PELITA UM Metro Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/pelita-um-metro/ Solusi Sukses Masa Depan Thu, 11 Jun 2026 04:38:12 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png PELITA UM Metro Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/pelita-um-metro/ 32 32 UM Metro Perkuat Pembelajaran Inklusif melalui Pelatihan Teknologi Asistif dan Pemahaman Karakteristik Disabilitas https://ummetro.id/pelatihan-pembelajaran-inklusif-um-metro/ Thu, 11 Jun 2026 04:36:10 +0000 https://ummetro.id/?p=155820 Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melalui Unit Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi (PELITA) menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Pembelajaran melalui Pemanfaatan Teknologi Asistif dan Pemahaman Karakteristik Pembelajaran bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas” pada Rabu (10/6/2026) di Aula Fakultas Kedokteran UM Metro. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, ketua program studi, tenaga kependidikan, serta volunteer pendamping mahasiswa disabilitas di

The post UM Metro Perkuat Pembelajaran Inklusif melalui Pelatihan Teknologi Asistif dan Pemahaman Karakteristik Disabilitas appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melalui Unit Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi (PELITA) menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Pembelajaran melalui Pemanfaatan Teknologi Asistif dan Pemahaman Karakteristik Pembelajaran bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas” pada Rabu (10/6/2026) di Aula Fakultas Kedokteran UM Metro. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, ketua program studi, tenaga kependidikan, serta volunteer pendamping mahasiswa disabilitas di lingkungan UM Metro.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusif, yaitu Ro’fah, S.Ag., M.A., Ph.D. dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga yang hadir secara daring serta Tri Utami, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Lampung.

Ketua Unit PELITA UM Metro, Sangidatus Sholiha, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan inklusif merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga diperlukan kesiapan institusi dalam menyediakan layanan pendidikan yang ramah, aksesibel, dan mendukung keberhasilan belajar seluruh mahasiswa.

“Pendidikan inklusif merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para volunteer untuk menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar inklusif,” ujarnya.

Sangidatus menjelaskan bahwa hingga saat ini UM Metro terus mengembangkan berbagai layanan pendukung bagi mahasiswa penyandang disabilitas, antara lain layanan konseling, layanan psikologi klinis, fisioterapi, asesmen bagi calon mahasiswa baru penyandang disabilitas, serta pelatihan bahasa isyarat dasar bagi volunteer pendamping.

Saat ini terdapat 14 mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan di UM Metro dengan berbagai ragam disabilitas, baik fisik, mental, maupun intelektual. Selain itu, pada tahun akademik 2026 UM Metro juga menerima seorang mahasiswa penyandang disabilitas tunarungu yang akan menempuh pendidikan pada Program Studi D-III Sistem Informasi.

Sementara itu, Wakil Rektor III UM Metro, Dr. Ir. Eva Rolia, S.T., M.T., M.KM., dalam sambutannya menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Metro untuk terus mengembangkan kampus yang inklusif dan ramah bagi seluruh mahasiswa.

“UM Metro berkomitmen menjadi kampus yang inklusif, di mana setiap mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi terbaiknya,” tegas Eva Rolia.

Dalam kesempatan tersebut, Eva Rolia juga membagikan pengalamannya saat menempuh studi doktoral dan bekerja bersama mahasiswa penyandang autisme yang memiliki kemampuan luar biasa dalam pengembangan perangkat lunak dan pemodelan matematika. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat berkembang secara optimal apabila memperoleh dukungan dan lingkungan belajar yang tepat.

Menurutnya, mewujudkan kampus inklusif tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga mencakup penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung aksesibilitas bagi seluruh civitas akademika. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dosen melalui pelatihan seperti ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusif di perguruan tinggi.

Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik berbagai ragam disabilitas, strategi pembelajaran yang adaptif, serta pemanfaatan teknologi asistif yang dapat membantu mahasiswa penyandang disabilitas mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Metro dalam memperkuat budaya kampus yang inklusif, ramah disabilitas, dan berkeadilan. Ke depan, melalui Unit PELITA, UM Metro juga akan mengembangkan berbagai program pendukung, termasuk kelas pra-kuliah bagi mahasiswa penyandang disabilitas guna membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan akademik, memahami budaya kampus, meningkatkan kesiapan belajar, serta membangun komunikasi yang lebih efektif sebelum memasuki perkuliahan.

