pendidikan sejarah Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/pendidikan-sejarah/ Solusi Sukses Masa Depan Fri, 06 Mar 2026 01:35:35 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png pendidikan sejarah Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/pendidikan-sejarah/ 32 32 Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE 2026 https://ummetro.id/workshop-kurikulum-obe-um-metro-2026/ Fri, 06 Mar 2026 01:35:35 +0000 https://ummetro.id/?p=155268 Metro – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026 pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Sejarah tersebut diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro. Workshop yang dimulai pukul 13.00 WIB ini

The post Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE 2026 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026 pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Pendidikan Sejarah tersebut diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro.

Workshop yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam melakukan peninjauan dan penguatan kurikulum secara berkala. Langkah tersebut dilakukan agar kurikulum tetap responsif terhadap dinamika kebijakan pendidikan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja di era digital.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Dr. Johan Setiawan, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tahun 2026 difokuskan pada penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan profil lulusan yang adaptif terhadap tantangan global.

Menurutnya, lulusan Pendidikan Sejarah harus mampu mengintegrasikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dengan literasi digital serta kemampuan berpikir kritis-historis.

“Pengembangan kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap mata kuliah berkontribusi secara jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Struktur kurikulum harus dirancang secara konstruktif dan terukur agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan pendidikan sejarah di era digital,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber utama Riswanto, M.Pd.Si., yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Aktivitas Instruksional (P3AI) UM Metro periode 2022–2025.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep dasar Outcome-Based Education (OBE), tahapan penyusunan kurikulum berbasis OBE, serta strategi penyelarasan antara CPL, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Ia juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah, termasuk pemanfaatan learning management system, media digital interaktif, serta pendekatan student-centered learning untuk meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, pembelajaran sejarah di abad ke-21 tidak hanya berfokus pada penyampaian fakta, tetapi juga harus mampu mengembangkan kemampuan analitis, interpretatif, dan reflektif mahasiswa dalam memahami peristiwa sejarah.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis. Para dosen memberikan berbagai masukan konstruktif, mulai dari penyempurnaan struktur dan distribusi mata kuliah, penguatan mata kuliah berbasis riset dan pengabdian, hingga inovasi metode evaluasi pembelajaran yang selaras dengan prinsip OBE.

Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan standar nasional pendidikan tinggi serta tuntutan perkembangan pendidikan di era digital.

Kurikulum yang dikembangkan diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten sebagai pendidik sejarah, tetapi juga visioner, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan di tingkat lokal maupun nasional.

The post Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE 2026 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Pelatihan Tour Guide (LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) Prodi Pendidikan Sejarah tahun 2025 https://ummetro.id/pelatihan-tour-guide-lokakarya-pencapaian-profil-lulusan-mahasiswa-prodi-pendidikan-sejarah-tahun-2025/ Sat, 11 Oct 2025 03:42:43 +0000 https://ummetro.id/?p=154192 Metro, 06/10/2025 – Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro melakukan Kegiatan Pelatihan Tour Guide (Workshop Tour Guide/LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) pada hari Sabtu, 4 Oktober 2025. Kegiatan ini di ikuti oleh 40 orang peserta dari Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Acara ini dilaksnakan di hari Sabtu, 4 Oktober 2025 dengan menghadirkan pemateri dari Kaprodi Pendidikan Sejarah

The post Pelatihan Tour Guide (LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) Prodi Pendidikan Sejarah tahun 2025 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro, 06/10/2025 – Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro melakukan Kegiatan Pelatihan Tour Guide (Workshop Tour Guide/LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) pada hari Sabtu, 4 Oktober 2025. Kegiatan ini di ikuti oleh 40 orang peserta dari Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Acara ini dilaksnakan di hari Sabtu, 4 Oktober 2025 dengan menghadirkan pemateri dari Kaprodi Pendidikan Sejarah Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd, Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ibu Siti Rogayati Seprita, S.Pd., MM dan dari Komunitas Metro Walkingtour Dimas Setiawan, S.Pd.

 

Kegiatan selanjutnya praktik menjadi Tour Guide yang di pandu oleh Dimas Setiawan, S.Pd selaku Tour Guide Rumah Informasi Sejarah Dokterswoning. Menurut Pemandu Dimas Setiawan, antusias dari Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah sangat tinggi saat mempraktikkan menjadi Tour Guide, harapannya mereka nantinya bisa menjadi Tour Guide sesungguhnya.

Senada yang di sampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro, Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd, kegiatan Pelatihan Tour Guide, merupakan kegiatan yang bertujuan mewujudkan Profil Lulusan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, yaitu menjadi Historiopreneurship. Mahasiswa program studi pendidikan sejarah tidak hanya di siapkan menjadi calon pendidik, namun lebih luas lagi. Bisa menjadi Peneliti Muda Pendidikan Sejarah dan bisa menjadi Historiopreneurship.

