si., M.Ed., beserta jajaran pimpinan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor IMH, Dr. Muchamad Rifki menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kemitraan ini.

“UM Metro adalah mitra strategis dalam memperkuat tridarma perguruan tinggi. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir berbagai inovasi akademik dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UM Metro, Dr. Nedi Hendri menegaskan pentingnya keberlanjutan kerja sama.

“Sinergi ini tidak boleh berhenti pada dokumen. Kita harus bergerak bersama melahirkan program nyata yang memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Yayasan IMH, Dr. Lukman Nugraha. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah maju dalam memperluas jejaring kelembagaan.

“Kami menyambut baik MoU dan MoA ini. Kerja sama dengan UM Metro diharapkan memperkuat kualitas akademik dan memperkaya pengalaman belajar bagi sivitas akademika di kedua institusi,” tutur Lukman.

Melalui penandatanganan MoU dan MoA tersebut, UM Metro dan IMH Subang berkomitmen membangun kolaborasi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan dalam rangka memajukan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

The post Kolaborasi Strategis: UM Metro Jalin Kerja Sama dengan IMH Subang appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Mahasiswa PAI UM Metro Lakukan Pengabdian di Pulau Rinca, Labuan Bajo NTT https://ummetro.id/mahasiswa-pai-um-metro-lakukan-pengabdian-di-pulau-rinca-labuan-bajo-ntt/ Mon, 01 Sep 2025 23:57:02 +0000 https://ummetro.id/?p=153950 UM Metro – Della Monica, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Metro semester 7, melaksanakan kegiatan penelitian sekaligus pengabdian masyarakat Nusantara di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini berlangsung pada 21 Juni – 7 Juli 2025 bersama Yayasan Barakarsa Indonesia (Bakti Berkarya untuk Bangsa) sebuah yayasan yang berfokus pada

The post Mahasiswa PAI UM Metro Lakukan Pengabdian di Pulau Rinca, Labuan Bajo NTT appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Della Monica, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Metro semester 7, melaksanakan kegiatan penelitian sekaligus pengabdian masyarakat Nusantara di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini berlangsung pada 21 Juni – 7 Juli 2025 bersama Yayasan Barakarsa Indonesia (Bakti Berkarya untuk Bangsa) sebuah yayasan yang berfokus pada pengkajian adat dan budaya Nusantara. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta pengabdian dari berbagai universitas di Indonesia,

Dalam kesempatan tersebut, Della dipercaya menjadi pengabdi di bidang pendidikan dan kebudayaan, dengan fokus utama mendidik anak-anak di Pulau Rinca. Salah satu materi yang ia sampaikan adalah tentang pencegahan bullying. Menurutnya, meskipun akses pendidikan di daerah terpencil sangat terbatas, pembekalan tentang karakter dan akhlak sangat penting diberikan sejak dini.

“Bullying adalah hal yang mengkhawatirkan karena dapat merusak mental seseorang. Dengan edukasi pencegahan, saya mengajak anak-anak untuk saling menghargai, menjaga teman, dan menjadi pahlawan anti-bullying di lingkungan sekolah maupun rumah,” tutur Della.

Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode yang kreatif dan partisipatif, di antaranya role play (permainan peran) yang melibatkan peran pelaku, korban, dan pahlawan. Metode ini membuat anak-anak lebih mudah memahami dampak buruk perundungan serta pentingnya hadir sebagai penolong bagi teman yang menjadi korban. Respon siswa pun sangat antusias; mereka berani mengungkapkan pendapat, menjawab pertanyaan, hingga menunjukkan sikap empati kepada sesama.

Di Pulau Rinca sendiri, akses pendidikan masih menjadi tantangan besar. Saat ini hanya terdapat satu sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP). Tidak adanya sekolah menengah atas (SMA) membuat sebagian anak harus menempuh perjalanan dengan perahu ke pulau lain jika ingin melanjutkan pendidikan. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, pilihan itu sering kali sulit diwujudkan sehingga banyak anak hanya bersekolah sampai jenjang SMP. Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak dini agar mereka memiliki bekal kuat menghadapi kehidupan.

Meski berlangsung sederhana dengan segala keterbatasan sarana, kegiatan ini membekas mendalam bagi anak-anak maupun relawan. Menurut Della, pengabdian di Pulau Rinca bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga belajar bagaimana menghargai perjuangan anak-anak pulau dalam meraih pendidikan di tengah tantangan.