Melalui kegiatan ini, UM Metro berharap semakin banyak dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pembelajaran inklusif, sehingga setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berpartisipasi, berprestasi, dan menyelesaikan studi dengan baik. Dengan demikian, UM Metro terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai-nilai inklusivitas, kesetaraan, dan keberagaman dalam dunia pendidikan.

The post UM Metro Perkuat Pembelajaran Inklusif melalui Pelatihan Teknologi Asistif dan Pemahaman Karakteristik Disabilitas appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
PELITA UM Metro Lakukan Asesmen bagi Calon Mahasiswa Disabilitas Tuna Rungu Wicara https://ummetro.id/pelita-um-metro-lakukan-asesmen-bagi-calon-mahasiswa-disabilitas-tuna-rungu-wicara/ Wed, 22 Apr 2026 04:02:20 +0000 https://ummetro.id/?p=155528 Metro – Universitas Muhammadiyah Metro melalui PELITA (Pusat Layanan Disabilitas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif dengan melaksanakan asesmen bagi calon mahasiswa disabilitas tuna rungu wicara, Desya Milani Abdiva, pada Selasa (21/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penerimaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pemetaan kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh. Asesmen dilaksanakan

The post PELITA UM Metro Lakukan Asesmen bagi Calon Mahasiswa Disabilitas Tuna Rungu Wicara appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro – Universitas Muhammadiyah Metro melalui PELITA (Pusat Layanan Disabilitas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif dengan melaksanakan asesmen bagi calon mahasiswa disabilitas tuna rungu wicara, Desya Milani Abdiva, pada Selasa (21/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penerimaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pemetaan kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh.

Asesmen dilaksanakan oleh tim PELITA yang dipimpin oleh Ketua PELITA, Ibu Sangidatus Sholiha, M.Pd., bersama anggota tim yaitu Ibu Hapy Ardia Viandaru Siamy, M.Fis., Ibu Ira Vahlia, M.Pd., serta Ibu Ftr. Al Um Aniswatun Khasanah, M.Fis. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan volunteer PELITA yang telah dibekali kemampuan dasar bahasa isyarat serta pemahaman disability awareness, yaitu Lintang Zahrotussani dan Refinia Amanda, yang turut membantu kelancaran proses komunikasi selama asesmen berlangsung.

Proses asesmen dan skrining dilakukan secara komprehensif melalui wawancara dan observasi yang melibatkan calon mahasiswa dan orang tua. Tim melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek penting, seperti kemampuan komunikasi mahasiswa, baik melalui bahasa isyarat maupun bentuk komunikasi lain yang digunakan sehari-hari. Selain itu, dukungan orang tua juga menjadi perhatian utama karena berperan penting dalam keberhasilan studi mahasiswa di perguruan tinggi.

Lebih lanjut, asesmen juga mencakup kesiapan akademik awal berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya, tingkat kemandirian mahasiswa dalam belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari, serta kondisi psikososial dan motivasi dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Tim juga mengidentifikasi kebutuhan layanan khusus yang diperlukan, seperti pendamping belajar, penerjemah bahasa isyarat, serta adaptasi media pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik mahasiswa.

Melalui tahapan asesmen ini, Universitas Muhammadiyah Metro memastikan bahwa setiap calon mahasiswa disabilitas yang diterima tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memperoleh dukungan layanan yang tepat dan berkelanjutan. Ketua PELITA menyampaikan bahwa proses ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua mahasiswa.

“Kami berkomitmen untuk tidak sekadar menerima, tetapi juga mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan belajar mahasiswa disabilitas agar mereka dapat berkembang secara optimal di lingkungan akademik,” ujarnya.

