lulusan terbaik Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/lulusan-terbaik/ Solusi Sukses Masa Depan Wed, 03 Dec 2025 09:16:09 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png lulusan terbaik Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/lulusan-terbaik/ 32 32 Kembali ke Kampus di Usia 43 Tahun, Tintien Raih IPK 4.00 di Pascasarjana UM Metro https://ummetro.id/kembali-ke-kampus-di-usia-43-tahun-tintien-raih-ipk-4-00-di-pascasarjana-um-metro/ Wed, 03 Dec 2025 09:16:09 +0000 https://ummetro.id/?p=154559 Metro – Di usia 43 tahun, ketika sebagian orang mulai mengurangi ritme aktivitas, Tintien Harsonowati justru menempuh pilihan berbeda. Ia kembali ke bangku kuliah, mengejar wasiat almarhum Ayah sekaligus memulihkan dirinya di tengah kondisi kesehatan yang sempat menurun. Keputusan itu mengantarkannya menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro. Ia menamatkan studi

The post Kembali ke Kampus di Usia 43 Tahun, Tintien Raih IPK 4.00 di Pascasarjana UM Metro appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro – Di usia 43 tahun, ketika sebagian orang mulai mengurangi ritme aktivitas, Tintien Harsonowati justru menempuh pilihan berbeda. Ia kembali ke bangku kuliah, mengejar wasiat almarhum Ayah sekaligus memulihkan dirinya di tengah kondisi kesehatan yang sempat menurun. Keputusan itu mengantarkannya menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro. Ia menamatkan studi Program Studi Magister Manajemen dengan IPK sempurna: 4.00.

Bagi Tintien, pencapaian itu bukan sekadar angka, melainkan rangkuman panjang perjalanan hidup yang tak pernah mudah.

Tanggung Jawab Anak Sulung dan Wasiat Seorang Ayah

Lahir di Bandarjaya pada 1980, Tintien adalah anak pertama dari lima bersaudara. Ayahnya, Drs. Muanam Harsono, dikenal sebagai pendidik yang teguh, terakhir bertugas sebagai Kepala MAN 1 Metro. Dari beliau, Tintien menyimpan satu pesan yang berubah menjadi kompas hidup: jika orang tua telah mencapai S1, maka anak-anaknya harus mencapai S2.

Wasiat sederhana itu baru terasa maknanya bertahun-tahun kemudian saat Tintien harus menghadapi kehilangan, perjuangan, dan pilihan-pilihan sulit.

Menjadi Bidan Muda dan Penopang Keluarga

Pada usia 19 tahun, Tintien mengabdi sebagai Bidan Desa PTT. Penghasilan yang ia peroleh ditabung untuk melanjutkan pendidikan ke Diploma III Kebidanan Poltekkes Tanjung Karang.

Awal 2005 membawa kabar gembira sekaligus duka terdalam. Ia lulus CPNS pada 1 Januari, namun Ayahnya berpulang pada 28 Januari. Dalam sekejap, Tintien menjadi tumpuan keluarga. Bersama sang Ibu, ia membiayai pendidikan empat adiknya dua kuliah di UGM, satu di Umitra, dan si bungsu masih SMA.

Saat dua adiknya lulus CPNS, Tintien kembali menempuh studi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati (2008). Bahkan seluruh biaya kuliahnya ia tanggung melalui pinjaman bank hingga tuntas tanpa menambah beban keuangan keluarga.

Menguatkan Suami, Mengantar Adik ke Jepang, Mengurus Rumah Tangga

Perjalanan hidup Tintien penuh episode pengabdian. Ketika menikah, suaminya berijazah SMA. Dengan keyakinan bahwa pria dan wanita setara dalam kesempatan meraih pendidikan, Tintien tanpa ragu mendorong suaminya kuliah pada 2011–2014.

