profetik Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/profetik/ Solusi Sukses Masa Depan Thu, 03 Apr 2025 14:03:48 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png profetik Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/profetik/ 32 32 Kepala Pusat Kerja Sama dan KUI UM Metro Ikuti Kegiatan Capacity Building di Yogyakarta https://ummetro.id/pusat-kerja-sama-dan-kui-um-metro-ikuti-kegiatan-capacity-building-di-yogyakarta/ Wed, 22 May 2024 03:05:28 +0000 https://ummetro.id/?p=150081 Yogyakarta, 21 Mei 2024 – Kepala Pusat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) berpartisipasi dalam kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan di Hotel Khas Malioboro, Jl. Gadean No.3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berlangsung selama dua hari, dari Senin hingga Selasa, 20-21 Mei 2024.  

The post Kepala Pusat Kerja Sama dan KUI UM Metro Ikuti Kegiatan Capacity Building di Yogyakarta appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Yogyakarta, 21 Mei 2024 – Kepala Pusat Kerja Sama dan Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) berpartisipasi dalam kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan di Hotel Khas Malioboro, Jl. Gadean No.3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berlangsung selama dua hari, dari Senin hingga Selasa, 20-21 Mei 2024.

 

Kegiatan Capacity Building ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerjasama internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dalam era globalisasi saat ini, kemampuan untuk menjalin hubungan internasional yang kuat dan berkelanjutan sangatlah penting bagi perkembangan dan reputasi institusi pendidikan tinggi.

 

Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Para peserta mendapatkan pelatihan intensif dan wawasan mendalam mengenai strategi peningkatan kerjasama internasional dan pengelolaan kerjasama yang efektif. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat membawa perubahan positif dan inovatif dalam institusi masing-masing. (https://www.sacredmusicstudio.com/)
Selain itu, Yasmika Baihaqi, M.Pd.BI., Kepala Pusat Kerja Sama dan KUI UM Metro, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dan praktik terbaik dengan sesama institusi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperluas cakrawala dan menjalin lebih banyak kerjasama internasional yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan dan penelitian di UM Metro,” ujarnya.

 

Muatan materi pada kegiatan tersebut, diantara:
1. Penyampaian amanat Majelis DIKTILITBANG PP Muhammadiyah
2. Penyampaian dan sosialisasi program kerja ASKUI PTMA
3. Coaching clinic penyusunan proposal ICT
4. Diskusi penerimaan mahasiswa asing dan program kolaborasi penelitian internasional bersama
5. Sosialisasi Big Data KUI PTMA

The post Kepala Pusat Kerja Sama dan KUI UM Metro Ikuti Kegiatan Capacity Building di Yogyakarta appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro Gelar Pembinaan Manajerial dan Luncurkan Buku AIK Bersama PP Muhammadiyah https://ummetro.id/um-metro-gelar-pembinaan-manajerial-dan-luncurkan-buku-aik-bersama-pp-muhammadiyah/ Sat, 27 Apr 2024 10:58:24 +0000 https://ummetro.id/?p=149853 Jumat (26/4), di Aula Gedung HI Kampus 1 UM Metro, acara Pembinaan “Manajerial & Kepemimpan Struktural & Launching Buku AIK” bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah diadakan dengan penuh antusias. Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., yang merupakan narasumber utama dalam acara kali ini. Acara

The post UM Metro Gelar Pembinaan Manajerial dan Luncurkan Buku AIK Bersama PP Muhammadiyah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Jumat (26/4), di Aula Gedung HI Kampus 1 UM Metro, acara Pembinaan “Manajerial & Kepemimpan Struktural & Launching Buku AIK” bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah diadakan dengan penuh antusias. Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., yang merupakan narasumber utama dalam acara kali ini.

Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., yang menjelaskan letak UM di berbagai wilayah di Lampung serta memperkenalkan fakultas dan jurusan yang ada di UM Metro, termasuk pengenalan program studi baru.Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah juga turut berbicara, menyatakan kebanggaannya karena UM Metro akan segera memiliki Fakultas Kedokteran, dan menceritakan perjuangannya dalam mendirikan fakultas tersebut di universitasnya, terutama sebagai mantan rektor UM Makassar.

Dalam pidatonya, beliau menyatakan, “Visi dan langkah kita harus jauh didepan, bahkan sebelum orang lain berfikir sampai sana,” menekankan pentingnya berinovasi dan mengubah persepsi tentang kampus kita. Beliau juga membagikan beberapa strategi untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk peningkatan infrastruktur, pengelolaan media dan wartawan, optimalisasi biaya ukt dan jam kerja, serta manajemen keuangan yang efisien. Komunikasi diakui sebagai kunci penting dalam meraih kesuksesan ini.

Acara ini ditutup dengan launcing buku AIK oleh Wakil Rektor 4 UM Metro yang dengan secara resmi dan khidmat. Acara ini berlangsung sukses dan memberikan inspirasi bagi semua peserta untuk berkontribusi dalam pembangunan UM Metro menjadi kampus yang luar biasa dan bertaraf internasional. (Provigil)

The post UM Metro Gelar Pembinaan Manajerial dan Luncurkan Buku AIK Bersama PP Muhammadiyah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Menghadirkan Kemajuan Tanpa Batas https://ummetro.id/menghadirkan-kemajuan-tanpa-batas/ Mon, 14 Feb 2022 04:57:36 +0000 https://ummetro.id/?p=14549 Profetik UM Metro – Visi Universitas Muhammadiyah Metro ada pusat keunggulan profetik profesional, modern dan mencerahkan. Visi yang mencakup nilai universalitas, intelektual dan spiritual, subtansial dan arsitektural, serta iman dan ilmu pengetahuan. Dalam tulisan ini akan dibahas singkat dan sederhana tentang profesional. Dalam visi tersebut kata profesional tidak berdiri sendiri akan tetapi disifati dengan kata

The post Menghadirkan Kemajuan Tanpa Batas appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Visi Universitas Muhammadiyah Metro ada pusat keunggulan profetik profesional, modern dan mencerahkan. Visi yang mencakup nilai universalitas, intelektual dan spiritual, subtansial dan arsitektural, serta iman dan ilmu pengetahuan.

Dalam tulisan ini akan dibahas singkat dan sederhana tentang profesional. Dalam visi tersebut kata profesional tidak berdiri sendiri akan tetapi disifati dengan kata profetik (nilai kenabian). Sehingga ada sebuah harapan bahwa profesionalisme yang dibangun UM Metro adalah profesionalisme yang dibalut dengan nilai-nilai kenabian, secara keyakinan iman (believe), secara ibadah, akhlak (character) dan sisi muamalah (social interaction).

Profesional dalam literatur Sunnah Nabawiyah adalah itqan atau mutqin. Yang didefinisikan dengan sesuatu aktivitas yang sangat ahli. Sebagaimana Rasulullah S.A.W. berdasarkan:
إن اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melaksanakan suatu pekerjaan, maka pekerjaaan tersebut dilakukannya dengan itqan.” (HR Thabrani)

Itqan itulah yang disebut profesional. Seperti seorang yang hafal Al Qur’an, ketika hafalanya sudah sangat mumpuni, sedikit kesalahannya, diluar kepala, ditanya apapun tentang ayat dia bisa menjawab dengan ayatnya. Hal ini disebabkan karena kebiasaan seorang hafidz dengan murojaah (mengulang-ulang) setiap hari, setiap waktu sehingga hafalanya menguat.

Dalam konteks profesional, orang akan disebut profesional ketika dia ekspert atau ahli, karena keahliannya sudah melekat dalam dirinya, karena setiap waktu keahlian diasah, dan dilakukan setiap waktu.

Ternyata profesionalisme sudah dilakukan oleh para nabi dan rasul, karena mereka bukan hanya seorang nabi yang menyampaikan agama, akan tetapi mereka juga seorang profesional, misal nabi Adam seorang petani bahkan Jibril mengajarkan menanam. Nabi Nuh adalah ahli perkapalan, Nabi Ibrahim as adalah ahli arsitektur dan tatakota, Nabi Musa as adalah ahli politik, Nabi Isa adalah ahli kesehatan dan Nabi Muhammad Saw adalah ahli perdagangan.

Expertaise para nabi adalah bentuk profesionalisme mereka untuk menjadi bekal hidup di dunia, sehingga para nabi dalam dakwahnya juga mencari kehidupan dengan keahliannya. Sebagaimana dalam hadits:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Artinya:
Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud as. memakan makanan dari hasil usahanya sendiri (HR. Bukhari).

Profesionalisme adalah jalan kenabian (profetik), sehingga dalam menjalankan profesinya mengedepankan nilai tauhid, nilai akhlak, nilai ibadah dan nilai kemanusiaan dan kelestarian alam. Profetik profesional menolak profesionalisme yang hanya mencari keuntungan pribadi atau kelompok, apalagi melanggar nilai halal dan haram, melanggar nilai tauhid dan kemanusiaan. Karena profesionalitas itu akan menjadi kehancuran dunia ini. Sebagaimana Allah SWT berfirman: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ar Ruum ayat 41)

Dalam ayat di atas kata perbuatan mereka (kasabat) dalam pandangan ulama adalah usaha untuk mencari keuntungan harta dengan cara yang salah, misal menghalalkan segala cara, merusak lingkungan, mendzalimi manusia, dan seterusnya.

Oleh sebab itu Universitas Muhammadiyah Metro bersungguh-sungguh menghadirkan profesional yang berbalut sari kenabian, sehingga menjadi Rahmat bagi kehidupan. Sehingga profesionalisme mereka adalah sebagai jalan mentaati titah tauhid sebagai Khalifah di muka bumi, untuk memakmurkan dunia, melestarikan dunia, dan menebarkan tauhid kepada seluruh kehidupan manusia.

Tentu bukan kerja sederhana, membutuhkan kerja keras dan tegas, cerdas dalam menghadirkan visi ini, visi yang selalu menjadi pertanyaan bagi seluruh stok holder, karena membawa nilai profetik yang cendrung utopis. Akan tetapi profetik adalah nilai dasar yang sangat besar dalam rangka membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan (liberasi), kemudian memanusiakan manusia, mengangkat derajat mereka (humanisasi) dan mengajak manusia untuk mengenal Allah SWT , menjalankan titah agama yang diyakininya (transendensi).

Inilah visi yang akan menghadirkan kemajuan tanpa batas, karena kemajuan dunia dan menghangatkan pada kebaikan di akhirat. Karena insan profetis adalah mereka yang meyakini adanya kehidupan yang lebih abadi di akhirat, sehingga menjadikan dunia sebagai jalan dan ladang akhirat.

Penulis: Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI dan Anggota BPH UM Metro)

The post Menghadirkan Kemajuan Tanpa Batas appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Kematian Akan Membuktikan Semuanya, Mana yang Benar dan Salah https://ummetro.id/kematian-akan-membuktikan-semuanya-mana-yang-benar-dan-salah/ Tue, 19 Oct 2021 09:46:35 +0000 https://ummetro.id/?p=13955 Profetik UM Metro – Lalu Kami berfirman, —”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan pada kalian tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kalian mengerti (Al Baqarah ayat 73). Merenungi ayat Al Qur’an memang tidak akan pernah sampai pada konklusi akhir, akan tetapi seperti menulis dengan tinta

The post Kematian Akan Membuktikan Semuanya, Mana yang Benar dan Salah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Lalu Kami berfirman, —”Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota sapi betina itu. Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan pada kalian tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kalian mengerti (Al Baqarah ayat 73).

Merenungi ayat Al Qur’an memang tidak akan pernah sampai pada konklusi akhir, akan tetapi seperti menulis dengan tinta air laut, yang mana tidak akan pernah habis.

Satu ayat kita renungi dalam berbagai pendekatan akan mendapatkan satu pengetahuan, bagi ahli bahasa dia akan mampu mengambil makna dari huruf bahkan lafadz dan susunan kalimatnya. Bagi seorang komunikator expert dia akan mampu merenungi bagaimana gaya bahasa ilahi dalam mengkomunikasikan pesan. Bagi seorang ahli pendidikan akan mampu membaca setiap ayat sebagai pesan pendidikan manusia. Sebagai seorang ahli teknik akan mampu membaca setiap ayat sebagai sebuah kontruksi membangun bangunan peradaban manusia. Demikianlah Allah menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa.

Sehingga Al Qur’an adalah sebuah sajian dari Zat Yang Serba maha dengan isinya yang multifungsi dan objek. Maka salah besar yang mengatakan Al Qur’an hanya pantas dikaji oleh Agamawan saja, para ustadz, kiayai dan para ulama.

Surat Al Baqarah ayat 73 adalah konklusi akhir dari pengembaraan Bani Israil dalam mengungkapkan kasus pembunuhan saudagar kaya yang dibunuh keponakanya, demi mendapatkan warisannya. Dengan firman-nya;

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا

Lalu Kami berfirman, “Pukullah mayat itu dengan sebagian anggota (badan) sapi betina itu.’ (Al-Baqarah: 73)

Sehubungan dengan hal ini Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Affan ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziad, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Sesungguhnya orang-orang Bani Israil yang diperintahkan menyembelih sapi betina itu, mereka mencarinya selama empat puluh tahun.

Mereka baru dapat menemukannya setelah empat puluh tahun, yaitu pada ternak sapi milik seorang lelaki dari kalangan mereka. Sapi betina itu sangat disayangi oleh pemiliknya. Kemudian mereka membujuknya dengan memberikan harga yang pantas, tetapi pemiliknya menolak untuk menjual. Akhirnya mereka memberinya dengan tukaran emas sepenuh kulit sapi tersebut. Si pemilik sapi menyetujuinya, lalu mereka menyembelihnya. Selanjutnya mereka memukul si terbunuh dengan salah satu anggota badan sapi betina yang telah disembelih itu, maka si terbunuh hidup kembali, sedangkan urat lehemya masih dalam keadaan berlumuran darah. Lalu mereka berta-ya, ‘Siapakah yang membunuhmu?’ Ia menjawab, Fulan telah membunuhku’.”

Ayat ini tentu kontra produktif dengan konsep hukum alam, bahwa orang mati tidak akan mungkin hidup lagi.  Akan tetapi pada ayat ini adalah mukjizat Allah SWT di luar nalar logika manusia, akan tetapi nalar iman yang akan mengujinya.

Dalam pendekatan hukum tentu hal ini akan sulit diketemukan, akan tetapi dalam fakta historis pernah terjadi, misal Allah menghidupkan manusia melalui Nabi Isa, Nabi Ibrahim menghidupkan burung dan kasus Bani Israil dalam ayat ini.

Pengungkapan kasus pidana dengan pengakuan orang mati yang dihidupkan adalah bukti tak terbantahkan, seperti juga pengakuan Isa Al masih yang masih bayi ketika menyelamatkan Maryam dalam tuduhan berzina.

Hakikatnya ayat ini adalah pesan mendalam bahwa semua akan terungkap setelah kematian.

Peneliti NASA sudah membuktikan bahwa akhirat adalah nyata. Ada kehidupan setelah kematian. Kepala ilmuwan roket NASA, Wernher Von Braun yang berjasa membantu AS mengalahkan Rusia dalam perlombaan ruang angkasa menyatakan dirinya percaya dan memiliki bukti adanya kehidupan akhirat setelah kematian.

Dalam buku berjudul “The Third Book of Words to Live By”, dirinya menyatakan bahwa hukum dasar alam semesta mendukung kebenaran keberadaan Tuhan dan akhirat

Von Braun berpendapat tidak ada yang benar-benar menghilang dari alam semesta setelah manusia mengalami kematian dan jiwa manusia sama-sama abadi.

Ilmuwan NASA kelahiran Jerman tersebut bahkan mengklaim kepercayaan pada kehidupan akhirat memberi orang kekuatan moral untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih etis.

Pernyataan Von Brown tersebut telah membantah kerasa pernyataan dari mendiang fisikawan teoretis Stephen Hawking yang menyamakan kematian dengan komputer yang dimatikan.

Tak hanya itu, fisikawan yang meninggal pada 2018 lalu tersebut juga mengatakan bahwa kehidupan akhirat dan keberadaan surga serta neraka pun adalah sebuah dongeng.

Dengan keyakinan ini maka akan dipastikan bahwa kematian akan mengungkapkan segala yang kita lakukan di dunia, seperti mayat yang dihidupkan mengungkapkan siapa pembunuhnya. Dalam alam kematian itulah manusia tidak akan mampu mengelak akan apa yang dilakukan di depan Allah SWT, mereka akan mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.(surta Yasin 65)

Imam Ath-Thobary dalam Tafsir Ath-Thobary) juga menjelaskan bahwa lisan orang musyrikin kelak di hari kiamat akan dikunci oleh Allah Swt. Tangan mereka yang akan berbicara dan paha bagian kaki kiri mereka yang akan menjadi saksinya atas kemaksiatan yang telah dilakukan semasa hidup.

Adapun dalam Tafsir Ibnu Katsir, beliau menjelaskan dalam menafsiri ayat tersebut bahwa esok di hari kiamat orang kafir dan orang munafik akan mengingkari perbuatan dosa yang telah mereka lakukan di dunia. Bahkan mereka bersumpah bahwa tidak pernah melakukan perbuatan maksiat. Saat itulah Allah Swt. mengunci mulut mereka sehingga tidak bisa berbicara lagi. Lalu tangan mereka yang diperintah untuk berbicara dengan disaksikan oleh anggota yang lain.

Demikianlah ketika kematian akan mengungkapkan segalanya, apapun tak akan dapat tersembunyi di hadapan Allah SWT.

Sikap ini akan membuat insan profetis akan menjadi manusia yang selalu berhati-hati karena semua akan dipertanggungjawabkan, maka mereka akan selalu berbuat baik. Seluruh keburukan akan dibalas denga keburukan baik dunia ataupun akhirat, dan tak ada yang terlalaikan sekecil apapun.

Series Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

The post Kematian Akan Membuktikan Semuanya, Mana yang Benar dan Salah appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Semua Akan Terungkap https://ummetro.id/semua-akan-terungkap/ Tue, 19 Oct 2021 09:42:51 +0000 https://ummetro.id/?p=13952 Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: Dan (ingatlah) ketika kalian membunuh seorang manusia, lalu kalian saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan (Al Baqarah ayat 72) Al Qur’an mengakomodir kisah Bani Israil begitu panjang dan begitu luas, ini adalah ibrah besar agar umat yang membaca Al Qur’an

The post Semua Akan Terungkap appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: Dan (ingatlah) ketika kalian membunuh seorang manusia, lalu kalian saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan (Al Baqarah ayat 72)

Al Qur’an mengakomodir kisah Bani Israil begitu panjang dan begitu luas, ini adalah ibrah besar agar umat yang membaca Al Qur’an mampu mendeduksi kisah ini menjadi pelajaran atau ibrah dalam menjalani kehidupan, terutama dalam membangun peradaban manusia.

Bani Israil adalah contoh buruk peradaban manusia, karena mereka selalu melawan aturan Allah SWT, mengolok-olok dan membuat hukum baru dalam kehidupan mereka.

Surat Al Baqarah ayat 72 menjadi pelajaran bagaiamana Allah SWT mengajarkan beberapa hal pada kisah Bani Israil:

Yang pertama, Bahayanya pembunuhan

Pembunuhan adalah suatu dosa yang sangat besar dalam Al Qur’an, Allah swt menyamakan dosa membunuh satu jiwa dengan membunuh seluruh manusia di muka bumi. Karena dalam Islam bahwa jiwa yang satu dengan yang lain adalah saling berkaitan, sehingga satu tersakiti akan sakit semuanya, satu terbunuh maka semua akan merasakan hal tersebut.

Bani Israil seakan menjadikan pembunuhan adalah sebuah olok olokan, bahkan untuk mendapatkan keuntungan duniawi, sebagaimana dalam tafsir mereka menginginkan warisan yang terbunuh, karena si korban tidak memiliki ahli waris.

Ternyata hal ini masih terjadi, bagaimana saat ini mereka memperlakukan warga Palestina, membunuh menembaki, membuat warga menderita, demi kepentingan nafsu syahwat mereka mendapatkan tanah, agar luas daerah mereka.

Demikianlah buruknya kondisi mereka, dan semua manusia hendaknya menjadikan pelajaran yang berharga dalam hidup mereka.

Kedua pembunuhan akan menghadirkan perselisihan

Semua pembunuhan akan menghadirkan perselisihan, persengketaan bahkan peperangan antar kelompok. Sebagaimana ayat tersebut, mereka saling tuduh satu dengan lain, sedangkan yang membunuh tetap enjoy, bahkan bahagia melihat suku satu dengan lainya bersengketa.

Inilah mengapa fitnah adalah lebih kejam dari pembunuhan, karena fitnah bisa berefek lebih luas, menyebabkan Peperangan dan kehancuran.

Sang pembunuh adalah pembuat fitnah, dia menganggap akan mendapatkan keuntungan, tetapi semuanya adalah keslahan fikiran yang terbalut oleh nafsu, karena semua keburukan akan dibalas keburukan.

Kasus KM 50 yang masih hangat, pembunuhan laskar yang belum terungkap, menyebabkan perselisihan satu dengan lainya, bahkan saling tuduh saling serang antara kelompok satu dengan lainya. Inilah bahayanya pembunuhan dalam Al Qur’an.

Yang Ketiga Semua akan terungkap apa yang disembunyikan.

Ayat akhir menunjukkan bahwa semua akan terungkap, serapat apapun disembunyikan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ}

Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan. (Al-Baqarah: 72) telah menceritakan kepada kami sadaqah ibnu Rustum yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Al-Musayyab ibnu Rafi’ mengatakan, “Tidak sekali-kali seseorang melakukan suatu amal kebaikan di tujuh rumah melainkan Allah akan menampakkannya, dan tidak sekali-kali seseorang melakukan suatu amal keburukan di tujuh rumah melainkan Allah akan menampakkannya.” (Riwayat Ibnu Abi Hatim)

Semua keburukan akan terungkap, dengan cara Allah SWT. Maka dalam Al Qur’an kita selalu dianjurkan untuk selalu ingat kepada Allah SWT, karena keburukan akan dibalas dengan keburukan. Tidak ada yang tersembunyi kecuali tercatat oleh roqib dan atidz.

Dalam hukum pidana, bisa saja hakim memutuskan yang tidak membunuh adalah pembunuh, karena tidak adanya bukti, dan kekalahan argumentasi, akan tetapi pengadilan Allah SWT baik dunia maupun akhirat tak akan salah.

Sikap inilah yang harus dihadirkan dalam diri insan profetis, bagaimana menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitas, sehingga tidak akan melakukan keburukan sekecil apapun. Adapun ketika kesalahan telah dilakukan, maka dia memiliki respon kuat untuk segera kembali kepada Allah SWT, bertaubat dan memperbaiki diri.

Ingatlah semua kebaikan akan terungkap kepada manusia, walau kita menyembunyikan, walau kita tidak pernah posting di medsos, Allah yang mempromosikan kebaikan kita. Sama halnya dengan keburukan, walau tidak diposting, tidak diceritakan, bahakn disembunyikan akan segera terungkap, Allah maha mengetahui apa yang kita lakukan.

Series Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

The post Semua Akan Terungkap appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Hakikat Logika Penyembelihan Sapi https://ummetro.id/hakikat-logika-penyembelihan-sapi/ Mon, 04 Oct 2021 10:04:33 +0000 https://ummetro.id/?p=13876 Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: Musa berkata, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.” Mereka berkata, “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.” Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir mereka tidak melaksanakan

The post Hakikat Logika Penyembelihan Sapi appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: Musa berkata, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.” Mereka berkata, “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.” Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir mereka tidak melaksanakan perintah itu.(Al Baqarah ayat 71)

Proses panjang pengungkapan kasus pembunuhan yang pernah saya jelaskan melalui pendekatan keyakinan (pembuktian kebenaran material) dengan media sapi sangat mengajak kita untuk merenungkan dan memikirkan, apa sebenarnya dibalik hikmah ilahiah ini.

Mengapa harus sapi sebagai media pengungkapannya?

Jika kita menggunakan logika munasabah atau bahkan siyaq dalam ilmu Al Qur’an (relevansi ayat dengan ayat), serta semua perintah Allah SWT pasti memiliki tujuan (maqasid) bahkan hikmah, maka tugas manusia mencari hal tersebut dengan segala potensi yang dimiliki.

Jika melihat relevansi ayat tersebut maka terkait sapi dapat dihubungkan dengan kasus penyembahan anak sapi yang dibuat oleh Samiri. Maka kasus kesalahan teologis yang dibangun oleh Samiri ini harus dihancurkan, Karena sifat pemahaman tidak akan hilang, kecuali ada pemahaman yang lebih meyakinkan dan rasional.

Dengan datangnya perintah Allah menyembelih sapi, sebagai kritik teologis bahwa Tuhan bukanlah sapi, yang bisa disembelih dan tidak memiliki daya apapun.

Bisa jadi ketidak mauan mereka menyembelih dengan banyak bertanya karakter sapi adalah masih kuatnya ideologi ketuhanan mereka akan sapi tersebut. Rasa hormat mereka kepada sapi, sehingga mereka banyak berkhilah dalam menghindari penyembelihan, yang akhirnya mereka mendapatkan kesulitan luar biasa dalam mencari sapi, karena spesifikasi yang sangat ketat, pasti akan berefek pda harga yang sangt mahal.

Demikianlah Allah SWT melakukan kritik teologis kepada manusia, agar mereka mau berfikir bahwa Tuhan tidaklah mati, tapi yang mematikan dan menghidupkan.

Hal ini juga pernah terjadi pada Ibrahim as, Ketika mendapatkan perintah menyembelih Ismail, hal ini adalah sebagai kritik teologis sosiologis, bahwa Tuhan tidak membutuhkan pengorbanan, apalagi manusia yang memiliki kehormatan luar biasa. Karena pada saat itu adalah masa dimana manusia banyak mengorbankan manusia sebagai tumbal kepada dewa Dewi mereka (helenisme), sehingga digantinya Ismail dengan domba adalah dialog sosiologis yang simbolistik, bahwa manusia dalam kehidupan sosial sangat terhormat, maka tidak pantas dikorbankan, maka yang pantas dikorbankan adalah kambing, akan tetapi bukan untuk Tuhan dagingnya tetapi untuk manusia. Karena hakikatnya Tuhan tidak membutuhkan daging dan seluruh anggota tubuh kambing.

Kritik teologis dan sosial yang dilakukan Allah SWT melalui Nabi Nya sangat menarik, bagi mereka yang memiliki akal. Karena menggungah dan menghancurkan segala keyakinan yang tidak rasional apalagi meyakinkan.

Mengapa Allah SWT menggunakan cara yang penuh nilai satire tersebut? Karena itu ujian bagi Bani Israil yang mengaku mereka Umat unggulan cerdas dan memiliki kemampuan luar biasa. Akan tetapi kesombongan mereka menutupi itu semua, sehingga mereka hanya terjebak dengn inderawi mereka kepada simbol bukan makna dari simbol tersebut. (ndu.edu.ng/)

Bahkan sampai hari ini di Indonesia bahkan di beberapa negara masih ada banyak manusia yang meyakini bahwa sapi adalah perwujudan Tuhan, sehingga mereka harus membuat ritus penyembahan kepada mereka, mereka menganggap sapi hewan yang sangat keramat dan membawa keberuntungan, maka mereka harus menghormati bahkan kotorannya menjadi berkah buat mereka.

Orang beriman tentu akan menjadikan ayat ini sebagai timbangan dalam membangun keyakinan dan rasionalitas sebuah keyakinan teologis, sehingga tidak akan terjebak pada ideologi yang bersifat materi, empiris, positivistik saja. Tetapi senantiasa berfikir di balik semuanya ada pelajaran yang sangt berharga dalam menambah keyakinan kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, dalam Islam dibolehkan menyembelih hewan sembelihan yang halal, karena mereka adalah bukan Tuhan, tetapi sajian Tuhan untuk kebahagiaan manusia.

Mengharamkan hewan sembelihan adalah kesalahan, karena hewan adalah rezeki Allah SWT yang harus di syukuri, dia akan menjadi kenikmatan bagi manusia.

Insan profetis tentu memiliki logika teologis ini, karena mereka adalah hanya menjadikan Allah SWT sebagai Tuhan yang menjadikan sapi sebagai sembelihan bukan sesembahan. Bagaimana mungkin manusia yang memiliki kecerdasan menjadikan sapi sebagai sesembahan?

Seri Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

The post Hakikat Logika Penyembelihan Sapi appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Nalar Pragmatisme, Sumbu Pendek berfikir https://ummetro.id/nalar-pragmatisme-sumbu-pendek-berfikir/ Thu, 16 Sep 2021 02:26:27 +0000 https://ummetro.id/?p=13814 Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah kalian ketahui orang-orang yang melanggar di antara kalian pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kalian kera-kera yang hina.” (Al Baqarah ayat 65). Setiap membaca Al Qur’an kita akan menemukan nalar berfikir yang sangat luar biasa, Al Qur’an memetakan nalar berfikir yang benar

The post Nalar Pragmatisme, Sumbu Pendek berfikir appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah kalian ketahui orang-orang yang melanggar di antara kalian pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kalian kera-kera yang hina.” (Al Baqarah ayat 65).

Setiap membaca Al Qur’an kita akan menemukan nalar berfikir yang sangat luar biasa, Al Qur’an memetakan nalar berfikir yang benar dan nalar berfikir yang salah. Al Qur’an memberikan realitas sejarah bagi mereka yang mampu berlogika iman dan berlogika kufur.

Semakin menikmati alunan indah Kalam ilahi, semakin kita merasa dibuat tidak berdaya akan segala pengetahuan kita, karena Al Qur’an mengandung segala kebaikan, lafadz, makna dan tatbiqan (implementasi).

Hari ini kita akan mengulik satu nalar dalam Al Qur’an yaitu pragmatisme. Pragmatisme hakikatnya aliran filsafat yang mengedepankan sisi manfaat, untuk membuktikan sesuatu itu benar atau tidak. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.

Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Sehingga nalar fikir inilah yang membentuk manusia akhir zaman ini, ketika semua harus diukur dengan sisi kemanfaatan yang bersifat empiris.

Mengapa ada istilah halal haram hantam, karena mereka melihat pada sisi manfaat, menguntungkan pada diri mereka sendiri. Ketika keuntungan dapat dihadirkan, mengkayakan, maka hal itu sah saja untuk dilakukan.

Faham ini menjadikan manusia, akan selalu mengukur dengan apa yang akan di dapatkan dalam dirinya. Bahkan dalam dunia akademik, banyak yang menjalani perkuliahan hanya melihat program keilmuan yang paling banyak memberikan peluang pekerjaan, sehingga program Keilmuan pasti akan sepi peminat. Apalagi program keagamaan yang tidak akan dapat didekati dengan pola fikir ini.

Hakikatnya cara berfikir ini tidak salah mutlak, karena manusia juga membutuhkan pragmatis, untuk mengukur sisi kemanfaatan duniawi. Kelemahan pola fikir ini hanya melihat manfaat pada sisi duniawi, sisi pengamatan empiris, tidak melihat sisi spiritual, moral bahkan sosial.

Dalam Al Qur’an pola fikir pragmatisme ini juga pernah menjadi jalan fikir Bani Israil ketika dalam kasus hari Sabtu (sabat). Ketika Bani Israil diberikan Allah hari raya hari Jumat, akan tetapi mereka memilih hari Sabtu sebagai hari raya. Karena prilaku mereka yang senang merubah syariat Allah, maka Allah menguji mereka dengan membiarkan menghormati hari Sabtu, akan tetapi hari itu mereka mendapatkan banyak larangan, terutama larangan mencari ikan dan makan ikan.

Ketika Bani Israil menaati sebagai hari raya, maka Allah SWT membuat hari itu adalah hari ikan, di mana ikan-ikan muncul di permukaan, dan sangat mudah ditangkap. Sedangkan hari lain, ikan ikan tidak nampak dan sangat sulit ditemukan.

Karena ujian ini, Bani Israil merasa ingin sekali makan ikan, akhirnya mereka membuat khilah (tipuan) dengan memasang jaring hari Sabtu, mengangkat hari Ahad, dan memasaknya. Dengan anggapan mereka aman, karena tidak pada hari Sabtu. Akan tetapi dengan prilaku ini, Allah SWT mengutuk mereka menjadi kera yang hina.

Kutukan dalam tafsir bermakna dua, maknawi dan Suwari. Maknawi artinya mereka bukan berubah jadi kera sebenarnya, akan tetapi perilaku mereka seperti kera, yang serakah, dan penuh tipu muslihat. Mereka seakan melakukan kebaikan tapi keburukan yang sangat besar. Mereka hanya berfikir mendapatkan keuntungan, dan tidak mampu menahan diri walau Allah SWT melarangnya.

Makna Suwari kutukan adalah mereka dikutuk secara dzahir, mereka ketika setelah makan ikan, maka mereka mengurung diri di rumah, beberapa hari, sehingga kota sebelah merasa curiga, dan mereka melihatnya, Ternyata mereka dan keluarga mereka berubah menjadi kera. Namun mereka tidak bertahan lama, lalu binasa.

Apa yang dilakukan oleh Bani Israil, adalah prilaku pragmatisme, mereka hanya berfikir menguntungkan pada diri mereka, mereka berfikir pendek (sumbu pendek), tidak melihat akibat yang sangat banyak jika melakukan itu, efek diri, keluarga, masyarakat dan agama mereka.

Bahaya pragmatisme adalah berfikir sumbu pendek. Mereka hanya melihat sisi keuntungan, kurang  melihat sisi kebaikan lainya. Misal para koruptor, mereka berfikir selama menjabat mampu mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, tapi lupa ada janji yang dilanggar, ada hukuman bagi pelaku korupsi, ada siksa di akhirat, ada anak dan keluarga yang dikorbankan, tetapi keuntungan duniawi melupakan mereka.

Para pelaku teror juga akibat pola fikir pragmatisme, bukan semata ideologis, karena mereka adalah orang-orang putus asa, dengan imbalan sekian maka mereka dapat memberikan keluarga harta. Adapun pengaruh ideologis, itupun ideologi pragmatisme, artinya selalu di doktrin dengan surga, bidadari dan jaminan yang abstrak. Mereka tidak diajarkan ilmu dengan baik, sehingga mampu berfikir panjang, apa akibatnya jika melakukan ini, antara keuntungan dan kerusakan besar mana, fikiran ini mereka abaikan.

Jika penyakit logika ini menggejala, kita khawatir akan banyak kera-kera modern yang lahir, mereka berani membuat khilah (tipu daya) berdasarkan hukum bahkan agama, atau hasil riset dan seterusnya, hanya untuk melancarkan kepentingan dirinya. Tapi mereka tidak berfikir panjang akibat apa yang mereka lakukan, misal kerusakan lingkungan, kemiskinan, kerusakan moral, kerusakan agama, keluarga dan yang lainya.

Maka insan profetis, hendaknya menaikan pola Fikir pragmatis menuju humanis bahkan spiritualis. Agar semua yang menguntungkan bukan untuk dirinya saja tetapi untuk semua manusia dan alam semesta, bukan hanya di dunia tetapi di akhirat. Sehingga kita akan terhindar dari kutukan kera kehidupan.

Seri Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

The post Nalar Pragmatisme, Sumbu Pendek berfikir appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Andai Rahmat Allah Dipersempit https://ummetro.id/andai-rahmat-allah-dipersempit/ Wed, 15 Sep 2021 04:23:45 +0000 https://ummetro.id/?p=13807 Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: “Kemudian kalian berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas kalian, niscaya kalian tergolong orang-orang yang rugi.” (Al Baqarah ayat 64) Penyakit yang berbahaya dalam kehidupan kita adalah ingkar janji, dan penyakit ini dapat menyebabkan pelakunya mendapatkan predikat kemunafikan. Karena sifat munafik

The post Andai Rahmat Allah Dipersempit appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: “Kemudian kalian berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas kalian, niscaya kalian tergolong orang-orang yang rugi.” (Al Baqarah ayat 64)

Penyakit yang berbahaya dalam kehidupan kita adalah ingkar janji, dan penyakit ini dapat menyebabkan pelakunya mendapatkan predikat kemunafikan. Karena sifat munafik adalah selalu ingkar janji.

Logika munafik memang sangat buruk, karena mereka dengan dirinya saja tidak konsisten, antara apa yang difikirkan dan diucapkan saja berbeda, apalagi yang dilakukan. Sehingga banyak orang tertipu, sebenarnya dia siapa?

Umar bin Khattab sangat takut dengan penyakit ini, karena munafik mampu menajadi orang yang lebih baik dalam komunitas kebaikan, bahkan orang orang baik takjub dengan dirinya. Akan tetapi ketika dalam komunitas keburukan dia mampu menyesuaikan dan menjadi kawan akrab mereka.

Jangankan manusia, Tuhanpun mereka tipu. Walau tipuan mereka hakikatnya menipu mereka sendiri.

Ketakutan Umar ini hendaknya kita internalisasikan dalam diri kita, karena bisa jadi banyak sekali kita ingkar janji, sehingga kemunafikan itupun nyata dalam diri kita. Atau banyak sekali kepentingan syahwat kita yang terbalut dengan retorika manis kita kepada manusia, agar mereka percaya bahwa kita sedang memperjuangkan diri mereka, lalu setelah manusia percaya maka akan ditinggalkan.

Dalam Al Qur’an, ada keingkaran orang munafik yang unik, ketika mereka menipu Tuhannya; Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang shalih. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah mengingkari janji yang telah  mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. (QS At Taubah [9]: 75-77).

Ayat ini menjadi penjelas surat Al Baqarah ayat 64 ketika Bani Israil sebagai manusia yang kompleks sifatnya, ada sifat kufur, munafik dan fasik pada mereka.

Mereka yang sudah membuat janji, bahkan gunung sudah di atas mereka sebagai ancaman, pun mereka ingkari dengan ringannya. Nauzubillah.

Ayat ini sebagai evaluasi kepada kita, berapa banyak janji kita kepada Allah yang kita ingkari, perintah Allah yang kita tinggalkan, pesan Rasulullah yang kita abaikan, bahkan janji manusia yang kita lalaikan. Karena kita sudah terasuki kemunafikan haqon.

Kadang ayat-ayat seperti ini jarang menjadi petunjuk bagi manusia, karena umat ini hanya disuguhi ayat ibadah saja, sehingga kehidupan kita terlepas dengan pedoman ilahi ini.

Bukankah ayat ini adalah ayat yang mengantarkan manusia kepada psikologi sehat, menghindari dari jiwa psikopat, selalu nyaman dengan dosa dan kesalahan kita. Bahkan membuat orang susah tidak pernah merasa bersalah.

Akan tetapi kemuliaan Allah SWT, dan Rahmat Nya yang masih mengizinkan kita hidup dan menikmati karunia Allah SWT. Bahkan Allah SWT tidak mengurangi nikmat di dunia kepada mereka sama sekali.

Disinilah Allah maha luas karunia-Nya (Al wasi’un), keluasanya meliputi segala sesuatu, bahkan orang yang selalu ingkar akan tetap mendapatkan karunia, kasih sayang Allah SWT di dunia. Walaupun nanti di akhirat mereka akan mendapatkan apa yang mereka telah lakukan kepada Tuahanya.

Sebagai orang beriman, insan profetis tentu harus memahami keluasan karunia Allah ini, jangan pernah berfikir sempit akanya, karena dengan selalu berfikir Positif penuh keyakinan akan sifat Maha Luas Allah ini, maka Allah Swt akan berikan keluasan Nya dengan nyata.

Jangan pula menyempitkan karunia hanya pada level materi, karena sekali lagi ini adalah kesalahan nalar manusia, tetapi segala karunia materi maupun non materi adalah keluasan karunia Allah SWT. Kesalahan orang kafir, munafik dan fasik Hanya melihat karunia pada level material empirikal, dan sungguh ini adalah kebodohan, level berfikir terendah, level berfikir anak-anak. Orang cerdas akan menaikan level berfikir bahwa karunia adalah segala sesuatu yang kita rasakan, kita nikmati, bahkan janji Allah adalah karunia. Sehingga keluasan pandangan ini akan menjadikan kita manusia yang paling optimis dan bahagia. Kesalahan membuat ukuran karunia inilah menyebabkan orang-orang kafir, munafik dan fasik sering putus asa, dan lari dari Rahmat Allah SWT, menuju segala keburukan dan kemaksiatan.

Insan profetis adalah manusia yang sehat akal dan hatinya, sehingga selalu berfikir dengan benar memandang karunia, sehingga mereka selalu bersyukur kepada Allah, Krena melihat karunia Allah SWT tanpa batas, bukan tersekat di kantong, dompet dan rekening mereka.

Seri Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

The post Andai Rahmat Allah Dipersempit appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Semua Kesombongan Akan Tenggelam https://ummetro.id/semua-kesombongan-akan-tenggelam/ Wed, 15 Sep 2021 03:41:24 +0000 https://ummetro.id/?p=13769 Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untuk kalian, lalu Kami selamatkan kalian dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, sedangkan kalian sendiri menyaksikan” (Al Baqarah ayat 49). Dua Ayat 48 dan 49 adalah pengingat sejarah Nabi Musa as dan kaumnya, siapa yang diselamatkan dan siapa yang dihancurkan. Demikianlah hukum

The post Semua Kesombongan Akan Tenggelam appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro – Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami belah laut untuk kalian, lalu Kami selamatkan kalian dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, sedangkan kalian sendiri menyaksikan” (Al Baqarah ayat 49).

Dua Ayat 48 dan 49 adalah pengingat sejarah Nabi Musa as dan kaumnya, siapa yang diselamatkan dan siapa yang dihancurkan.

Demikianlah hukum kehidupan, ada kebaikan dan keburukan. