PPUPIK UM METRO Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/ppupik-um-metro/ Solusi Sukses Masa Depan Thu, 29 Aug 2019 13:54:07 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png PPUPIK UM METRO Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/ppupik-um-metro/ 32 32 Organik, Petani Kuat dan Generasi Sehat https://ummetro.id/organik-petani-kuat-dan-generasi-sehat/ https://ummetro.id/organik-petani-kuat-dan-generasi-sehat/#respond Thu, 29 Aug 2019 13:54:07 +0000 https://ummetro.id/?p=10878 Kita semua tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah, generasi yang tidak sehat yang banyak mengalami gangguan kesehatan akibat mekonsumsi makanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia beracun atau mikroorganisme patogen. Salah satu bahan makanan yang tidak sehat adalah sayuran yang mengandung pestisida. Berdasarkan observasi pada petani sayur, selama usia tanam sayur (28 hari) rata-rata disemprot

The post Organik, Petani Kuat dan Generasi Sehat appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Kita semua tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah, generasi yang tidak sehat yang banyak mengalami gangguan kesehatan akibat mekonsumsi makanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia beracun atau mikroorganisme patogen. Salah satu bahan makanan yang tidak sehat adalah sayuran yang mengandung pestisida. Berdasarkan observasi pada petani sayur, selama usia tanam sayur (28 hari) rata-rata disemprot pestisida tiga kali. Efek zat kimia yang terkandung dalam pestisida memang tidak terasa secara langsung efek negatifnya ketika memakannya tapi akan terakumulasi dan terasa efek negatifnya dikemudian hari.

Data jenis penyakit yang ditimbulkan oleh zat kimia yang digunakan sebagai pestisida antara lain: kanker (usus, leukimia, tulang, tiroid, hati, dll), parkinson, obesitas, kemandulan, bayi lahir cacat, diabetes, dll.

Allah menyeru kita agar memilih makanan terbaik untuk dikonsumsi (QS Abbasa: 24. Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya). Ditegaskan lebih jauh dalam beberapa firman Allah (QS 2: 168, 172, 173; QS 5:87, 88) agar kita mekonsumsi makanan halal dan thayyiban (higienis). Thayyiban diartikan sebagai makanan yang bergizi dan terbebas dari zat berbahaya serta kuman penyakit.

Maka, segeralah memulai mekonsumsi sayuran yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya (pestisida), dan itulah sayuran ORGANIK. Dengan cara memakan sayuran organik kita menjadikan petani menjadi kuat dan anak cucu kita lebih sehat.

Di sisi lain, kita juga tidak ingin petani kita lemah dan tergantung kepada sistem atau pihak yang sengaja menggiring petani terjebak dalam satu perangkap ekonomi kapitalis yang eksploitatif. Sebuah sistem yang mengkondisikan petani hanya sebagai objek pengguna dari produk yang berorientasi keuntungan ekonomi belaka, dan terbukti membuat celaka tatanan ekologi pertanian. Itu semua sudah terjadi. Tapi, bukan berarti berdiam diri membiarkan keterpurukan petani dan ekosistem pertanian kita terus terjadi.

Sistem petanian organik yang bertujuan meminimasi input yang berasal dari luar baik berupa pestisida maupun pupuk kimia sintetis perlu diprioritaskan disaat kondisi tanah, air, udara di lingkungan sekitar semakin tidak lagi sehat. Tujuan lebih substansial, tentu saja agar petani lebih mandiri, tidak terperangkap dalam arus kapitalisme produsen pestisida dan pupuk sintetis.

Petani harus mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya alam sekitar yang menyediakan segala input yang diperlukan dalam bercocok tanam. Sebutlah pelbagai macam bahan pupuk dan pestisida hayati yang berasal dari tumbuhan di sekitar petani dengan mudah didapatkan. Masalahnya tentu saja perlu campur tangan IPTEK yang ramah lingkungan agar proses bisa lebih cepat dan produk pupuk tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Pumakkal, adalah biang atau starter yang telah terbukti efektivitasnya terhapat pembuatan pupuk kompos. Aplikasi terhadap pupuk kompos berbahan utama kulit kopi hanya memerlukan waktu 40 hari. Sedangkan bila dibiarkan penguraian secara alami memerlukan waktu setidaknya satu tahun.

Pupuk kompos yang tim PPUPIK UM Metro hasilkan, tidak sekedar menghasilkan hara yang menyuburkan tanah tetapi dimaksudkam juga untuk mencegah hama dan penyakit dengan mencampurkan bagian tumbuhan yang diharapkan dapat mengusir hama dan penyakit tanaman. Bagian tanaman tersebut antara lain adalah rebung bambu, daun dan buah mindi (Melia azedarchta), daun serai, daun sirsak, dll.