Di saat bersamaan, ia masih mendukung adiknya menempuh Magister di IPB (2014–2016), lalu program doktoral di University of Ibaraki, Jepang (2016–2020). Ketika sang adik lulus dan diterima CPNS BRIN melalui jalur diaspora, Tintien perlahan merapikan kembali keuangan keluarga, melunasi semua pinjaman, dan menyiapkan masa depan pendidikan anak-anak.

Tahun 2021 menjadi momen bahagia suaminya lulus dari UM Metro. Namun dua tahun kemudian, Tintien drop secara kesehatan dan harus menjalani berbagai pemeriksaan. Di masa rentan itu, sang suami justru menyuarakan keyakinan yang mengubah segalanya: “Mungkin kuliah lagi bisa memulihkan imunitasmu.”

Kembali Menjadi Mahasiswa di Usia 43 Tahun

Dengan dukungan penuh keluarga, Tintien mendaftar kembali sebagai mahasiswa Program Pascasarjana UM Metro, Prodi Magister Manajemen. Keputusan besar itu menuntut disiplin, ketangguhan, dan ketekunan yang tak biasa.

Ia menjalani hari-hari yang penuh irisan peran: bekerja di kantor, mengikuti kuliah, mengurus warung, mengasuh anak-anak, mendampingi suami, serta menjaga kondisi tubuh agar tidak drop. Semua ia jalankan dengan strategi yang rapi:

  • Menyusun meal plan 1–2 minggu untuk menjaga nutrisi keluarga.
  • Mencatat target kantor dan tugas kuliah melalui Google Workspace.
  • Berolahraga ringan 30 menit setiap sore.
  • Menjalin komunikasi aktif dengan dosen karena latar belakang pendidikannya tidak linear.
  • Memetakan mata kuliah sejak sebelum perkuliahan dimulai.
  • Berkolaborasi dengan rekan sekelas yang solid: Aan Suhandi, Paramita Citra Abadi, dan Herlin Rahmah Sari.
  • Belajar lewat TikTok dan influencer pendidikan ketika tak menemukan rekan diskusi.
  • Berlatih EPT setiap hari menggunakan aplikasi gratis hingga lolos one-shoot.
  • Memanfaatkan pengalaman investasi untuk memahami mata kuliah manajemen keuangan dan portofolio.

Upaya-upaya itulah yang membawa Tintien pada pencapaian yang tak sekadar membanggakan dirinya, tetapi juga almamater.

Puncak Perjalanan: Lulus Magister dengan IPK 4.00

Setelah perjuangan panjang, Tintien akhirnya menuntaskan studi Magister Manajemen di UM Metro dengan hasil sempurna: IPK 4.00. Capaian itu menjadi hadiah untuk Ayahnya, bukti ketangguhan bagi keluarganya, dan inspirasi bagi mahasiswa lain yang sedang berjuang.

Ia menutup kisahnya dengan pesan yang mencerminkan kedalaman pembelajaran hidup:

“Saat kuliah terasa berat, gelap, bahkan hilang arah yakinlah 5–10 tahun ke depan, momen ini akan dirindukan. Tidak ada keberuntungan yang lahir di medan perang; semuanya adalah hasil ketahanan di masa sulit.”

Dengan konsistensi, disiplin, doa, dan kesehatan yang dijaga, katanya, meraih gelar magister bukan hanya mungkin, tetapi juga menjadi perjalanan yang indah untuk dikenang.

 

(Nas/Humas)

The post Kembali ke Kampus di Usia 43 Tahun, Tintien Raih IPK 4.00 di Pascasarjana UM Metro appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Jadi Lulusan Terbaik, 14 Wisudawan UM Metro Tahun 2021 Terima Uang Tabungan 30 Juta dari Bank Mitra https://ummetro.id/jadi-lulusan-terbaik-14-wisudawan-um-metro-tahun-2021-terima-uang-tabungan-30-juta-dari-bank-mitra/ Mon, 22 Nov 2021 09:31:26 +0000 https://ummetro.id/?p=14080 UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mewisuda 903 wisudawan pada resepsi milad ke-55, wisuda magister ke-10, sarjana ke-40, dan Ahli Madya tahun 2021. Dari 903 wisudawan tersebut, setidaknya terdapat 14 wisudawan UM Metro yang menjadi lulusan terbaik sekaligus menerima uang tabungan sebesar 30 juta dari bank mitra, Senin (22/11/2021). Mereka adalah Ida Farida dan

