jazim ahmad Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/jazim-ahmad/ Solusi Sukses Masa Depan Sat, 12 Dec 2020 05:30:16 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png jazim ahmad Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/jazim-ahmad/ 32 32 Banyak Orang Mengetahui HAM, Tapi Tak Memahaminya https://ummetro.id/banyak-orang-mengetahui-ham-tapi-tak-memahaminya/ Sat, 12 Dec 2020 05:30:16 +0000 https://ummetro.id/?p=12626 Frasa Hak Asasi Manusia atau yang biasa disingkat HAM kerap kali terdengar di telinga kita bahkan sejak kita duduk di bangku SD hingga sekarang. HAM ini sangat populer sejak digemakan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 10 Desember 1948. Betapa tidak, HAM menjadi salah satu dasar kebebasan berpendapat yang mulai bisa digaungkan masyarakat Indonesia

The post Banyak Orang Mengetahui HAM, Tapi Tak Memahaminya appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Frasa Hak Asasi Manusia atau yang biasa disingkat HAM kerap kali terdengar di telinga kita bahkan sejak kita duduk di bangku SD hingga sekarang. HAM ini sangat populer sejak digemakan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 10 Desember 1948. Betapa tidak, HAM menjadi salah satu dasar kebebasan berpendapat yang mulai bisa digaungkan masyarakat Indonesia secara lantang pasca era orde baru atau lahirnya era reformasi. Berbagai jenis kebebasan merujuk pada HAM mulai dari kebebasan berpendapat, kebebasan berpolitik hingga kebebasan berekspresi.

Jika dirunut satu per satu, maka terdapat sekitar 30 poin yang menjadi acuan HAM ini. Namun ada dua poin yang menarik untuk dibahas selaku pihak yang bergerak di dunia pendidikan. Yang pertama Hak Atas Pendidikan, ini bermakna bahwa setiap generasi baik dari kalangan menengah ke bawah mau pun kalangan menengah ke atas memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dari mulai tingkat PAUD hingga ke Pendidikan Tinggi. Namun apakah hal ini sudah terwujud di Indonesia? Meski pemerintah Indonesia sejak zaman Pemerintahan SBY telah meluncurkan program wajib belajar 9 tahun bahkan didorong lagi oleh pemerintahan Jokowi dengan menghadirkan progam beasiswa KIP-Sekolah dan KIP-Kuliah untuk memfasilitasi generasi muda yang cemerlang namun berasal dari kalangan tidak mampu, akan tetapi masih banyak generasi muda di luar sana yang hidup tanpa status pendidikan di sisi mereka. Sebagian mereka ada yang sibuk membantu orang tua mereka, ada yang sibuk dengan teman sebaya mereka, ada juga yang sibuk menghabiskan waktu sia-sia.

Lantas ke arah mana sejatinya Hak Atas Pendidikan ini bertiup? Apakah ada yang salah dengan pemerintahan kita, atau ada yang salah dengan alurnya? Hal inilah yang harus kita pahami bersama bahwa tidak semua masyarakat memahami arti pentingnya pendidikan. Sebagian mereka bahkan banyak yang tidak tahu kemana harus mencari cara agar anak-anak mereka bisa menempuh pendidikan yang telah dijanjikan pemerintah. Hal ini membuktikan akan minimnya informasi yang mereka dapat.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat berdiskusi dengan seorang petani yang datang dari ujung barat Lampung. Ia mengeluhkan bahwa Covid-19 mempengaruhi pendapatan sebagian masyarakat di sana, sehingga tidak sedikit dari mereka merasa kesulitan menyekolahkan anak-anak mereka. Dari situ saya memahami, bahwa informasi KIP-Sekolah dan KIP-Kuliah serta beasiswa-beasiswa lain belum menjangkau mereka. Saya sampaikan, saat ini biaya kuliah bagi masyarakat yang kurang mampu bukanlah sebuah kendala, karena pemerintah sudah memfasilitasi dengan mengorbitkan KIP-Kuliah. Bahkan mahasiswa aktif pun mendapat bantuan UKT. Dan UM Metro merupakan salah satu kampus yang menerima program ini. Akar masalah di atas akan sedikit mengecil jika kita senantiasa mengkampanyekan kebaikan demi kebaikan khususnya kepada masyarakat kecil. Dan ini merupakan kewajiban kita bersama sebagai penggerak pendidikan, sebagai orang tua, sebagai masyarakat, sebagai tetangga, dan sebagai kerabat untuk terus membantu mereka agar Hak mereka dapat terfasilitasi dengan baik.