The post Pelatihan Tour Guide (LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) Prodi Pendidikan Sejarah tahun 2025 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Prodi Pendidikan Sejarah Laksanakan Pelatihan Tour Guide (LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) https://ummetro.id/prodi-pendidikan-sejarah-laksanakan-pelatihan-tour-guide-lokakarya-pencapaian-profil-lulusan-mahasiswa/ Mon, 14 Oct 2024 03:09:37 +0000 https://ummetro.id/?p=150894 Metro, 06 Oktober 2024 – Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro melakukan Kegiatan Pelatihan Tour Guide (Walking Tour & Workshop Tour Guide/LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) pada hari Jum’at-Sabtu, 4-5 Oktober 2024. Kegiatan ini di ikuti oleh 62 orang peserta dari Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Acara ini dimulai dengan kegiatan Walking Tour di hari Jum’at sore,

The post Prodi Pendidikan Sejarah Laksanakan Pelatihan Tour Guide (LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Metro, 06 Oktober 2024 – Program Studi Pendidikan Sejarah UM Metro melakukan Kegiatan Pelatihan Tour Guide (Walking Tour & Workshop Tour Guide/LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) pada hari Jum’at-Sabtu, 4-5 Oktober 2024. Kegiatan ini di ikuti oleh 62 orang peserta dari Mahasiswa Pendidikan Sejarah. Acara ini dimulai dengan kegiatan Walking Tour di hari Jum’at sore, setelah itu dilanjutkan di hari Sabtu, dengan menghadirkan pemateri dari Kaprodi Pendidikan Sejarah Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd dan Tim Ahli Cagar Budaya Kota Metro Bapak Dr. Oki Hajiansyah Wahab, M.H.

Kegiatan selanjutnya praktik menjadi Tour Guide yang di pandu oleh Dimas Setiawan, selaku Tour Guide Rumah Informasi Sejarah Dokterswoning. Menurut Pemandu Dimas Setiawan, antusias dari Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah sangat tinggi saat mempraktikkan menjadi Tour Guide, harapannya mereka nantinya bisa menjadi Tour Guide sesungguhnya.

Senada yang di sampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro, Bapak Dr. Johan Setiawan, M.Pd, kegiatan Pelatihan Tour Guide, merupakan kegiatan yang bertujuan mewujudkan Profil Lulusan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, yaitu menjadi Praktisi Wisaja Kesejarahan (Historiopreneurship). Mahasiswa program studi pendidikan sejarah tidak hanya di siapkan menjadi calon pendidik, namun lebih luas lagi. Bisa menjadi Peneliti Muda Pendidikan Sejarah dan bisa menjadi Historiopreneurship.

The post Prodi Pendidikan Sejarah Laksanakan Pelatihan Tour Guide (LokaKarya Pencapaian profil Lulusan Mahasiswa) appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro Kupas Pengembangan Pembelajaran Digital Hybrid Learning https://ummetro.id/prodi-pendidikan-sejarah-um-metro-kupas-pengembangan-pembelajaran-digital-hybrid-learning/ Thu, 24 Aug 2023 02:33:15 +0000 https://ummetro.id/?p=137799 Guna meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi dan memperkuat koneksi serta kesesuaian antara alumni perguruan tinggi dan permintaan tenaga kerja pada era industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah melaksanakan deregulasi dalam sektor pendidikan tinggi. Langkah deregulasi ini bertujuan untuk memberikan mandiri serta kemerdekaan bagi institusi pendidikan tinggi, sambil membebaskan proses birokrasi

The post Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro Kupas Pengembangan Pembelajaran Digital Hybrid Learning appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Guna meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi dan memperkuat koneksi serta kesesuaian antara alumni perguruan tinggi dan permintaan tenaga kerja pada era industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah melaksanakan deregulasi dalam sektor pendidikan tinggi. Langkah deregulasi ini bertujuan untuk memberikan mandiri serta kemerdekaan bagi institusi pendidikan tinggi, sambil membebaskan proses birokrasi terutama dalam urusan akreditasi. Tambahan pula, mahasiswa juga diberi keleluasaan untuk mengejar disiplin ilmu sesuai minat mereka dalam aktivitas belajar.

Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Muhammadiyah Metro telah mengadakan workshop pengembangan dan penyelenggaraan pembelajaran digital bagi para dosen. Workshop yang berlangsung selama dua hari bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang metode-metode terbaru dalam pengajaran berbasis teknologi kepada para dosen.

Dalam workshop ini, para dosen dari FKIP UM Metro dan juga tamu undangan dari Universitas lain UIN Raden Intan, STKIP PGRI, Universitas Lampung, diajak untuk berinteraksi dan berdiskusi mengenai strategi efektif dalam mendesain kurikulum digital, memanfaatkan platform pembelajaran virtual, serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya online. Para ahli pendidikan digital seperti Dr. Nurul Hidayat, M.Kom, dan Pujianto, M.Kom, diundang sebagai Pemateri untuk berbagi wawasan mengenai teknologi-teknologi terkini yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si, mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam menghadapi perkembangan era digital di dunia pendidikan. Beliau menyatakan, “Kami percaya bahwa dengan memanfaatkan teknologi dengan baik, pengalaman belajar para mahasiswa dapat ditingkatkan secara signifikan. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin digital.”

Para peserta workshop merasa antusias dengan kesempatan ini, karena mereka mendapatkan wawasan baru dan keterampilan praktis untuk mengadaptasi pembelajaran mereka ke dalam bentuk yang lebih interaktif dan relevan dengan generasi mahasiswa saat ini. Dengan pengajaran yang lebih inklusif dan inovatif. Para dosen Prodi Pendidikan Sejarah berharap dapat terus memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Dengan berakhirnya workshop ini, para peserta diharapkan dapat mengintegrasikan konsep-konsep pembelajaran digital yang mereka pelajari ke dalam rencana pembelajaran mereka, memastikan bahwa penggunaan teknologi akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses pembelajaran.