The post Jadi Lulusan Terbaik, 14 Wisudawan UM Metro Tahun 2021 Terima Uang Tabungan 30 Juta dari Bank Mitra appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mewisuda 903 wisudawan pada resepsi milad ke-55, wisuda magister ke-10, sarjana ke-40, dan Ahli Madya tahun 2021.

Dari 903 wisudawan tersebut, setidaknya terdapat 14 wisudawan UM Metro yang menjadi lulusan terbaik sekaligus menerima uang tabungan sebesar 30 juta dari bank mitra, Senin (22/11/2021).

Mereka adalah Ida Farida dan Iis Yulitasari yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik untuk kategori Hafidz Qur’an 30 Juz. Masing-masing keduanya menerima uang tabungan sebesar 3 juta rupiah dari Bank Muamalat Kota Metro.

Masih dari bank yang sama, Widyo Andre Pramono bersama Diksa Dewantara Aliana, dan Devi Nurhalifah yang juga berhasil menjadi lulusan terbaik tingkat sarjana, masing-masing mendapatkan uang tabungan sebesar 2 juta rupiah.

Pemberian uang tabungan sejumlah 12 juta tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Bank Muamalat Kota Metro, Wahid Fitrian, S.T. didampingi Rektor UM Metro, Kepala L2DIKTI Wilayah II, dan Walikota Metro.

Sementara Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Metro memberikan apresiasi kepada Reza Pan Utami, berupa uang tabungan sebesar 3 juta rupiah atas keberhasilannya menjadi lulusan terbaik untuk kategori hafidz Qur’an 30 Juz.

BSI Cabang Metro juga memberikan apresiasi uang tabungan sebesar 2 juta rupiah kepada Muhammad Said Romadhon sebagai lulusan terbaik satu tingkat Diploma, dan 1 juta rupiah kepada Aisyah Ardila Sari sebagai lulusan terbaik tiga tingkat Diploma.

Tidak hanya itu, BSI Cabang Metro juga memberikan apresiasi kepada peraih skor EPT tertinggi 1 dan 3 pada Wisuda UM Metro tahun 2021. Mereka adalah Windy Nurcahyani yang berhasil meraih skor EPT 510 yang menerima uang tabungan sebesar 2 juta rupiah dan Desy melinting yang juga menerima uang tabungan sebesar 1 juta rupiah atas skor EPT 477 miliknya.

Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia kota Metro, Muhammad Syofa, S.E. hadir langsung untuk memberikan apresiasi yang berjumlah 9 juta rupiah tersebut.

Pemberian apresiasi dilanjutkan oleh Direktur BPR Metro Madani, Kamino yang jumlahnya mencapai 9 juta rupiah kepada empat lulusan terbaik UM Metro.

Masing-masing sebesar 3 juta rupiah diberikan kepada dua wisudawan hafidz Quran 30 Juz. Mereka adalah Erlita Astriani dan Eva Setiana yang berasal dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Sedangkan Muhammad Ibras Indaro yang menjadi lulusan terbaik kedua tingkat Diploma, menerima uang tabungan sebesar 1.5 juta rupiah. Dilanjutkan dengan Sayyidatul Ummah yang menjadi peraih skor EPT tertinggi kedua dengan skor 477 menerima uang tabungan sebesar 1.5 juta rupiah. (Bungsudi)

The post Jadi Lulusan Terbaik, 14 Wisudawan UM Metro Tahun 2021 Terima Uang Tabungan 30 Juta dari Bank Mitra appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>