“Harapan saya, semoga semakin banyak perhatian dari pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas untuk mendukung akses pendidikan anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Mereka adalah generasi penerus bangsa yang berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Dan semoga semakin banyak pemuda yang tergerak hatinya untuk mengabdi, karena sekecil apa pun kontribusi kita, akan berarti besar bagi mereka,” tutup Della.

The post Mahasiswa PAI UM Metro Lakukan Pengabdian di Pulau Rinca, Labuan Bajo NTT appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
FAI UM Metro Gelar Academic Bechmarking Bersama Balitbang LPTQ Nasional AMM Yogyakarta https://ummetro.id/fai-um-metro-gelar-academic-bechmarking-bersama-balitbang-lptq-nasional-amm-yogyakarta/ Wed, 23 Jul 2025 06:43:30 +0000 https://ummetro.id/?p=153589 UM Metro – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mengadakan Academic Bencmarking Bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (AMM) Yogyakarta. Kegiatan ini bertemakan “Penguatan Kolaborasi Akademik dan Spiritualitas Qur’ani dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Era Modern”. Yang dilaksanakan pada Selasa, (22/7)

The post FAI UM Metro Gelar Academic Bechmarking Bersama Balitbang LPTQ Nasional AMM Yogyakarta appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mengadakan Academic Bencmarking Bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (AMM) Yogyakarta. Kegiatan ini bertemakan “Penguatan Kolaborasi Akademik dan Spiritualitas Qur’ani dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Era Modern”. Yang dilaksanakan pada Selasa, (22/7) di Gedung Dakwah AMM Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk Memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga keagamaan, guna mencetak lulusan PAI yang unggul secara intelektual dan spiritual serta sebagai bahan acuan peningkatan mutu akademik di Fakultas Agama Islam di UM Metro.

Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Metro, Muhammad Nur, M.Kom.I, menyampaikan bahwa metode Iqra’ merupakan nafas pertama bagi dirinya dalam belajar membaca Al-Qur’an sejak kecil.

“Saya sejak lama ingin tahu bagaimana Iqra’ bisa menjadi metode awal dalam pengajaran membaca Al-Qur’an,” ujarnya dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor AIK dan Kerjasama UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany yang ikut serta dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa karyawan, dosen, bahkan sampai dengan pejabat di tingkat Fakultas bahkan Rektorat di UM Metro memiliki standar hapalan yang harus dimiliki bahkan kelulusan mahasiswa, minimal sudah harus memiliki hafalan surat – surat dari al-Qur’an.

FAI UM Metro Gelar ACADEMIC BECHMARKING Bersama Balitbang LPTQ Nasional AMM Yogyakarta

Ihsan yang juga diamanahi oleh Walikota Metro untuk menjadi Wakil Ketua MUI Kota Metro menyampaikan bahwa UM Metro telah melakukan kegiatan keagamaan yang bekerjasama dengan lembaga keagamaan seperti Manajemen Pengelolaan masjid, Pemulasaran Jenazah, Pelatihan Khotib, Pendampingan pembinaan baca Quran bagi warga UM Metro dsb nya.

Dengan kunjungan ini, beliau berharap yang akan datang- kelak UM Metro mampu mengadakan Kegiatan pelatihan Metode membaca Al-Qur’an untuk seluruh warga UM Metro dan para guru mengaji di Lampung agar nantinya dapat memahami metode bahkan memiliki sertifikat yang kompeten untuk mengajarkan baca tulis al-Qur’an dengan baik dan benar serta berharap kepada Allah agar dapat mengikuti kegiatan nantinya dengan baik serta mampu mengamalkan ilmu yang didapat, sehingga generasi selanjutnya sehingga semakin baik dalam membaca Al-Qur’an serta ada yang menjadi hafidz dan hafidzah.

Ketua Tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) AMM Yogyakarta, Ustadz Roihan Afandi, S.I.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa revitalisasi gerakan dakwah Al-Qur’an bukanlah sekadar perbaikan secara fisik, melainkan sebuah proses transformasi yang mendalam, yang menyentuh aspek ruang, komunitas, hingga persepsi masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Revitalisasi lebih dari sekadar perbaikan bangunan atau fasilitas. Ini adalah proses yang menyeluruh, menyentuh transformasi ruang dakwah, komunitas pembelajar, hingga cara pandang masyarakat terhadap pentingnya literasi Al-Qur’an,” ungkapnya

Ustadz Roihan juga menjelaskan bahwa LPTQ AMM Yogyakarta telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menjadi landasan hukum atas berbagai program pelatihan dan pengembangan metode pembelajaran Al-Qur’an yang mereka lakukan.