 

 

 

The post Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro Kupas Pengembangan Pembelajaran Digital Hybrid Learning appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung-Palembang dan Fond Muhadjirin Kolonisatie 1941 https://ummetro.id/konferensi-muhammadiyah-daerah-lampung-palembang-dan-fond-muhadjirin-kolonisatie-1941/ Tue, 14 Dec 2021 04:07:23 +0000 https://ummetro.id/?p=14203 Opini UM Metro – Di tengah aktivitas mengajar akhir tahun 2021 saya mendapatkan tawaran Majalah Suara Muhammadiyah (Soeara Muhammadijah) terbitan Tahun 1941 dari seorang teman di facebook. Sebagai pecinta sejarah ketika ditawarkan majalah Suara Muhammadiyah yang usianya cukup lama tentu memiliki keinginan besar untuk memilikinya walaupun harga yang ditawarkan cukup mahal. Lagi pula secara emosional saya

The post Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung-Palembang dan Fond Muhadjirin Kolonisatie 1941 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Opini UM Metro – Di tengah aktivitas mengajar akhir tahun 2021 saya mendapatkan tawaran Majalah Suara Muhammadiyah (Soeara Muhammadijah) terbitan Tahun 1941 dari seorang teman di facebook. Sebagai pecinta sejarah ketika ditawarkan majalah Suara Muhammadiyah yang usianya cukup lama tentu memiliki keinginan besar untuk memilikinya walaupun harga yang ditawarkan cukup mahal. Lagi pula secara emosional saya bekerja pada amal usaha milik Muhammadiyah cukup tertarik mengumpulkan, menelusuri berbagai sumber terkait dengan Muhammadiyah. Awalnya belum terbanyangkan mengenai isi dari majalah Suara Muhammadiyah tahun 1941, yang jelas dengan sudah memilikinya saja merupakan suatu hal yang istimewa ditengah sulitnya mencari sumber-sumber sejarah tentang Muhammadiyah di daerah Lampung.

Rupanya majalah suara Muhammadiyah tahun 1941 dijilid rapi dengan sampul hardcover. Isinya terdiri terdiri dari 12 buah majalah. Suara Muhammadiyah masa itu terbit setiap bulan dimulai bulan Februari 1941 sampai dengan Januari 1942. Setelah dibuka isinya banyak mengulas mengenai laporan kegiatan dari berbagai daerah Muhammadiyah, disamping kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Muhammadiyah pusat.

Ketika suara Muhammadiyah 1941 sudah diterima hal pertama yang dicari adalah berita kegiatan Muhammadiyah di Lampung. Tentu ini menjadi perioritas saya sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah di Lampung. Sungguh kegembiraan luar biasa dari hasil penelusuran ini ditemukan beberapa tema terkait kegiatan Muhammadiyah di Lampung. Berita Kegiatan itu terkait konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang ke-10 yang dilaksanakan di Negara Batin Teluk Semangka. Kemudian ada juga pemberitaan mengenai Fonds Muhadjirin Kolonisasi.

Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang

Mengenai pemberitaan Muhammadiyah di Lampung dalam majalah Muhammadiyah tahun 1941 yakni pertama Muhammadiyah Lampung tahun 1941 masih bergabung dengan daerah Palembang nama resminya adalah Muhammadiyah daerah Lampung dan Palembang. Kedua, tahun itu Lampung menjadi tuan rumah dilaksanakannya konferensi Muhammadiyah daerah yakni Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang tahun 1941 tepatnya diadakan di Negara Batin, Teluk Semangka (saat ini masuk wilayah Kabupaten Tanggamus).

Ketiga, Konferensi Muhammadiyah daerah Lmapung Palembang di Negara Batin merupakan konferensi ke-10, Konferensi dilakukan mulai pada hari Sabtu tanggal 19 juli 1941 sampai dengan 24 Juli 1941. Jika berpegang pada berita Suara Muhamamdiyah ini (Suara Muhammadiyah Nomor 9 Terbit Bulan Oktober 1941) dan asumsi Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang dilakukan setahun sekali berarti Muhammadiyah di Lampung dan Palembang telah melaksanakan konferensi sejak tahun 1932. Tentu masih belum kuat untuk mengatakan bahwa Muhammadiyah di Lampung dan Palembang terbentuk pada tahun 1932. Perlu data yang lain untuk lebih menyakinkan asumsi ini.

Keempat, pada konferensi Muhammadiyah daerah Lampung dan Palembang yang dilaksanakan di Negara Batin 1941 secara bersamaan juga dilakukan konferensi Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah daerah, walaupun cakupan wilayah pemuda Muhammadiyah lebih luas lagi yakni meliputi Lampung, Palembang dan Bangka. Ringkasan laporan kegiatan konferensi tersebut termuat pada suara Muhammadiyah nomor 9 dan 10 terbitan tahun 1941.

