Handsanitizer Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/handsanitizer/ Solusi Sukses Masa Depan Mon, 08 Nov 2021 09:26:27 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png Handsanitizer Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/handsanitizer/ 32 32 Berbahan Daun Sirih dan Jeruk Nipis, Dosen UM Metro Galakkan Pembuatan Handsanitizer https://ummetro.id/berbahan-daun-sirih-dan-jeruk-nipis-dosen-um-metro-galakkan-pembuatan-handsanitizer/ Mon, 08 Nov 2021 09:26:27 +0000 https://ummetro.id/?p=14029 UM Metro – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah (UM) Metro memberikan pelatihan pembuatan handsanitizer yang terbuat dari bahan daun sirih dan jeruk nipis. Pelatihan diberikan kepada Ibu-Ibu Aisyiyah Srilungguh Desa Siraman Pekalongan, Selasa, (19/10/21). Mereka diantaranya Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd., Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., Dr. Sudarman, M.Pd., Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., dan

The post Berbahan Daun Sirih dan Jeruk Nipis, Dosen UM Metro Galakkan Pembuatan Handsanitizer appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah (UM) Metro memberikan pelatihan pembuatan handsanitizer yang terbuat dari bahan daun sirih dan jeruk nipis. Pelatihan diberikan kepada Ibu-Ibu Aisyiyah Srilungguh Desa Siraman Pekalongan, Selasa, (19/10/21).

Mereka diantaranya Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd., Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., Dr. Sudarman, M.Pd., Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., dan Yeni Rahmawati ES., M.Pd.

Peserta dalam pelatihan ini berjumlah 23 peserta dengan 5 mahasiwa UM Metro., dengan Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd sebagai pemateri, yang demontrasi secara langsung tentang langkah-langkah pembuatan handsanitizer alami berbahan daun sirih. Sedangkan dosen lainnya  mendampingi mitra secara langsung mempraktekan membuat handsanitizer alami berbahan daun sirih.

Dwi menyatkan, pelatihan ini akan menjadi sebuah pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar.

“Daun sirih dan jeruk nipis yang dibuat menjadi handsanitizer merupakan suatu hasil kreativitas pemanfaatan sumber daya alam. Diharapkan dapat membantu mitra untuk mengembangkan kreativitasnya dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar untuk membuat produk yang memiliki nilai guna tinggi,” kata Dwi.

Menurut Rahmad, bahan baku yang digunakan tergolong mudah dan murah untuk didapatkankan.

“Dengan bahan yang mudah dan murah untuk diperoleh seperti daun sirih dan jeruk nipis,  diharapkan dapat mendorong mitra untuk termotivasi membuat sendiri handsanitizer untuk keperluan pribadi,” ujar Rahmad.

Selain itu, Sudarman memaparkan manfaat yang didapatkan dari pelatihan ini seperti mudahnya dilakukan kapanpun dan dimanapun.

“Pembuatan handsanitizer alami berbahan daun sirih dan jeruk sirih dapat dilakukan kapanpun, tanpa memerlukan waktu khusus. Dengan demikian, mitra dapat mengerjakannya disela-sela waktu kosong. Selain itu dengan menggunakan handsanitizer dapat menekan penyebaran covid,” kata Sudarman.

Ditambahkan oleh Yeni, manfaat lain pelatihan ini sebagai penekan biaya pengeluaran rumah tangga.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan handsanitizer di saat pandemik seperti sekarang, kita dapat memanfaatkan daun sirih dan jeruk nipis dengan mengolahnya menjadi handsanitizer. Den gan demikian dapat menekan pengeluaran anggaran untuk membeli handsanitizer,” ujar Yeni.

Pada akhir pelatihan, salah satu peserta pelatihan, Fatimah Nur menyampaikan terimakasihnya atas pelatihan yang diberikan oleh dosen pendidikan matematika tersebut.

“Saya sangat berterimakasih sekali kepada Bapak dan Ibu dari Program Studi Pendidikan Matematika UM Metro yang telah memberikan pelatihan memanfaatkan daun sirih dan jeruk nipis menjadi handsanitizer. Selain itu, dengan dapat membuat sendirihan sanitizer dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli handsanitizer,” tutup Fatimah.

The post Berbahan Daun Sirih dan Jeruk Nipis, Dosen UM Metro Galakkan Pembuatan Handsanitizer appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Tips Membuat Sanitizer Rumahan (Home Made) https://ummetro.id/tips-membuat-sanitizer-rumahan-home-made/ https://ummetro.id/tips-membuat-sanitizer-rumahan-home-made/#respond Thu, 19 Mar 2020 11:51:52 +0000 https://ummetro.id/?p=12000 Tips – Sebagian besar penyusun tubuh virus, tak terkecuali COVID 19 tersusun atas RNA, protein, lipid. Jika kita umpamakan itu adalah susunan seperti tembok, maka susunannya terdiri dari batu bata, semen, kerikil, pasir dll. RNA merupakan batu batanya dan yang lainnya adalah perekatnya. Semakin kuat perekatnya, semakin kuat ikatan hydrogen yang ada didalamnya. Tembok hanya akan

The post Tips Membuat Sanitizer Rumahan (Home Made) appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Tips – Sebagian besar penyusun tubuh virus, tak terkecuali COVID 19 tersusun atas RNA, protein, lipid. Jika kita umpamakan itu adalah susunan seperti tembok, maka susunannya terdiri dari batu bata, semen, kerikil, pasir dll.