Metode Iqra’ sendiri lahir dari perjuangan KH. As’ad Humam, tokoh AMM Muhammadiyah yang dikenal sebagai penggagas Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Baca Al-Qur’an di Indonesia. “Berkat perjuangan beliau, hingga kini jutaan umat Islam di Indonesia bisa membaca Al-Qur’an dengan metode Iqra’,” ujarnya.

Ustadz Roihan menyebutkan bahwa target pembelajaran metode ini adalah peserta dapat membaca Al-Qur’an lancar dalam satu tahun, bahkan di lembaga mereka, anak-anak TK sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Kami terus berinovasi mengembangkan buku Iqra’ agar lebih menarik bagi anak-anak. Kami juga berharap para guru ngaji dapat mengikuti pelatihan agar dakwah Al-Qur’an semakin berkembang,” pungkasnya.

Ustadz Iwan Susanto, trainer metode Iqro’, menyampaikan materi mengenai teknik pengajaran metode Iqro’ dan penyusunan kurikulum dalam pembelajaran Iqro’

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa seorang guru mengaji memiliki tiga tugas pokok, salah satunya adalah memahami karakteristik dan kemampuan peserta didik dalam proses belajar membaca Al-Qur’an.

“Dalam mengajarkan Iqro’, jangan terpaku pada seberapa banyak halaman yang diselesaikan, tetapi perhatikan waktu dan kemampuan anak dalam memahami dan melafalkan bacaan dengan benar,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa standar kenaikan kelas dalam pembelajaran Al-Qur’an seharusnya tidak hanya dinilai dari kecepatan membaca, melainkan dari ketepatan bacaan. “Benar dalam membaca lebih penting daripada cepat. Walaupun bacanya masih lambat, selama benar, itu sudah menjadi standar untuk naik ke tingkat selanjutnya,” ujarnya.

Materi ini menjadi bekal penting bagi para guru ngaji dalam meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an berbasis metode Iqro’, sekaligus memperkuat pemahaman kurikulum yang sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.

Kegiatan ini diikuti oleh 114 mahasiswa fakultas agama Islam Program Universitas Muhammadiyah Metro dan turut membimbing acara ini langsung oleh Pimpunanan FAI UM Metro diantaranya WD 1 Heri Cahyono, M.Pd.I,, WD 2 Dr.Iswati M.Pd.I , kaprodi KPI Hariyanto, M.Kom.I.,Kaprodi PIAUD Normawanti , MPd.I dan Kaprodi PAI Dr.Kuliyatun serta dosen Pendamping /Pembimbing yang lain, Dr.M.Sabdo ketua lembaga Pengkajian dan Penerapan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP Aik) dan dosen UM Metro, Ismatul Izzah M.Pd.

Semoga kegiatan Bencmarking bersama Balitbang LPTQ Nasional ini mendapat manfaat dan berkah untuk semua serta selalu memohon ridho kepada Allah SWT.

The post FAI UM Metro Gelar Academic Bechmarking Bersama Balitbang LPTQ Nasional AMM Yogyakarta appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Muhammad Ihsan Dacholfany Wakili UM Metro sebagai Pembicara Seminar Nasional https://ummetro.id/muhammad-ihsan-dacholfany-wakili-um-metro-sebagai-pembicara-seminar-nasional/ Tue, 22 Jul 2025 13:21:58 +0000 https://ummetro.id/?p=153575 UM Metro – Dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Metro yang terdiri dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), dan Komunikasi dan Penyiaran Agama Islam (KPI) yang akan dilaksakan pada tanggal 20 sd 26 Juli 2025. Acara KKL merupakan salah satu

The post Muhammad Ihsan Dacholfany Wakili UM Metro sebagai Pembicara Seminar Nasional appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Metro yang terdiri dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), dan Komunikasi dan Penyiaran Agama Islam (KPI) yang akan dilaksakan pada tanggal 20 sd 26 Juli 2025.

Acara KKL merupakan salah satu kegiatan akademik yang dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa melalui kunjungan langsung ke berbagai universitas dan instansi unggulan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring akademik, meningkatkan motivasi belajar, serta membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan memiliki perspektif luas dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika global.

Dihari Pertama, tanggal 21 Juli 2025 mengadakan Kegiatan Seminar Nasional, salah satu dosen mewakili UM Metro sebagai Pembicara yaitu Muhammad Ihsan Dacholfany yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Metro, memberikan materi “Urgensi Studi Lanjut Pendidik Profesional” sekaligus memperkenalkan serta promosi UM Metro.