Fond Muhadjirin Kolonisasi: Upaya Dakwah Muhammadiyah di Lampung Sebelum Kemerdekaan 

Berita yang lainnya terkait dengan eksistensi Muhammadiyah di Lampung adalah adanya Muhammadiyah pusat terkait sokongan/iuran untuk Fonds Muhajirin Kolonisasi (Fonds Muhadjirin Kolonisatie). Pada buku Metro Tempo dulu: Sejarah Metro Era Kolonisasi 1935-1940 disebutkan bahwa Muhammadiyah dalam pertemuannya di Solo tahun 1938 membahas dengan serius mengenai pergerakan missi (Kristenisasi) di wilayah kolonisasi Lampung. Bahkan pada halaman 110 buku tersebut menuliskan data bersumber pada koran harisan Bataviaasch Niewsblaad bahwa peserta dari pertemuan di Solo tersebut hadir pula perwakilan dari Lampung.

Namun demikian mengani realisasi dukungan untuk memberangkatkan para Mubalighin Muhammadiyah ke daerah kolonisasi terbentuk pada kongres Muhammadiyah ke- 27 di Malang tahun 1938. Salah satu putusan kongres mengatakan bahwa perlu adanya sokongan untuk syiar islam di tanah kolonisasi dengan membentuk Fonds Muhadjirin Kolonisasi. Setiap warga Muhammadiyah wajib memberikan sokongan sebesar f 0,10 (sepuluh sen).


Gambar. Daftar nama grup dan cabang Muhammadiyah yang telah memberikan sokongan Fonds Muhajirin Kolonisasi. Sumber: Suara Muhammadiyah Nomor 5 tahun 1941.

Sementara itu daerah kolonisasi sebagai penempatan para Mubaligh yang dikirimkan Muhammadiyah telah diatur sedemikian rupa. Grup/ranting yang berdekatan dengan wilayah kolonisasi telah dikoordinasikan sehingga hal-hal yang berkaitan dengan fonds muhajirin kolonisasi terlaksana dengan baik. Dalam konferensi yang dilakukan beberapa hari di Negara Batin telah ditentukan grup/ranting yang akan menangani terkait Mubaligh Koloniasasi. Diantara tempat tujuan mubaligh kolonisasi adalah sebagai berikut:

Tabel. Daerah Tujuan Mubaligh Koloniasasi di Wilayah Lampung-Palembang

No. Daerah Tujuan Pos
1. Wonosobo Kolonisasi Kota Agung
2. Negeri Agung Kota Agung
3. Way Kerap Kota Agung
4. Dadi Rejo Kota Agung
5. Talang Padang Talang Padang
6. Banjar Negeri Talang Padang
7. Gedong tataan Gedong Tataan
8. Kota Bumi Kota Bumi
9. Kota Napal Negara Ratu
10. Metro Metro
11. Martapura Martapura

Sumber. Majalah Suara Muhammadiyah Nomor 9 bulan Oktober 1941

Sebelas daerah tujuan Mubaligh Kolonisasi disepakati dalam Konferensi Negara Batin. Muhammadiyah Daerah Lampung menjadi kepanjangan tangan dari Majelis Tabligh Muhammadiyah untuk mengurus pendistribusian Mubaligh Muhajirin Kolonisasi. Sementara itu mengenai pelaporan kegiatan Mubaligh Muhajirin sebagai penyiaran Islam ditanah koloniasasi diserahkan kepada grup/ranting Muhammadiyah Metro.

Mengenai apa yang dibicarakan dalam Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang tahun 1941 akan diulaskan pada tulisan selanjutnya. Semoga tilisan ini bermanfaat untuk bahan refleksi perjalanan bermuhammadiyah kita.

Penulis: Kuswono (Dosen Pendidikan Sejarah UM Metro)

The post Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung-Palembang dan Fond Muhadjirin Kolonisatie 1941 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Sambut HUT RI ke-76, Himas UM Metro Gelar Obras Semangat Generasi Muda https://ummetro.id/sambut-hut-ri-ke-76-himas-um-metro-gelar-obras-semangat-generasi-muda/ Mon, 16 Aug 2021 22:44:19 +0000 https://ummetro.id/?p=13602 UM Metro – Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himas) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro gelar acara Obrolan Seputar Sejarah (Obras), yang dilaksanakan secara virtual dengan tema “Bangkitkan Semangat Generasi Muda, Merah Putih Dalam Dada” pada Ahad (15/08/2021). Kegiatan dipandu Gita Pratiwi dengan menghadirkan Johan Setiawan, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri. Ketua umum Himas Shofiyurrahman dalam sambutannya mengajak peserta untuk

The post Sambut HUT RI ke-76, Himas UM Metro Gelar Obras Semangat Generasi Muda appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himas) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro gelar acara Obrolan Seputar Sejarah (Obras), yang dilaksanakan secara virtual dengan tema “Bangkitkan Semangat Generasi Muda, Merah Putih Dalam Dada” pada Ahad (15/08/2021).

Kegiatan dipandu Gita Pratiwi dengan menghadirkan Johan Setiawan, S.Pd., M.Pd. sebagai pemateri.

Ketua umum Himas Shofiyurrahman dalam sambutannya mengajak peserta untuk bersiap diri dari segala aspek.

“Jadikanlah pandemi ini sebagai tempat untuk mempersiapkan diri dari segalanya dengan cara kita ubah pemikiran-pemikiran serta jadikanlah pandemi ini untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Shofiyurrahman.