RNA merupakan batu batanya dan yang lainnya adalah perekatnya. Semakin kuat perekatnya, semakin kuat ikatan hydrogen yang ada didalamnya. Tembok hanya akan bisa runtuh jika ada tenaga/daya kuat yang bisa menghancurkannya. Tenaga itu adalah sinar matahari (sinar uv), suhu (panas), kelembaban, gerakan antar molekuler.

Pada saat kita mencuci tangan dengan sabun, maka molekul sabun akan berinteraksi dengan ikatan kovalen dan lipid yang membantu protein, RNA bisa merekat/menempel. Hal ini terjadi karena kimia penyusun sabun juga mengandung  senyawa mirip lipid sebagai amfifilik. Molekul sabun akan melarutkan perekat yang menyatukan virus tadi sehingga struktur virus tidak lagi utuh.

Konsekuensinya adalah akan merusak RNA virus sehingga tidak dapat melakukan sintesis protein dan kegiatan metabolisme lain lagi. Dengan kata lain virus menjadi mati. Pada beberapa produk antiseptik hanya dicantumkan untuk melawan kuman, sedangkan kuman itu sendiri memiliki pengertian luas: bisa bakteri, virus, fungi, parasit. Sedang yang kita hadapi adalah virus yang lebih spesifik. Produk antiseptik tersebut lebih banyak mengarah ke antibakteri.

Kimia dalam produk tersebut tidak akan banyak mempengaruhi struktur daripada virus. Tidak ada larangan memang untuk menggunakan antiseptik, tetapi juga tidak menjamin akan terhindar dari virus yang dimaksud. Atau boleh boleh saja minum produk immunostimulan (kelas zingiberales= temu-temuan=empon-empon dll) yang semuanya itu adalah bertujuan untuk memperkuat system imun tubuh. Yang kurang tepat adalah menganggap itu semua adalah sebagai obat untuk melawan virus COVID 19.

Sedangkan vaksin untuk virusnya belum ada. Tindakan Cuci tangan pakai sabun (CTPS) adalah salah satu langkah preventif praktis untuk mencegah virus menyebar. CPTS dapat dilakukan saat:

  1.  Sebelum dan sesudah makan
  2.  Setelah dari kamar mandi/toilet
  3.  Setelah beraktivitas di luar rumah (bermain, bekerja, memegang benda) atau menyentuh noda/kotoran.

Meski demikian saya akan memberikan tips membuat handsanitizer, handwash, dan desinfektan homemade yang praktis Membuat handsanitizer

  •  Alcohol 70%
  • Aloe vera/lidah buaya
  • Air
  • Parfum (sesuai kesukaan/tidak diberi parfum juga tidak apa apa). Disarankan dengan wangi bunga/buah yang ringan/fresh.

Cara membuatnya :

  1. Tuangkan alcohol 70% sebanyak 100 ml. Ambil  alcohol sebanyak 7 sendok makan letakkan ke dalam wadah plastic/beker glass
  2. Daun lidah buaya 3 buah diblender dengan air 100 ml. ambil hasil blender tadi 5 sendok makan letakkan ke dalam wadah plastic/beker glass
  3. Campurkan lidah buaya ke dalam alkohol. Kemudian aduk sampai homogen dan tambahkan parfum sebanyak 1 atau 2 sendok makan sesuai aroma yang diinginkan.
  4. Masukkan ke dalam spray/botol handsanitizer.
  5. Handsanitizer siap digunakan

B. Membuat handwash (bahan-bahan bisa dicari di toko kimia)

  1.  Abu soda 50 ml
  2. Na Cl / garam dapur 50 ml
  3. Sodium laurat sulfat 50 ml
  4. Parfum (sesuai kesukaan/tidak diberi parfum juga tidak apa apa). Disarankan dengan wangi bunga/buah yang ringan/fresh
  5. Amphitol 25 ml
  6. Texafon 100 ml
  7.  Pewarna 15 ml
  8.  Pengawet EDTA 15 ml
  9.  Air 2 liter

Cara membuatnya :

  1. Timbang dan campurkan abu soda, NaCl, sodium laurat sulfat, amphitol dan texafon ke dalam wadah yang berisi air.
  2. Beri pewarna, pengawet dan parfum
  3. Tuangkan ke dalam wadah handwash
  4. Handwash siap digunakan
  5. Atau jika terlalu repot/sulit mencari bahan bahannya maka bisa membeli handwash biasa/untuk bibit.
  6. Handwash di tambahkan NaCl 50 ml dan di campur air secukupnya hingga saat dicoba digosokkan ke tangan muncul busa/buihnya.
C. Membuat desinfektan (untuk menyemprot benda-benda yang sering dipegang/disentuh di rumah)
  1. Bayclin (sodium hipoklorit) 95  ml
  2.  Air 905 ml
Cara membuatnya :
  • Campurkan bayclin ke air hingga mendapatkan 1000 ml/1 lt larutan.
  • Masukkan ke dalam botol spray. Atau bisa juga menggunakan dettol cair sebagai pengganti bayclin
Penulis: Suharno Zein., S.Si., M.Sc. (Dosen Pendidikan Biologi UM Metro)

The post Tips Membuat Sanitizer Rumahan (Home Made) appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/tips-membuat-sanitizer-rumahan-home-made/feed/ 0