Pemateri selanjutnya dari Universitas Islam Indonesia yaitu Dzulkifli Hadi Imawan, Lc. dan Dr. Muhammad Joko Susilo, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan FAI UM Metro, Muhammad Nur, M.Kom.I, menyampaikan terimakasih kepada civitas akademika UII yang telah menerima silaturahmi apalagi ditambah wawasan pengetahuan melalui seminar nasional.

Begitu juga Dekan : Dr. Asmuni, MA berharap agar kegiatan ini terus berlanjut apalagi jika ada mahasiswa setelah alumni UM Metro dapat melanjutkan kuliahnya di UII Yogyakarta kelak.

Adapun Kaprodi Doktor UII , Dr. Anisah Budiwati, S.H.I., M.S.I
mengimbau agar mahasiswa berniat mengikuti kegiatan ini sebagai upaya menuntut ilmu dan wawasan pengetahuan yang dapat diamalkan.

Acara KKL Mahasiswa FAI UM Metro dibimbing langsung oleh WD 1 Heri Cahyono, M.Pd.I., WD 2 Dr.Iswati M.Pd.I., kaprodi KPI Hariyanto, M.Kom.I., Kaprodi PIAUD Normawanti, MPd.I., dan Kaprodi PAI Dr. Kuliyatun serta dosen Pendamping /Pembimbing yang lain, Dr. M. Sabdo, Ismatul Izzah, M.Pd.

Semoga kegiatan KKL ini sampai akhir mendapat berkah dan bemanfaat untuk semua serta selalu memohon ridho kepada Allah SWT. Kegiatan KKL ini diikuti oleh 114 mahasiswa dan 9 dosen Fakultas Agama Islam UM Metro.

The post Muhammad Ihsan Dacholfany Wakili UM Metro sebagai Pembicara Seminar Nasional appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro Gelar Yudisium Bersama Pascasarjana dan Empat Fakultas https://ummetro.id/um-metro-gelar-yudisium-bersama-pascasarjana-dan-empat-fakultas/ Mon, 07 Jul 2025 04:09:20 +0000 https://ummetro.id/?p=153336 UM Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menorehkan catatan penting dalam sejarah akademiknya melalui penyelenggaraan Yudisium Bersama Periode II Tahun Akademik 2024/2025, yang melibatkan lima unit akademik secara serentak: Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Hukum (FH). Digelar di Aula Gedung AR Fachruddin

The post UM Metro Gelar Yudisium Bersama Pascasarjana dan Empat Fakultas appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menorehkan catatan penting dalam sejarah akademiknya melalui penyelenggaraan Yudisium Bersama Periode II Tahun Akademik 2024/2025, yang melibatkan lima unit akademik secara serentak: Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Agama Islam (FAI) dan Fakultas Hukum (FH).

Digelar di Aula Gedung AR Fachruddin kampus 1 UM Metro, kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, menjadi simbol kolaborasi lintas fakultas dalam membangun budaya akademik yang inklusif, transformatif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Yudisium turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor I UM Metro, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd, Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro, para dekan, wakil dekan, direktur dan wakil direktur pascasarjana, ketua program studi, serta para dosen dari seluruh unit akademik.

Kehadiran tokoh-tokoh Muhammadiyah memberi makna tersendiri dalam memperkuat sinergi antara universitas dengan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai fondasi ideologis dan nilai-nilai institusional UM Metro.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Muhammad Nur, M.Kom.I, menekankan pentingnya momen yudisium sebagai refleksi capaian akademik dan penguatan nilai-nilai kolaboratif lintas fakultas.

“Sinergi yang tercipta dalam yudisium ini adalah langkah strategis dalam membangun budaya akademik yang unggul. Kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi insan intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepemimpinan Islami,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Pascasarjana, Dr. Muhfahroyin, M.T.A., menegaskan bahwa yudisium bersama menjadi cerminan nyata kolaborasi antarprogram studi yang terus dikembangkan di lingkungan UM Metro.

“Kami tidak sekadar mencetak gelar sarjana dan magister, tetapi membentuk kader-kader bangsa yang kompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Metro dalam sambutannya memberikan pesan moral kepada para lulusan agar senantiasa mengamalkan ilmunya secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus menjadi representasi kemuliaan nilai-nilai Muhammadiyah di berbagai lini kehidupan.