Ia juga mengimbau peserta untuk menjadikan pandemi Covid-19 sebagai bahan untuk berintrospeksi diri.

“Boleh, kita mundur satu langkah untuk berlari lebih jauh,” ujarnya Shofiyurrahman.

Sementara Johan yang juga dosen Pendidikan Sejarah UM Metro menyampaikan makna kemerdekaan yang perlu disadari generasi muda.

“Kemerdekaan sebagai pemersatu bangsa artinya kemerdekaan Indonesia adalah bagaimana menghilangkan perselisihan dan membangun persatuan satu sama lain,” kata Johan.

Johan juga mengajak untuk mewujudkan semangat kemerdekaan, generasi muda hendaknya menghargai Sejarah.

“Sebagai generasi muda justru wajib tahu bagaimana sejarah bangsa, karena melalui sejarah kita tahu bagaimana perjuangan dan arahan cermin kemajuan bangsa dengan melanjutkan perjuangan di era masa kini,” tambahnya.

Peserta Obras kali terdiri dari mahasiswa Pendidikan Sejarah UM Metro dan umum. Selain itu dihadiri juga oleh Kaprodi Pendidikan Sejarah dan dosen di lingkungan Progam Studi Pendidikan Sejarah UM Metro.

The post Sambut HUT RI ke-76, Himas UM Metro Gelar Obras Semangat Generasi Muda appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro Ajak Ramaikan Kembali Riset Tentang Lampung Melalui Webinar https://ummetro.id/prodi-pendidikan-sejarah-um-metro-ajak-ramaikan-kembali-riset-tentang-lampung-melalui-webinar/ Tue, 25 May 2021 10:38:14 +0000 https://ummetro.id/?p=13202 UM Metro – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro adakan webinar dengan tema “Meramaikan Kembali Riset-Riset Tentang Lampung” pada senin (24/05/2021). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Achyani, M.Si. kepala LPPM Universitass Muhammadiyah Metro, Arman AZ Sejarawan Publik, Bahtiar Afwan, M.Pd. dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro

The post Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro Ajak Ramaikan Kembali Riset Tentang Lampung Melalui Webinar appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro adakan webinar dengan tema “Meramaikan Kembali Riset-Riset Tentang Lampung” pada senin (24/05/2021).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Achyani, M.Si. kepala LPPM Universitass Muhammadiyah Metro, Arman AZ Sejarawan Publik, Bahtiar Afwan, M.Pd. dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro dan dimoderatori Kian Amboro, M.Pd.

Wakil Rektor Bidang AIK dan Kerja Sama Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed. menerangkan di zaman seperti sekarang sangat penting sekali untuk menulis di mana era online seperti sekarang peneliti, dosen dan mahasiswa harus menulis agar tidak hilang di telan zaman.

“Jika seorang peneliti itu tidak menulis apalagi mempublikasikan itu akan digerus oleh zaman, maka dari itu entah dosen, mahasiswa ataupun peneliti itu harus menulis. Mengapa dia harus menulis karena saat dia mati nanti tulisannya akan menjadi sejarah dan jika baik akan menjadi amal jariyah,” ujar Dr. Ihsan.

Sementara Kaprodi Pendidikan Sejarah Kuswono, M.Pd. menilai acara ini sangat penting mengingat riset-riset tentang Lampung masih sangat jarang, apa lagi di zaman sekarang tema-tema terkait sejarah lokal sangat diminati.

“Penting kaitannya kita membahas tentang riset-riset Lampung untuk saat ini, terkait dalam pembelaan sejarah saat ini sedang marak tema-tema terkait sejarah lokal. Maka dari itu masyarakat Lampung penting untuk membahas ini. Webinar ini merupakan proses kembali bangun riset-riset terkait Lampung tunjukan bahwa Lampung memiliki peran yang besar,” ujar Kuswono.

Acara ini didukung oleh komunitas Penggiat Sejarah Foto Antik, Lampung Heritage, Pensil Bersejarah, Arsenic, MGMP Sejarah Lampung, Beranda Desa dan Sisa Sejarah. Selain itu acara ini turut mengundang seluruh Himpunan Mahasiswa dan UKM se-Universitas Muhammadiyah Metro. (Utara/Bungsudi)

The post Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro Ajak Ramaikan Kembali Riset Tentang Lampung Melalui Webinar appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Kian Amboro, Perbincangan Seputar Buku Pejambon 1945 https://ummetro.id/kian-amboro-perbincangan-seputar-buku-pejambon-1945/ https://ummetro.id/kian-amboro-perbincangan-seputar-buku-pejambon-1945/#respond Thu, 20 Jun 2019 16:09:13 +0000 https://ummetro.id/?p=10133 UM Metro – Buku Pejambon 1945 Konsensus Agung Para Pendiri Bangsa adalah buku yang mengajak pembaca menyelami situasi pelik dan dinamika pada masa-masa penting negara republik ini didirikan. Seperti ditulis oleh penulisnya, buku ini bersumber utama pada 2 buku rujukan yakni Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI 28 Mei 22 Agustus 1945, yang diterbitkan oleh Sekretariat

The post Kian Amboro, Perbincangan Seputar Buku Pejambon 1945 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Buku Pejambon 1945 Konsensus Agung Para Pendiri Bangsa adalah buku yang mengajak pembaca menyelami situasi pelik dan dinamika pada masa-masa penting negara republik ini didirikan.