Lalu selanjutnya, yang juga tak kalah menarik untuk dibahas adalah Kebebasan Beragama dan Berpikir. Islam bahkan telah mengumandangkan Kebebasan Beragama sejak 14 abad yang lalu dengan turunnya Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan jikalau Tuhan-mu menghendaki tentulah semua orang yang ada di muka bumi beriman seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya. (Q.S 10:99).” Ditambah lagi dengan ayat yang populer yakni “Lakun Diinukum wa Liyadiin” yang artinya “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku” (Q.S. Al-Kafirun:6).

Saya tidak akan membahas tentang tafsir kedua ayat di atas karena itu di luar kapasitas saya. Namun yang ingin sampaikan bahwa kita sebagai umat muslim tentu tidak ingin ada pemaksaan atas atribut agama lain yang kita kenakan. Karena Islam telah mengatur kita dalam berpakaian. Pun demikian dengan mereka yang beragama di luar Islam, tentu mereka tidak ingin berpakaian di luar peraturan agama mereka. Lalu mengapa masih banyak kita jumpai pihak-pihak tertentu yang menginginkan orang lain untuk mengenakan atribut yang dilarang agama mereka.

Semoga hal ini tidak terjadi di Perguruan Tinggi Muhammadiyah khususnya di Lampung. Meski kampus kita memiliki basis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan kampus Islami, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kampus Muhammadiyah juga menerima mahasiswa yang beragama non-muslim baik itu mereka yang beragama Kristen, Hindu, Budha maupun agama lainnya. Dan hal ini harus kita jaga dengan memberikan mereka kebebasan dalam berpakaian tanpa memaksakan mereka mengenakan atribut Islam selama belajar. Hanya saja kita perlu mensosialisasikan kepada mereka tentang standar berpakaian di lingkungan masyarakat Islam. Mereka tidak boleh dituntut untuk mengenakan jilbab, hanya saja dalam berpakaian minimal mereka menggunakan norma berpakaian orang ketimuran, misalnya tidak berpakaian mini, melainkan mengenakan celana atau rok panjang, kemeja panjang atau jas almamater. Memang beberapa dari mereka yang non-muslim ada yang mengenakan jilbab saat berada di lingkungan kampus. Saat ditanya apakah ada pihak yang memaksa mereka untuk melakukan hal demikian. Mereka menjawab bahwa hal itu atas keinginan mereka sendiri lantaran malu karena teman-teman mereka semua mengenakan jilbab. Salama itu tidak ada unsur paksaan, maka hal ini kita kembalikan lagi ke orangnya.

Selama hak mereka kita penuhi tentunya dengan kaidah-kaidah yang benar, maka persatuan dan kebersamaan masyarakat Indonesia khususnya di Lampung akan terus maju dan berkemajuan. Sebagaimana yang disampaikan Presiden RI keempat, Bapak Gus Dur bahwa memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya, merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya dan ini adalah kewajiban kita semua.

Penulis: Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. – Rektor Universitas Muhammadiyah Metro

The post Banyak Orang Mengetahui HAM, Tapi Tak Memahaminya appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
5 Kunci Inspirasi Kemajuan 2020 https://ummetro.id/5-kunci-inspirasi-kemajuan-2020/ https://ummetro.id/5-kunci-inspirasi-kemajuan-2020/#respond Tue, 31 Dec 2019 11:11:16 +0000 https://ummetro.id/?p=11730 Laman Opini UM Metro – Tahun 2020 hadir dengan membawa sejuta tantangan sekaligus peluang. Kompetisi di pelbagai aspek semakin ketat sehingga diperlukan kompetensi yang unggul. Siapa yang layak jadi pemenang adalah mereka yang paling adaptif dengan perubahan dan  dapat memanfaatkan tantangan menjadi peluang. Dan semua itu perlu keuletan dan kerja keras. Seorang pemenang adalah orang