Yudisium kali ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, baik sarjana maupun magister. Untuk jenjang pascasarjana, mahasiswa berasal dari Program Magister Pendidikan Biologi, Magister Manajemen, Magister Administrasi Pendidikan, hingga Magister Hukum.

Suasana haru turut mewarnai acara saat perwakilan mahasiswa menyampaikan pesan dan kesan mewakili seluruh peserta. Mereka menggambarkan perjalanan panjang yang penuh perjuangan serta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para dosen dan tenaga pendidik.

Melalui penyelenggaraan Yudisium Bersama ini, UM Metro menegaskan komitmennya sebagai kampus unggul yang berorientasi pada pembentukan lulusan berdaya saing global, berkarakter Islami, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang akademik seremonial, melainkan juga memperkuat jalinan antarunit akademik dalam semangat kolaboratif yang menjadi ciri khas UM Metro sebagai perguruan tinggi berbasis nilai, progresif, dan inklusif.

The post UM Metro Gelar Yudisium Bersama Pascasarjana dan Empat Fakultas appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Dosen FAI UM Metro Terpilih Menjadi Tim Penyusun Tafsir At-Tanwir PP Muhammadiyah https://ummetro.id/dosen-fai-um-metro-terpilih-menjadi-tim-penyusun-tafsir-at-tanwir-pp-muhammadiyah/ Mon, 23 Jun 2025 09:02:18 +0000 https://ummetro.id/?p=153126 UM Metro – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah (UM) Metro. Salah satu dosen terbaik dari Fakultas Agama Islam, Dr. Prabowo Adi Widayat, M.Pd.I, secara resmi terpilih menjadi Anggota Mufassir Muhammadiyah dan didaulat sebagai kontributor penyusunan Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah, sebuah karya monumental yang digagas oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penunjukan ini tidak hanya menjadi bukti atas kapasitas akademik Dr. Prabowo, tetapi juga pengakuan atas dedikasinya dalam pengkajian Islam yang berperspektif inklusif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia terpilih menjadi mufassir Muhammadiyah didasarkan pada hasil seleksi karya tulis Al-Quran yang berjudul relasionalitas kemanusiaan: menyemai kesantunan tindak tutur keseharian menurut al-Quran Surat at-Taubah ayat 128-129 yang telah dipresentasikannya pada November 2023.

The post Dosen FAI UM Metro Terpilih Menjadi Tim Penyusun Tafsir At-Tanwir PP Muhammadiyah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah (UM) Metro. Salah satu dosen terbaik dari Fakultas Agama Islam, Dr. Prabowo Adi Widayat, M.Pd.I, secara resmi terpilih menjadi Anggota Mufassir Muhammadiyah dan didaulat sebagai kontributor penyusunan Tafsir At-Tanwir Muhammadiyah, sebuah karya monumental yang digagas oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penunjukan ini tidak hanya menjadi bukti atas kapasitas akademik Dr. Prabowo, tetapi juga pengakuan atas dedikasinya dalam pengkajian Islam yang berperspektif inklusif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia terpilih menjadi mufassir Muhammadiyah didasarkan pada hasil seleksi karya tulis Al-Quran yang berjudul relasionalitas kemanusiaan: menyemai kesantunan tindak tutur keseharian menurut al-Quran Surat at-Taubah ayat 128-129 yang telah dipresentasikannya pada November 2023.

Penunjukan Dr. Prabowo sebagai Anggota Mufassir Muhammadiyah bukan tanpa alasan. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menilai bahwa beliau memiliki kompetensi tinggi dalam memahami teks-teks Al-Qur’an secara kontekstual dan substantif, sekaligus mampu menghadirkan interpretasi keagamaan yang relevan dengan kehidupan umat Islam masa kini.

Tafsir At-Tanwir adalah sebuah proyek besar yang dikerjakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam rangka membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam konteks kehidupan modern. Nama “At-Tanwir” yang berarti “pencerahan” diambil sebagai semangat utama dari tafsir ini, yakni menghadirkan pencerahan bagi umat Islam di Indonesia dalam memahami Al-Qur’an secara rasional, berkeadaban, dan sesuai dengan semangat dinamika zaman.

Dalam proses penyusunan ini, Dr. Prabowo dipercayakan untuk menjadi salah satu kontributor utama yang bertugas mengkaji dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan tema sosial-keagamaan, kemanusiaan, serta nilai-nilai moderasi Islam. Dalam salah satu pernyataannya, beliau menyampaikan:

“Menafsirkan Al-Qur’an bukan sekadar menerjemahkan ayat ke dalam bahasa modern, tapi yang lebih penting adalah menghadirkan hikmah quraniyyah yang hidup dan mengakar dalam setiap realitas kehidupan manusia. Kita diajak tidak hanya membaca teks, tetapi menggali pelajaran berharga yang membentuk kesadaran dan peradaban. Sebagai contoh dalam penafsiran Q.S. Yunus: 1-12 di dalamnya mengandung pelajaran berharga mengenai Al-Quran Menjadi Titik Tolak Nabi Saw Membangun Peradaban yang dinamis”

Keterlibatan Dr. Prabowo Adi Widayat, M.Pd.I dalam penyusunan Tafsir At-Tanwir sekaligus menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda Muhammadiyah, khususnya para mahasiswa dan kader intelektual di lingkungan UM Metro. Beliau menunjukkan bahwa kontribusi pada umat tidak selalu harus melalui panggung politik atau sosial budaya yang besar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui karya keilmuan yang mendalam dan bermanfaat bagi umat.

Sebagai dosen, Dr. Prabowo juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan mahasiswa, membina diskusi-diskusi keilmuan, serta aktif mengembangkan kurikulum berbasis nilai-nilai Qur’ani. Tidak sedikit alumni FAI UM Metro yang terinspirasi oleh gaya berpikir beliau dan melanjutkan studi dalam bidang tafsir, pemikiran Islam, dan pendidikan agama, yang dibuktikan melalui tugas akhir skripsi dan karya ilmiah lainnya.

The post Dosen FAI UM Metro Terpilih Menjadi Tim Penyusun Tafsir At-Tanwir PP Muhammadiyah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Mahasiswa FAI UM Metro Raih Juara 1 Musabaqah Tilawah Qur’an Tingkat Nasional https://ummetro.id/mahasiswa-fai-um-metro-raih-juara-1-musabaqah-tilawah-quran-tingkat-nasional/ Sun, 16 Mar 2025 08:24:08 +0000 https://ummetro.id/?p=152017 Bandung, 12 Maret 2025 – Handini Lutfiana Alfaqih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester 4 Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi mahasiswa tingkat nasional kategori Musabaqah Tilawah Qur’an (MRQ) di Festival Nasional Qur’ani PTMA 2025. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UM Metro serta membuktikan kualitas mahasiswa dalam

The post Mahasiswa FAI UM Metro Raih Juara 1 Musabaqah Tilawah Qur’an Tingkat Nasional appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Bandung, 12 Maret 2025 – Handini Lutfiana Alfaqih, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester 4 Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi mahasiswa tingkat nasional kategori Musabaqah Tilawah Qur’an (MRQ) di Festival Nasional Qur’ani PTMA 2025. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UM Metro serta membuktikan kualitas mahasiswa dalam bidang keagamaan.

Kompetisi ini diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Bandung dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Ajang ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki keterampilan tinggi dalam seni membaca Al-Qur’an. Handini menampilkan kemampuan terbaiknya dalam tilawah, dengan teknik membaca yang baik, penghayatan yang mendalam, serta keindahan suara yang memukau para juri.

Dalam keterangannya, Handini mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya ini. “Saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih kepada keluarga, dosen, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan berkarya,” ujarnya.

Handini juga membagikan kesan dan pengalamannya selama mengikuti kompetisi. “Saya sangat senang bisa mendapatkan pengalaman baru, bertemu dengan teman-teman dari berbagai kampus, sekaligus menikmati perjalanan di kota lain. Namun, sebelum lomba berlangsung, banyak lika-liku yang saya hadapi, seperti ketakutan yang sempat membuat saya merasa tidak percaya diri. Tetapi saya bersyukur memiliki orang tua dan orang-orang terdekat yang selalu memberikan dukungan, termasuk Bunda Eva yang menjadi support system luar biasa bagi saya. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa tidak ada yang perlu dirisaukan ketika kita percaya bahwa Allah selalu bersama kita. Allah Maha Segalanya, maka libatkanlah Allah dalam setiap keinginan kita dan pasrahkan hasilnya kepada-Nya. Jangan pernah merasa sombong dengan apa yang kita miliki.”

Wakil Rektor III UM Metro, Dr. Eva Rolia, ST., MT., MKM., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Handini. Beliau menyampaikan, “Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UM Metro tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam bidang keagamaan. Kami berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha dan mengembangkan potensinya. Semoga kemenangan ini menjadi awal dari prestasi-prestasi besar lainnya di masa depan.”