Seperti ditulis oleh penulisnya, buku ini bersumber utama pada 2 buku rujukan yakni Risalah Sidang BPUPKI dan PPKI 28 Mei 22 Agustus 1945, yang diterbitkan oleh Sekretariat Negara Tahun 1995, dan buku Lahirnya UUD 1945  terbitan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan ditambah banyak rujukan penunjang lain.

Buku ini ditulis denga latar belakang keprihatinan penulisnya terhadap situasi dan kondisi saat ini, yang dirasa pemahaman sejarah kelahiran Pancasila dan UUD 1945 semakin meredup dari generasi ke generasi berikutnya.

ini sangat kontekstual sekali, pembedah mencoba merujuk hasil survei Litbang Kompas, Senin 22 Mei 2017, yang menunjukkan bahwa tingkat Solidaritas Sosial masyarakat Indonesia melemah 49,8%. Toleransi Antar Suku atau Etnis melemah 30,2%, toleransi antar umat beragama melemah 41,4%, dan toleransi antar golongan melemah hingga 52,9%, hasil yang dirasa tak terlalu mengejutkan karena fenomena ini sudah sangat terasa dan jelas akhir-akhir ini.

Iskandar P. Nugraha seorang Indonesianis dan Sejarawan Universitas New South Wales Australia, dalam pengantarnya mengungkapkan bahwa setiap bangsa selalu perlu mengunjungi kembali masa lalunya, menengok kembali ke belakang apa yang sudah lantas membuat refleksi diri yang lebih jernih. Peristiwa-peristiwa sejarah penting bagi suatu bangsa sebab menjadi  penyedia sumber energi yang tiada habisnya untuk menemukan jati diri dan identitas bangsa tersebut. Singkatnya, kembali menengok sejarah bangsa Indonesia akan mengingatkan tentang keberagaman dan mengingatkan soal esensi bagaimana Indonesia menjadi ada.

Bahaya besar mengancam dalam suatu bangsa apabila bangsa tersebut tidak memahami secara baik tetang konsesus dan filosofi yang mendasari pembentukan bangsanya. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin kita adalah menemukan sesuatu yang ideal bagi semua. Di mana semua pihak dapat dipuaskan setinggi-tingginya.

Begitu banyak peristiwa rinci yang ditampilkan dalam buku ini. Perdebatan, ketidaksetujuan dalam rapat-rapat, dan lain-lain bagi generasi sekarang merupakan bagian yang amat menarik, karena memperlihatkan suasana yang terjadi. Meskipun memperlihatkan  perbenturan, konflik-konflik yang terjadi, pada akhirnya falsafah mencari pemufakatan dan azas perwakilan sangat dijunjung tinggi.

Jika boleh mengungkapkan, proses penemuan, perumusan dasar negara (Pancasila & UUD 1945) yang  bijak ini seperti dicontohkan sendiri oleh para penggagasnya. Nilai-nilai keluhuran budi yang menjadi ruh turut dihadirkan dan bersama diracik dalam diskusi dinamis yang terkadang alot dan ditutup dengan keikhlasan bersama dalam penerimaan hasil keputusan.

Dinamika hebat, upaya-upaya mengakomodir kompleksitas dari representasi kaum dan golongan yang ada di Indonesia (termasuk Indo dan Tionghoa) diperlihatkan.

Membaca buku ini dengan mendalam kita akan diberikan suatu pencerahan bahwa pemimpin Indonesia harus diakui memang hebat, memiliki kharisma, dan ide-ide brilian, tetapi tetap bertangguung jawab terhadap kekuasaan yang dipegangnya.

Sulit dibayangkan Indonesia yang demikian plural, tersegmentasi, dan penuh layar tersebut dapat terbentuk dalam satu kesatuan. (dan ironinya kondisi saat ini justru berusaha dipecah kembali).

Membaca lembar demi lembar, tergambar bagaimana rangkaian peristiwa sidang-sidang BPUPKI-PPKI dalam bulan, hari, jam, hingga menit. Terbayang situasi pelik, memanas, dilematis, dramatis, dialog-dialog samar (berbisik) antar tokoh dalam merancang bagaimana kedepan republik ini akan dibangun dan dibawa, hingga tetesan air mata keikhlasan dalam mengakhiri perdebatan tujuh kata sila pertama dasar negara demi terwujudnya Indonesia yg bersatu.

Mengutip sinopsisnya, buku ini menyajikan drama itu. Bukan degan bahasa yang tinggi nan penuh tata nilai akademis. Tetapi dengan bahasa kata dan cinta, agar bisa dicerna oleh siapapun yang menyebut dirinya sebagai manusia Indonesia. Dengan harapan bahwa generasi penerus negeri ini turut merasakan bahwa negara bangsanya dibangun dan dilahirkan dengan penuh cinta oleh para pendirinya. Cinta kepada Tuhan, dan cinta kepada sesamanya.

Buku ini berhasil menjahit gambaran utuh mozaik naratif tentang peristiwa apa yang terjadi, gambaran pergumulan pemikiran dan suasana kebatinan yang meliputi pelakunya ketika itu. Riwayat singkat para tokoh-tokoh yang terlibat dalam sidang-sidang BPUPKI-PPKI, meski ringkas ini sangat membantu pembaca dalam membangun empati historis (historical empathy) yakni turut merasakan dan memahami mengapa tokoh tersebut memiliki konsep tertentu dan mempertahankanya, intinya mampu memahami apa yang dipikirkan, dan juga merasakan apa yang dihadapi.

Meski dengan pendekatan state-sentris, law-sentris, dan politic-sentris, tetapi buku ini juga berhasil menghadirkan sisi humanitisnya. Mampu menghadirkan situasi yang sangat manusiawi yang bahkan tak berbeda jauh dengan yang dihadapi generasi saat ini, semangat, sedih, marah, berapi-api, kecewa, khawatir sebagai sisi lemah manusia, tetapi mampu dihadapi oleh para pendiri bangsa dengan cerdas dan bijak, disini pembaca dihadapkan pada ada dimana posisinya saat ini jika menghadapi situasi demikian.

Sisi Penulis Unik Dan Menarik

Fakta bahwa kedua penulis (Daradjadi dan Osa Kurniawan Ilham) tidak berlatar belakang sejarah. Daradjadi adalah mantan pejabat Departemen Keuangan yang kini telah memasuki masa pensiun, dan Osa Kurniawan Ilham adalah seorang Engineur yang bekerja di sebuah perusahaan multinasional minyak dan gas bumi.

Tidak memiliki latar belakang sejarah ternyata tak menghalangi kedua penulis ini menjadi peminat dan pemerhati sejarah. Sebelum buku ini terbit, telah ditulis beberapa buku terbitan sebelumnya yang juga bergenre sejarah (Peran Sepanjang 2008, Geger Pecinan 2013, Mr Sartono Pejuang Demokrasi 2014 – Daradjadi. Proklamasi Sebuah Rekonstruksi 2013 – Osa Kurniawan).

Meski tak mengenyam pendidikan formal sejarawan, kedua sejarawan otodidak ini tak serta merta mengabaikan sisi validitas data dan sumber yang digunakan dalam merekonstruksi peristiwa sejarah.

Ketelatenan dan keuletan penulis dalam menggunakan berbagai sumber, membuat karyanya semakin kaya. mungkin hal ini juga yang mempengaruhi gaya bahasa penulis yang begitu populer, terang, dan tak kaku (bandingkan dengan karya sejarah yang umumnya ditulis oleh sejarawan profesional yang cenderung ilmiah dan akademis sekali).

Penulis sepertinya memahami sekali apa yang dipikirkan oleh masyarakat awam tentang sejarah dan kesulitan apa yang kerap dijumpai ketika mencoba memahami sejarah, sehingga meskipun dikemas dengan gaya bahasa populer, sebagai bentuk validitasnya beberapa istilah asli memang tidak dapat digantikan atau di-Indonesiakan (beberapa istilah dalam hukum tata negara, istilah dalam bahasa Belanda, dan istilah dalam bahasa Jepang).

Sehingga keberadaan daftar istilah sebagai penjelas ini dirasa perlu keberadaannya dan akan sangat membantu pembaca dalam memahami secara utuh peristiwa sejarah maha penting dan penuh keteladanan ini.

 

Penulis: Kian Amboro

The post Kian Amboro, Perbincangan Seputar Buku Pejambon 1945 appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/kian-amboro-perbincangan-seputar-buku-pejambon-1945/feed/ 0
Pendidikan Sejarah UM Metro Adakan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah https://ummetro.id/pendidikan-sejarah-um-metro-adakan-workshop-pengelolaan-jurnal-ilmiah/ https://ummetro.id/pendidikan-sejarah-um-metro-adakan-workshop-pengelolaan-jurnal-ilmiah/#respond Wed, 15 May 2019 08:11:35 +0000 https://ummetro.id/?p=9957 UM Metro – Program studi pendidikan sejarah Universitas Muhammadiyah (UM) Metro selenggarakan workshop pengelolaan jurnal menuju akreditasi. Acara berlangsung di aula gedung Humas dan Internasional Kampus I UM Metro, Rabu (15/5/2019). (https://www.magiklights.com/) Selaku ketua pelaksana, Kuswono, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini terselenggara atas kerja sama dengan Unit Publikasi Ilmiah (UPI) UM Metro. (https://www.maceradrinks.com/) Dalam kesempatan

The post Pendidikan Sejarah UM Metro Adakan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Program studi pendidikan sejarah Universitas Muhammadiyah (UM) Metro selenggarakan workshop pengelolaan jurnal menuju akreditasi. Acara berlangsung di aula gedung Humas dan Internasional Kampus I UM Metro, Rabu (15/5/2019). (https://www.magiklights.com/)

Selaku ketua pelaksana, Kuswono, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini terselenggara atas kerja sama dengan Unit Publikasi Ilmiah (UPI) UM Metro. (https://www.maceradrinks.com/) Dalam kesempatan ini ia juga berharap puluhan peserta kedepan lebih bersemangat dalam meningkatkan masing-masing jurnal ilmiah yang dikelolanya.

“Acara ini sebelumnya pernah digelar oleh UPI UM Metro, dan pada workshop sekarang kita belajar lagi cara meningkatkan kualitas jurnal kita,  supaya bertengger di Science and Technology Index (Sinta),” tutur pengelola jurnal Historia itu.