Dengan adanya keterlibatan tim ahli dan volunteer yang telah terlatih, kegiatan asesmen ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kampus yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Universitas Muhammadiyah Metro pun terus membuka peluang seluas-luasnya bagi calon mahasiswa disabilitas untuk mengakses pendidikan tinggi dengan dukungan yang terencana dan berkelanjutan.

The post PELITA UM Metro Lakukan Asesmen bagi Calon Mahasiswa Disabilitas Tuna Rungu Wicara appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro Resmikan Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (Unit Pelita) https://ummetro.id/um-metro-resmikan-pusat-edukasi-dan-layanan-inklusi-terpadu-unit-pelita/ Wed, 24 Sep 2025 02:37:57 +0000 https://ummetro.id/?p=154113 UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro resmi meluncurkan Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (Unit Pelita – UM Metro) sebagai wujud nyata komitmen universitas dalam menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi semua kalangan. Acara peresmian yang digelar di Aula Gedung AR Fachrudin, Kampus 1 UM Metro, pada Selasa (23/9), mengusung tema

The post UM Metro Resmikan Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (Unit Pelita) appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro resmi meluncurkan Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (Unit Pelita – UM Metro) sebagai wujud nyata komitmen universitas dalam menciptakan pendidikan tinggi yang inklusif, ramah, dan berkeadilan bagi semua kalangan.

Acara peresmian yang digelar di Aula Gedung AR Fachrudin, Kampus 1 UM Metro, pada Selasa (23/9), mengusung tema “Memperkuat Peran Sivitas Akademika dalam Mendukung Mahasiswa Difabel.” Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro, Dr. Muhtar Hadi, M.Si., Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., jajaran pimpinan universitas, perwakilan lembaga terkait, serta para mahasiswa.

Peluncuran Unit Pelita diawali dengan laporan dari Ketua Unit Pelita UM Metro, Sangidatus Sholiha, M.Pd., yang memaparkan bahwa pusat ini dihadirkan untuk memberikan ruang layanan dan edukasi yang ramah bagi mahasiswa difabel, sehingga mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara dengan mahasiswa lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Unit Pelita menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem kampus yang berpihak pada seluruh civitas akademika tanpa terkecuali. Menurutnya, UM Metro berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang ramah dan adil bagi semua.

“UM Metro ingin menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang ramah bagi semua kalangan. Unit Pelita hadir sebagai wujud kepedulian dan komitmen universitas terhadap pendidikan inklusif,” ungkapnya.

Acara peluncuran semakin semarak dengan beragam penampilan inspiratif. Selain seni pencak silat dan musik angklung persembahan dari Komunitas Peduli Autis Lampung yang berhasil memukau para peserta. Kehadiran mereka menjadi simbol pentingnya ruang ekspresi yang setara bagi seluruh anak bangsa, sekaligus menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang patut dirayakan bersama.

Selain penampilan seni, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pemaparan materi oleh para narasumber berkompeten. Dr. Muya Barida, M.Pd., dari Universitas Ahmad Dahlan, menyampaikan materi mengenai peran sivitas akademika dalam mendukung mahasiswa disabilitas. Sementara itu, Dianawati, S.ST membawakan materi tentang Disability Awareness atau kesadaran terhadap disabilitas. Diskusi interaktif yang dipandu para moderator memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya pendidikan yang berpihak pada semua kalangan.

Kehadiran Unit Pelita mendapat apresiasi dari Ketua BPH UM Metro, Dr. Muhtar Hadi, M.Si., yang menekankan bahwa universitas harus terus mengembangkan inovasi layanan pendidikan agar semakin ramah, adil, dan inklusif. Unit ini diharapkan mampu melahirkan berbagai program, penelitian, dan kegiatan pengabdian yang bermanfaat, tidak hanya bagi mahasiswa UM Metro, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Dengan berdirinya Unit Pelita, UM Metro meneguhkan diri sebagai kampus profetik profesional yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta kepedulian sosial. Ke depan, UM Metro berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam menggerakkan pendidikan inklusif di Indonesia.

The post UM Metro Resmikan Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (Unit Pelita) appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>