Aplkasi pada tanaman sayuran di desa Karangrejo 23 Kota Meto dan kecepatan pertumbuhan sayuran yang diberi pupuk organik berbasis Pumakkal tidak berbeda kecepatannya dengan sayuran yang diberikan pupuk sintetis. Penampilan daun sayuran juga hanya berlubang kurang dari 5%. Jadi tetap tampil utuh dan cantik seperti tanaman sayuran yang disemprot pestisida.

 

Penulis: Dr. Achyani, M.Si.

The post Organik, Petani Kuat dan Generasi Sehat appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/organik-petani-kuat-dan-generasi-sehat/feed/ 0
PPUPIK UM Metro Rangkul YBM BRI Kanwil Bandar Lampung Bina Petani Sayur Karang Rejo https://ummetro.id/ppupik-um-metro-rangkul-ybm-bri-kanwil-bandar-lampung-bina-petani-sayur-karang-rejo/ https://ummetro.id/ppupik-um-metro-rangkul-ybm-bri-kanwil-bandar-lampung-bina-petani-sayur-karang-rejo/#respond Fri, 10 May 2019 07:51:48 +0000 https://ummetro.id/?p=9930 UM Metro- Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) UM Metro adakan MoU dengan Kelompok Tani Budidaya Sayur Karang Rejo 23 A, Metro Utara, Kota Metro, bertempat di ruang 1.8 gedung Pascasarjana UM Metro, Jum’at (10/5/2019). Menurut Ketua Tim PPUPIK UM Metro Dr. Agus Sutanto, M.Si., kerjasama ini merupakan wujud pengabdian pihaknya dengan masyarakat Karang

The post PPUPIK UM Metro Rangkul YBM BRI Kanwil Bandar Lampung Bina Petani Sayur Karang Rejo appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro- Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) UM Metro adakan MoU dengan Kelompok Tani Budidaya Sayur Karang Rejo 23 A, Metro Utara, Kota Metro, bertempat di ruang 1.8 gedung Pascasarjana UM Metro, Jum’at (10/5/2019).

Menurut Ketua Tim PPUPIK UM Metro Dr. Agus Sutanto, M.Si., kerjasama ini merupakan wujud pengabdian pihaknya dengan masyarakat Karang Rejo 23 A, Metro Utara, Kota Metro.

“Kegiatan ini merupakan tugas pengabdian yang diamanahkan, dan tahun ini bagaimana prodak hasil penelitian kami bisa terserap secara luas oleh masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya ia juga menceritakan alasan kerjasama dengan para Kelompok Tani Sayur Mayur asal Karang Rejo, Metro Utara ini. Ia beserta Tim PPUPIK UM Metro lainnya melihat adanya keindahan yang terdapat di pinggiran Kota Metro dan layak mendapat perhatian.

“Metro juga indah dari sisi yang lain, maka dari itu saya, pak Achyani dan tim coba membangun kerjasama awal dengan para petani sayur mayur Karang Rejo,” ungkapnya.

Dalam proses penandatangan kerjasama, hadir juga Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI Kanwil Bandar Lampung Amir Mudaris,M.Pd.I., yang turut merasa bahagia atas terjalinnya kerjasama ini.

“Kami mengucapkan terimakasih atas rencana pengabdian atau penelitian UM Metro bekerjasama dengan petani binaan YBM BRI. Semoga kita bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi, terutama dalam kebaikan, dan apa manfaat yang bisa diberikan ke masyarakat.”

“Dan Alhamdulillah UM Metro masuk daftar MoU dengan petani binaan YBM BRI. Sebelumnya hanya IPB Bandung dengan kantor pusat  YBM Jakarta, semoga ada program-program lain dari YBM BRI kedepan bisa berkolaborasi dengan UM Metro,” tambahnya.

Sama halnya dengan Dr. Muhfahroyin, M.T.A., selaku Wakil Rektor I yang hadir sekaligus mewakili Rektor UM Metro. Ia berterimakasih kepada semua pihak yang hadir dan juga mengharapkan terjalinnya kerjasama yang baik dari pertemuan ini.

“Selamat datang, terimakasih atas kedatangannya para kelompok tani ke UM Metro, harapannya melalui program PPUPIK ini kita bisa sinergi, selaras, dan serasi,” tutur WR I itu.

Setelah penandatangan kerjasama selesai, Tim PPUPIK UM Metro mengajak seluruh tamu yang hadir meninjau lokasi lab permentasi agroindustri Pumakkal PPUPIK UM Metro, yang terletak di belakang gedung Pascasarjana UM Metro. (Nas/Hum).

 

The post PPUPIK UM Metro Rangkul YBM BRI Kanwil Bandar Lampung Bina Petani Sayur Karang Rejo appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/ppupik-um-metro-rangkul-ybm-bri-kanwil-bandar-lampung-bina-petani-sayur-karang-rejo/feed/ 0