The post 5 Kunci Inspirasi Kemajuan 2020 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Laman Opini UM Metro – Tahun 2020 hadir dengan membawa sejuta tantangan sekaligus peluang. Kompetisi di pelbagai aspek semakin ketat sehingga diperlukan kompetensi yang unggul. Siapa yang layak jadi pemenang adalah mereka yang paling adaptif dengan perubahan dan  dapat memanfaatkan tantangan menjadi peluang. Dan semua itu perlu keuletan dan kerja keras. Seorang pemenang adalah orang yang lebih mengandalkan kerja kerasnya, karena kontribusi bakat hanyalah 10% dari sebuah kerberhasilan, sementara 90% berasal dari usaha yang sungguh-sungguh.

Cyberthreat.id telah merangkum bagaimana millennials kill everything. Setidaknya ada 36 yang mereka prediksi akan menjadi sasaran kegusaran era desrupsi dewasa ini. Kita ketahui bagaimana generasi milenial menggerogoti department store seperti Mall (Matahari, Ramayana dll). Generasi milenial saat ini tidak lagi belanja langsung ke tempat, mereka lebih suka belanja online, kalaupun ada yang bepergian ke mall, tujuan mereka bukan untuk belanja melainkan hanya untuk cuci mata atau menghilangkan stress. Pasar kost-kostan juga akan menjadi salah satu sasaran generasi milenial ini. Di mana pemerintah saat ini sedang menggalakkan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sehingga nanti generasi muda tidak perlu menyewa kost-kostan untuk studi di perguruan tinggi, mereka cukup belajar di rumah mereka masing-masing.

Hal serupa juga terjadi pada perusahaan Kodak. Pada tahun 1998, Kodak memiliki 170.000 pegawai dan menjual 85% foto kertas di seluruh dunia. Keuntungan yang mereka dapatkan sangat fantastis. Hanya dalam beberapa tahun, model bisnis ini hilang bagai di telan bumi. Generasi milenial lebih menyukai foto mereka tersimpan di android dan media sosial mereka untuk berbagi dengan orang lain ketimbang mencetaknya. Siapa yang akan menyangka hal ini. Dan tentunya masih banyak kasus-kasus yang serupa yang turut menjadi sasaran generasi milenial. Dan hal ini tentu tidak akan berhenti di sini saja, kita akan melihat di masa depan, perkembangan demi perkembangan akan semakin bermunculan yang menyebabkan banyak pihak yang akan menjadi sasaran generasi milenial. Siapa saja yang tidak siap dalam menyambut kemajuan di masa depan ini, maka mereka akan tertinggal.

Lalu bagaimana persiapan kita untuk menghadapi semua ini. Maka diperlukan orang yang berbeda dari yang lain. Orang yang tidak biasa-biasa saja. Karena jika kita menjadi orang yang biasa-biasa saja, maka kita akan menjadi pihak yang tertinggal. Bagaimana menjadi orang yang berbeda dari kebanyakan orang? Menjadi orang yang berbeda berarti kita harus menjadi orang yang memiliki karakter 4C yakni Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creative (Kreatif), Communicative (Komunikatif) and Collaborative (Kolaboratif).

1. Berpikir Kritis

Yang pertama untuk menjadi orang yang tidak biasa-biasa saja, maka kita harus memiliki karakter berpikir kritis. Berpikir kritis sebagaimana yang diterangkan Scriven & Paul, 1992. adalah proses intelektual yang dengan aktif dan terampil mengkonseptualisasi, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan dari pengamatan, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, untuk memandu keyakinan dan tindakan.

Orang yang berpikir kritis sebagaimana yang disampaikan Scriven & Paul, akan menjadi orang yang pintar dalam menganalisis suatu permasalahan lalu menemukan solusinya. Sehingga tindakan yang mereka ambil akan sangat bijak dengan meminimalisir resiko yang ada.