Senada dengan itu, rektor UM Metro, Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd., menganggap bahwa workshop pengelolaan jurnal seperti ini sangat penting, baik untuk individu dosen maupun institusinya. “Saya menganggap kegiatan ini penting, baik untuk individu dosen dan institusi, karena jurnal merupakan syarat mutlak untuk akreditasi sebuah institusi,” ujarnya.

Selain itu, rektor juga menghimbau seluruh peserta workshop pengelolaan jurnal bisa memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini, mengingat pembicara yang akan mengisi kegiatan merupakan orang yang ahli dibidangnya.

Diketahui, workshop pengelolaan jurnal menuju akreditasi ini di isi oleh Dr. Lukman, Kasubdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah Kemenristekdikti, dan diikuti oleh puluhan dosen dari perguruan tinggi yang ada diwilayah Lampung. (nas/hum).

 

 

 

 

The post Pendidikan Sejarah UM Metro Adakan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/pendidikan-sejarah-um-metro-adakan-workshop-pengelolaan-jurnal-ilmiah/feed/ 0
Hadiri Rapat Tahunan P3SI Di UNP, Pendidikan Sejarah UM Metro Masuk Komisi Jurnal dan Website https://ummetro.id/hadiri-rapat-tahunan-p3si-di-unp-pendidikan-sejarah-um-metro-masuk-komisi-jurnal-dan-website/ https://ummetro.id/hadiri-rapat-tahunan-p3si-di-unp-pendidikan-sejarah-um-metro-masuk-komisi-jurnal-dan-website/#respond Thu, 25 Apr 2019 08:04:08 +0000 https://ummetro.id/?p=9781 UM Metro – Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Kuswono, M.Pd. hadiri undangan Seminar Nasional dan Rapat Tahunan Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI). Even tahunan yang bertempat di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat ini berlangsung dari tanggal 23-25 April 2019. Melalui keterangan tertulisnya, Kuswono, M.Pd., menjelaskan bahwa forum akademis ini membicarakan soal

The post Hadiri Rapat Tahunan P3SI Di UNP, Pendidikan Sejarah UM Metro Masuk Komisi Jurnal dan Website appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Kuswono, M.Pd. hadiri undangan Seminar Nasional dan Rapat Tahunan Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI). Even tahunan yang bertempat di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat ini berlangsung dari tanggal 23-25 April 2019.

Melalui keterangan tertulisnya, Kuswono, M.Pd., menjelaskan bahwa forum akademis ini membicarakan soal paradigma pendidikan sejarah di era milenial. Selain itu, dalam agenda rapat tahunan P3SI, setiap delegasi mengisi komisi yang telah dibentuk oleh panitia. Pendidikan Sejarah UM Metro sendiri tergabung dalam komisi jurnal dan website.

“Seminar Nasional ini mengangkat tema paradigma baru pendidikan sejarah di perguruan tinggi pada era milenial.

Dan Rapat tahunan di bagi menjadi 6 komisi yakni komisi penyempurnaan AD dan ART, Sejarah Indonesia di Prodi Pendidikan Sejarah, Pembelajaran Sejarah di prodi pendidikan sejarah, komisi kerjasama dan penelitian, komisi jurnal dan website, serta komisi Pasca Sarjana. UM Metro masuk pada komisi jurnal dan website,” terangnya kepada Medium News UM Metro, Kamis (25/4/2019).

Tidak hanya sampai disitu, dosen muda sekaligus Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro ini memberikan keterangan lain. Menurutnya potensi Pendidikan Sejarah UM Metro dalam forum tersebut berada pada jurnal dan website yang kita miliki.

“Dalam kancah ini kita unggul di pengelolaan jurnal dibanding prodi-prodi lain, ungkapnya.

Mengingat potensi pendidikan sejarah UM Metro yang kian hari terus diakui di kancah nasional, tentu ini merupakan modal dasar yang harus terus dioptimalkan. Bukan tidak mungkin, berkat sarana dan prasarana yang semakin baik, ke depan program studi yang berada di lingkungan Civitas Akademika UM Metro ini akan mampu mencetak para lulusan yang menguasai IPTEK dengan berlandaskan IMTAQ, sesuai dengan amanat Persyarikatan.

Di akhir keterangannya, ia juga menyampaikan hasil dari Seminar Nasional dan Rapat Tahunan P3SI, berguna untuk membina kerjasama internal antar prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia. Terutama dalam hal pendidikan, penelitian dan pengabdian. Selain itu kerjasama dengan pihak pemerintah dalam berbagai kegiatan berkaitan dengan pendidikan sejarah. Peninjauan kurikulum pendidikan sejarah di perguruan tinggi.

Perlu juga diketahui sebagai informasi bahwa acara yang digelar di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat diikuti oleh 104 peserta dari 36 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahun 2020 rencananya akan dilaksanakan di Universias Negeri Jember, Jawa Timur dengan agenda seminar internasional dan rapat tahunan. (Bi/Hum)

Kontributor : Barnas Rasmana

The post Hadiri Rapat Tahunan P3SI Di UNP, Pendidikan Sejarah UM Metro Masuk Komisi Jurnal dan Website appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/hadiri-rapat-tahunan-p3si-di-unp-pendidikan-sejarah-um-metro-masuk-komisi-jurnal-dan-website/feed/ 0