Keberhasilan Handini Lutfiana Alfaqih dalam kompetisi ini semakin mengukuhkan UM Metro sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman.

The post Mahasiswa FAI UM Metro Raih Juara 1 Musabaqah Tilawah Qur’an Tingkat Nasional appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Mahasiswa UM Metro Raih Juara 3 Musabaqah Fahmil Qur’an di Festival Nasional Qur’ani PTMA 2025 https://ummetro.id/mahasiswa-um-metro-raih-juara-3-musabaqah-fahmil-quran-di-festival-nasional-qurani-ptma-2025/ Sun, 16 Mar 2025 08:17:51 +0000 https://ummetro.id/?p=152011 Bandung, 12 Maret 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) dalam ajang Musabaqah Festival Nasional Qur’ani Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung. Tim dari Fakultas Agama Islam (FAI) UM Metro berhasil meraih juara 3 dalam cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ). Tim yang terdiri dari Kens

The post Mahasiswa UM Metro Raih Juara 3 Musabaqah Fahmil Qur’an di Festival Nasional Qur’ani PTMA 2025 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Bandung, 12 Maret 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) dalam ajang Musabaqah Festival Nasional Qur’ani Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung. Tim dari Fakultas Agama Islam (FAI) UM Metro berhasil meraih juara 3 dalam cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ).

Tim yang terdiri dari Kens Geo Danuarta (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam/KPI), Alief Galang (Prodi Pendidikan Agama Islam/PAI), dan Laila Istiqomah (Prodi Pendidikan Agama Islam/PAI) menunjukkan kemampuan luar biasa dalam kompetisi yang menguji pemahaman dan kefasihan dalam Al-Qur’an. Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan penuh yang diberikan oleh Wakil Rektor III UM Metro, Dr. Ir. Eva Rolia, S.T., M.T., M.KM., yang turut mendampingi langsung selama perlombaan.

Keikutsertaan mahasiswa UM Metro dalam ajang nasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga membuktikan kualitas akademik dan keagamaan yang terus berkembang di lingkungan kampus. Wakil Rektor III UM Metro menyampaikan apresiasi dan harapannya agar prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di berbagai bidang.

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UM Metro memiliki kompetensi unggul dalam bidang keislaman. Kami berharap capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ujar Dr. Eva Rolia.

Musabaqah Festival Nasional Qur’ani PTMA 2025 diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Indonesia, menjadikannya ajang bergengsi dalam mengasah kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah di antara mahasiswa PTMA.

Dengan prestasi ini, UM Metro semakin memperkokoh eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga dalam bidang keagamaan dan keislaman.

The post Mahasiswa UM Metro Raih Juara 3 Musabaqah Fahmil Qur’an di Festival Nasional Qur’ani PTMA 2025 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Ketika Ilmuwan Melupakan Kebenaran yang Dia Ajarkan https://ummetro.id/ketika-ilmuwan-melupakan-kebenaran-yang-dia-ajarkan/ Thu, 12 Aug 2021 10:23:20 +0000 https://ummetro.id/?p=13535 Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman; Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir?(Al Baqarah ayat 44) Semakin membaca Al Qur’an dan merenungkannya, semakin membuat hati kita serasa teraduk-aduk, bahkan bagi yang beriman akan bergetar hatinya, dan bisa tersungkur dalam

The post Ketika Ilmuwan Melupakan Kebenaran yang Dia Ajarkan appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman; Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir?(Al Baqarah ayat 44)

Semakin membaca Al Qur’an dan merenungkannya, semakin membuat hati kita serasa teraduk-aduk, bahkan bagi yang beriman akan bergetar hatinya, dan bisa tersungkur dalam kelemahannya. Sebagaimana Allah SWT gambarkan dalam Al Qur’an: ……..Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (QS. Maryam : 58) inilah yang pasti kita rasakan dalam diri kita.

Mari kita baca surat Al Baqarah ayat 44 di atas: Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir?

Sebuah evaluasi atau muhasabah diri kita” berapa banyak kita menyuruh kebaikan, sedangkan diri kita melalaikan diri kita sendiri? Kita mengajarkan kebaikan kepada mahasiswa tetapi kita tidak melakukan? (Tramadol online) Kita mengajarkan iman tapi kita ingkar dari iman itu sendiri? Kita mengajarkan keadilan sedangkan kita tidak adil? Kita mengajarkan pendidikan, tetapi keluarga kita tidak kita didik?

Muhasabah ini membuat merinding diri kita sendiri, sudahkah kita lepas dari ayat ini. Dari mampu memerintah kebaikan tapi kita lalai? Ancaman prilaku ini sangat keras, sebagaimana dalam hadits;  bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:  Di malam aku diisrakan, aku bersua dengan suatu kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting-gunting api, lalu aku bertanya, “Siapakah mereka itu?” Mereka (para malaikat) menjawab, “Mereka adalah tukang ceramah umatmu di dunia, dari kalangan orang-orang yang memerintahkan orang lain untuk mengerjakan ketaatan, sedangkan mereka melupakan dirinya sendiri, padahal mereka membaca Al-Qur’an. Maka tidakkah mereka berpikir?” yang dimaksud khutoba’ atau ulama bukan hanya para ustadz, kiayai tetapi siapun penyampai kebaikan yang dengan sengaja tidak mau melakukan apa yang diperintahkan dan diajarkan.

Dalam hadits lain Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Kelak di hari kiamat ada seorang lelaki yang didatangkan, lalu dicampakkan ke dalam neraka, maka berhamburanlah isi perutnya, lalu berputar-putar seraya membawa isi perutnya ke dalam neraka sebagaimana keledai berputar dengan penggilingannya. Maka penghuni neraka mengelilinginya dan mengatakan, “Hai Fulan, apakah gerangan yang telah menimpamu? Bukankah kamu dahulu memerintahkan kepada kami untuk berbuat yang makruf dan melarang kami dari perbuatan yang mungkar?” Lelaki itu menjawab, “Dahulu aku memerintahkan kalian kepada perkara yang makruf, tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya; dan aku melarang kalian melakukan perbuatan yang mungkar, tetapi aku sendiri mengerjakannya.”

Demikianlah beratnya bagi kita yang diamanatkan ilmu pengetahuan, bahwa tanggung jawab amal lebih besar dibandingkan mereka yang tidak diamanahkan ilmu, sehingga rasulullah Saw bersabda:: Sesungguhnya Allah memaafkan orang-orang yang ummi di hari kiamat dengan pemaafan yang tidak Dia lakukan terhadap ulama Masha Allah berat nya menjadi ilmuwan atau ulama. Seakan ingin mereset ulang menjadi orang ummi (umum saja) yang akan terlepas dari ayat di atas.

Akan tetapi hadits ini bukan untuk melemahkan para ulama, akan tetapi melecut semangatnya, bahwa harus sepadan antara pengajaran dan pengamalan.

Bahkan paling miris secara sosiologis, ayat ini selalu ditujukan kepada ulama agama saja, sedangkan menyampaikan kebaikan adalah kewajiban semua manusia. Sebagai orang tua harus mengajar kebaiakan kepada anaknya, tetapi ketika dia melupakan dirinya maka ayat inipun akan mengenai dirinya.

Hakikatnya ayat ini ditujukan kepada ulama’ Yahudi yang mereka selalu menjadikan agama sebagai barang dagangan, menipu umat, memerintahkan kebaikan tetapi mereka tidak melakukan ajarannya, karena sudah mendapatkan dunia.

Hari ini kita melihat bagaiaman agama hanya dijual dan diajarkan sebagai sebuah program studi, diajarkan islamologi saja, tetapi jauh dari nilai-nilai Amaliah. Inilah yang berbahaya,  karena mereka hakikatnya menjual agama, bukan berniat mengembangkan agama.

Sehingga hendaknya semua kita, terutama ulama dan ilmuwan menyelaraskan semua yang kita ajarkan dengan amal kebaikan kita, ini bentuk konsistensi dalam ilmu.

Kitab yang kita baca akan menjadi saksi, ilmu yang kita pelajari akan menjadi saksi, apakah kita yakini, kita amalkan atau hanya menjadi cerita opini dan wacana tanpa henti, bahkan hanya menjadi perdebatan tanpa usai.

Sudah waktunya iman, ilmu, dan amal menyatu terintegrasi menghadirkan peradaban profetis yang mencerahkan kehidupan.

Ini adalah bukti bahwa kita berfikir (ta’qilun), adalah mampu melakukan integrasi triadik antara iman, ilmu dan amal, karena ketiganya bukan suatu yang dikotomis, tetapi elaboratif. iman sebagai dasar atau sumber, ilmu sebagai alat membaca dan memahami, sedangkan amal adalah konsekuensi keduanya, sehingga lahirlah mereka insan profetis yang mendekati insan Kamil.

Series Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis: Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

The post Ketika Ilmuwan Melupakan Kebenaran yang Dia Ajarkan appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>