Generasi milenial saat ini sangat dimudahkan untuk mengakses pelbagai informasi di media sosial mau pun di internet. Namun sayangnya, kemudahan mengakses informasi seringkali tidak berjalan lurus dengan kebenaran atau keotentikan isi informasi tersebut yang terus mengalir dari orang satu ke orang yang lain. Sebagai generasi milenial yang bijak, tindakan berpikir kritis merupakan keniscayaan. Orang yang berpikir kritis tidak akan mudah terpengaruh dengan informasi yang mudah tersebar di media sosial atau pun di internet seperti yang marak terjadi. Mereka cenderung menganalisis kebenaran akan informasi tersebut terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.

sebagai penerus bangsa berfikir kritis dan megambil sikap yang bijaksana dalam situasi sekarang ini adalah proses yang positif untuk hidup bersosial dalam masyarakat, karna saat ini kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan kemampuan berpikir lainnya , seperti kemampuan untuk membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.

Selain itu, dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang hilang yang di era revolusi industry 4.0, maka lapangan pekerjaan baru akan bermunculan seiring dengan kebutuhan zaman. Orang yang berpikir kritis akan sangat cepat menangkap peluang ini, sebelum kebanyakan orang melakukannya.

Setidaknya ada empat manfaat berpikir kritis, yakni memiliki banyak alternatif jawaban dan ide kreatif; mudah memahami sudut pandang orang lain; menjadi rekan kerja yang baik; lebih mandiri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan telah mengingatkan kita akan pentingnya berpikir kritis sebagaimana tertuang dalam Surah Az-Zumar ayat 9:

“… Katakanlah: Adakah sama orang yang paham dengan yang tidak paham, adakah sama orang yang berpikir dengan orang yang tidak berpikir, adakah sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu. Sesungguhnya orang yang berakallah yang bisa mengambil pelajaran dari hal itu.

2. Berpikir Kreatif

Yang kedua, mulai sekarang kita harus membangun pola pikir yang kreatif. Membangun pola pikir yang kreatif dengan memiliki mindset bahwa peluang itu selalu ada, lalu ditopang dengan sikap optimis. Berpikir kreatif akan melahirkan banyak inovasi, dengan adanya inovasi maka akan menyebabkan banyak perubahan. Orang yang senantiasa kreatif tidak akan kehabisan akal dalam mengerjakan sesuatu. Jika ia menjumpai banyak hambatan maka ia akan menemukan solusinya. Karena bagi orang yang kreatif, setiap hambatan pasti ada peluang.

Tindakan untuk menjadi kreatif dapat menggunakan teori ATM yakni Amati, Tiru dan Modifikasi.  Setiap ide kreatif yang muncul tidak harus bersifat orisinil namun bisa dengan memodifikasi apa yang sudah ada untuk menjadi sesuatu yang baru.

Teori mengamati bahkan sudah tertuang dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Ghasiah ayat 17-20. “Maka tidakkah mereka mengamati unta, bagaimana diciptakan? Dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan? Dan bumi, bagaimana dihamparkan?”

3. Komunikatif

Yang ketiga, memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan komunikasi adalah kemampaun untuk mengekspresikan pemikiran, perasaan, keinginan, melalui komunikasi verbal mau pun non-verbal untuk mendapatkan pengertian orang lain. Memiliki kemampuan komunikasi bagi generasi milenial adalah keniscayaan, di mana ide dan gagasan hanya bisa dijual dengan kemampuan ini. Tidak sedikit kreativitas yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi, namun tidak laku di pasaran dikarenakan cara menjual hasil kreativitas tersebut kurang baik atau kurang tepat.

Seorang pakar komunikasi dari UM Malang, mengungkapkan, “Tidak ada barang yang tidak laku dijual, akan tetapi barang yang tidak laku disebabkan banyak orang tidak tahu cara menjualnya.” Menurutnya semua produk dapat dijual di pasaran namun bergantung pada kemampuan komunikasi dari para penjualnya. Bagaimana para penjual produk ini mampu meyakinkan para pembeli untuk membeli produk mereka.

