Muhammad Ihsan Dacholfany Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/muhammad-ihsan-dacholfany/ Solusi Sukses Masa Depan Wed, 07 Jan 2026 03:42:51 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png Muhammad Ihsan Dacholfany Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/muhammad-ihsan-dacholfany/ 32 32 Menyambung Amanah Global Muhammadiyah: Langkah Wakil Rektor UM Metro di Muhammadiyah Australia College https://ummetro.id/menyambung-amanah-global-muhammadiyah-langkah-wakil-rektor-um-metro-di-muhammadiyah-australia-college/ Wed, 07 Jan 2026 03:24:33 +0000 https://ummetro.id/?p=154742 Di balik perjalanan tugas ke Australia, terselip sebuah misi sunyi namun bermakna. Muhammad Ihsan Dacholfany, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, tidak sekadar memenuhi undangan akademik. Ia membawa amanah kaderisasi, diplomasi pendidikan, dan internasionalisasi Muhammadiyah yang telah lama dirintis Persyarikatan. Dalam lawatannya ke Australia, Ihsan Dacholfany menjalankan mandat Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan

The post Menyambung Amanah Global Muhammadiyah: Langkah Wakil Rektor UM Metro di Muhammadiyah Australia College appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Di balik perjalanan tugas ke Australia, terselip sebuah misi sunyi namun bermakna. Muhammad Ihsan Dacholfany, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, tidak sekadar memenuhi undangan akademik. Ia membawa amanah kaderisasi, diplomasi pendidikan, dan internasionalisasi Muhammadiyah yang telah lama dirintis Persyarikatan.

Dalam lawatannya ke Australia, Ihsan Dacholfany menjalankan mandat Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai narasumber pada kegiatan Baitul Arqam, sekaligus mengemban misi kampus Universitas Muhammadiyah Metro dalam penguatan jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama MoU dan MoA.

Di sela agenda resmi tersebut, Ihsan Dacholfany menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, yang diketuai Yudhistira Ardhi, serta Pengurus Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Australia di bawah kepemimpinan Rina Febrina Sarie. Ia juga bertemu dengan Pengurus Ranting Muhammadiyah Queensland, Deni Wahyudi Kurniawan, sebagai bagian dari penguatan ukhuwah diaspora Muhammadiyah.

Silaturahmi itu menemukan maknanya ketika Ihsan Dacholfany berkunjung ke sebuah amal usaha strategis Muhammadiyah yang berdiri jauh dari Tanah Air: Muhammadiyah Australia College (MAC), sekolah Muhammadiyah pertama di luar Indonesia, yang berlokasi di Melton, Melbourne, Victoria, Australia. Di sana, ia bertemu langsung dengan Hamim Jufri, anggota Badan Pembina Harian (BPH) sekaligus Ketua Board of Directors MAC.

 

Sekolah Muhammadiyah di Negeri Kanguru

Didirikan pada 2021 dan mulai beroperasi pada tahun akademik 2022, Muhammadiyah Australia College berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare di wilayah barat Victoria, tepatnya di 1–3 Killarney Drive, Melton. Sekolah ini menyelenggarakan pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan rencana pengembangan jenjang pendidikan yang lebih tinggi di masa mendatang.

MAC mengadopsi Kurikulum Victoria yang diperkaya dengan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah, seperti pembinaan akhlak, tahfidz Al-Qur’an, serta penguatan Bahasa Arab. Integrasi ini menjadikan MAC bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga jembatan diplomasi budaya, sekaligus aset strategis bagi diaspora Indonesia di Australia.

Muhammadiyah bahkan telah menyiapkan visi jangka panjang. Selain lahan di Melton, Persyarikatan telah membeli lahan seluas 10 hektare di Narre Warren untuk pengembangan pusat keunggulan Muhammadiyah di mancanegara.

 

 

Amanah Muktamar dan Jalan Panjang Internasionalisasi

Berdirinya Muhammadiyah Australia College merupakan mandat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar (2015), sebagai bagian dari agenda besar internasionalisasi Muhammadiyah. Setelah Markaz Dakwah dan TK ABA di Kairo Mesir, penguatan PCIM-PCIA, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), hingga berbagai misi kemanusiaan global, MAC hadir sebagai amal usaha pendidikan strategis di luar negeri.

Menurut Hamim Jufri, Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais, yang juga Ketua Tim Pendirian MAC, telah merintis pendirian sekolah ini sejak 2017. Dorongan kuat datang dari warga negara Indonesia yang berdiaspora di Australia dan menginginkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak mereka, tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai keislaman.

“Kelebihan Muhammadiyah Australia College adalah anak-anak belajar dua budaya sekaligus—budaya Indonesia dan budaya Barat. Nilai-nilai luhur tetap terjaga, sambil mereka tumbuh dalam kultur pendidikan Australia,” ungkap Hamim.

Proses pendirian MAC tidak mudah. Selain keterbatasan finansial, PCIM Australia sempat menghadapi penolakan warga setempat dan proses perizinan yang sangat ketat. Hingga akhirnya, MAC memperoleh izin resmi dari VRQA – Department of Education Victoria, menandai pengakuan pemerintah Australia atas keseriusan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan.