Kemampuan komunikasi ini tidak hanya penting untuk menjual hasil kreativitas, namun juga untuk membangun kerja sama yang baik dengan pihak lain baik bagi sesama rekan tim mau pun dengan lembaga mitra. Setidaknya ada lima hal yang menjadi tolak ukur dalam berkomunikasi sebagaimana yang dikutip dari maximaimpactindonesia.com yakni persepsi, ketepatan, mempengaruhi sikap/pengendalian, kredibilitas dan menjaga hubungan.

4. Kolaboratif

Yang keempat, memiliki kemampuan Kolaboratif. Kemampuan kolaboratif adalah kemampuan bekerja di dalam sebuah tim guna mencapai target yang diinginkan secara bersama. Kemampuan ini wajib dimiliki generasi milenial dalam menghadapi tantangan zaman, di mana mereka akan banyak berinteraksi dengan banyak pihak dalam mengerjakan sesuatu. Apalagi kreativitas yang telah didesain dengan baik akan sulit direalisasikan jika tidak memiliki kemampuan kolaboratif.

Sebagaimana sebuah perusahaan Gojek yang dikembangkan oleh Mas Menteri Pendidikan saat ini, Bapak Nadiem Makarim. Dalam menjalankan operasinya, misalnya perusahaan Gojek ini terdiri dari manager, staff administrasi, staff IT dan staff keuangan. Mereka akan memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing dengan saling ketergantungan. Seorang manager akan membutuhkan staffnya untuk menjalankan ide-ide cemerlang yang ia rencanakan, staff administrasi mengerjakan syarat-syarat secara administrasi mulai dari perizinan, perekrutan hingga menjadi call center, staff IT membuat program-program untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhdadap aplikasi gojek mulai dari pemesanan secara daring, pembayaran cash atau menggunakan go-pay, serta pemberian reward baik bagi pengguna aplikasi gojek mau pun bagi partisan gojek itu sendiri, sementara staff keuangan merumuskan berapa pemasukan yang harus didapat melalui penggunaan aplikasi tersebut serta memfasilitasi secara materiil terkait apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi gojek ini. Agar perusahaan dapat berkembang dengan baik sesuai apa yang direncanakan sang manajer maka semua pihak yang terlibat harus bekerjasama dengan baik.

Kemampuan kolaboratif ini juga tertuang dalam sebuah pepatah Ubuntu, Afrika yang berbunyi: “Jika Anda ingin berjalan cepat, maka berjalanlah sendirian, tapi jika ingin berjalan lebih jauh, maka berjalanlah bersama orang lain.”

5. Istiqomah/Telaten/Ulet

Jika sudah memiliki empat karakter di atas, maka tahapan selanjutnya adalah telaten/ulet/istiqomah. Telaten berarti melakukan pekerjaan secara terus menerus walaupun kecil, sebagaimana yang tertuang dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim No. 783 dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala adalah amalan yang continue (terus menerus) walaupun itu sedikit.”

Maka untuk menjadi insan yang berkemajuan di masa depan, maka kunci yang terakhir adalah harus telaten. Sebagaimana yang dipraktikkan oleh penemu sekaligus pemilik KFC (Kentucky Fried Chicken) Kolonel Harland Sanders, sang penemu resep ayam goreng dengan 11 bumbu pertama kali di dunia. Ia mengaku untuk menjual resep ayam gorengnya ia rela berkeliling Amerika dan ditolak sebanyak 1.009 kali. Padahal dirinya hanya meminta 4 sen dari setiap ayam goreng yang terjual. Sayangnya, tawaran Sanders tak kunjung disetujui. Namun sang kolonel tidak pernah menyerah, ia terus mondar-mandir ke berbagai restoran untuk menawarkan resepnya tersebut, dan akhirnya bertemu dengan Pete Harman, seorang temannya yang langsung sukses setelah menjual ayam goreng dengan resep Sanders. Setelah itu pihak-pihak lain pun mulai tertarik untuk membeli resepnya.

Penulis : Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. (Rektor Universitas Muhammadiyah Metro)

The post 5 Kunci Inspirasi Kemajuan 2020 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/5-kunci-inspirasi-kemajuan-2020/feed/ 0