 

Dari 36 Murid hingga Ratusan Siswa

Setelah resmi beroperasi pada 21 Desember 2021, MAC memulai langkahnya dengan 36 siswa angkatan pertama, sekitar 20 persen di antaranya keturunan Indonesia. Kini, pada tahun ajaran 2025–2026, jumlah siswa telah melampaui 200 orang, didukung oleh 35 guru dan staf profesional. Seluruh guru wajib memiliki sertifikasi Victorian Institute of Teaching (VIT), sesuai standar pendidikan negara bagian Victoria.

Status MAC sebagai sekolah independen dan ko-edukasi menjadikannya terbuka bagi berbagai latar belakang budaya dan bangsa. Meski kepala sekolah berasal dari Singapura, tata kelola tetap berada di bawah Muhammadiyah, dengan Badan Pembina Harian yang diketuai tokoh nasional PP Muhammadiyah, yakni Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Muhammad Sayuti, M.Ed., Ph.D., dan Dr. Taufiqurrahman.

 

Harapan dan Jembatan Masa Depan

Dalam diskusinya dengan Hamim Jufri, Muhammad Ihsan Dacholfany, yang juga Ketua Forum Pimpinan AIK (FORPIM) PTMA PP Muhammadiyah, menyampaikan harapannya agar mahasiswa PTMA yang berkualitas dapat memperoleh kesempatan magang atau praktik mengajar di Muhammadiyah Australia College.

“Ini akan menjadi pengalaman berharga, tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memahami sistem pendidikan dan budaya Australia,” ujarnya.

Bagi Muhammadiyah, kehadiran MAC bukan sekadar mendirikan sekolah di luar negeri. Ia adalah simbol Islam berkemajuan, wujud dinul tanwir, dan ikhtiar panjang menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat global yang multikultural.

Dari Melton, Melbourne, Muhammadiyah menyalakan lentera pencerahan, membuktikan bahwa pendidikan, nilai, dan peradaban dapat melintasi batas negara, tanpa kehilangan jati diri.

 

M. Ihsan Dacholfany – MELBOURNE, AUSTRALIA.

The post Menyambung Amanah Global Muhammadiyah: Langkah Wakil Rektor UM Metro di Muhammadiyah Australia College appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Wakil Rektor UM Metro Jadi Narasumber Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia https://ummetro.id/wakil-rektor-um-metro-jadi-narasumber-baitul-arqam-muhammadiyah-di-australia/ Mon, 29 Dec 2025 07:12:32 +0000 https://ummetro.id/?p=154714 Australia – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan jejaring dan dakwah global Muhammadiyah. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany, mendapat amanah sebagai narasumber pada kegiatan Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia. Penugasan tersebut diberikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader

The post Wakil Rektor UM Metro Jadi Narasumber Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Australia – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan jejaring dan dakwah global Muhammadiyah. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany, mendapat amanah sebagai narasumber pada kegiatan Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia.

Penugasan tersebut diberikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), berdasarkan surat permohonan dari Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Yudhistira Adhi Nugraha, S.T., M.B.A., tertanggal 11 November 2025 di Brisbane. Surat tersebut kemudian diajukan kepada Rektor UM Metro untuk memperoleh izin penugasan resmi.

Setelah melalui proses administrasi yang difasilitasi oleh panitia MPKSDI PP Muhammadiyah, Muhammad Ihsan Dacholfany memperoleh visa dari Pemerintah Australia yang berlaku mulai 11 Desember 2025 hingga 11 Desember 2030, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional tersebut.

Kegiatan Baitul Arqam ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil., M.PA. (Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah), Muamaroh, Ph.D., Dr. Endy Syaiful Alim, serta Velandani Parkoso, M.IP. Kegiatan berlangsung selama 22–24 Desember 2025 dengan tema “Filantropi untuk Dakwah Global”, bertempat di Gold Coast Recreation Precinct, North Palm Beach, Queensland, Australia.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ihsan Dacholfany yang juga Ketua MPKSDI Wilayah Lampung sekaligus Instruktur Nasional menyampaikan materi “Amal Usaha Muhammadiyah dan Dakwah Global” pada kelompok materi Kepemimpinan dan Organisasi.

Dalam pernyataannya, Muhammad Ihsan Dacholfany menegaskan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan instrumen strategis Persyarikatan dalam menjalankan dakwah berkemajuan di tingkat global.

“Amal Usaha Muhammadiyah merupakan ikhtiar dakwah Persyarikatan untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam guna terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. AUM dijalankan sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi, serta tetap independen dari kepentingan politik praktis,” ujar Ihsan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dakwah global Muhammadiyah dilakukan melalui pendekatan dialogis, kultural, dan kemanusiaan sebagai wujud Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Dakwah global Muhammadiyah menuntut kepemimpinan yang visioner, kemampuan manajemen organisasi lintas budaya, serta penguatan jejaring internasional tanpa kehilangan identitas ideologis Persyarikatan. Melalui Baitul Arqam ini, diharapkan kader Muhammadiyah di Australia memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat dan adaptif terhadap tantangan global,” tambahnya.

Partisipasi UM Metro dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat internasional dan promosi institusi, sekaligus mendukung penguatan kerja sama internasional melalui agenda penandatanganan MoU dan MoA, serta berkontribusi pada peningkatan mutu dan daya saing universitas di tingkat global.

The post Wakil Rektor UM Metro Jadi Narasumber Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>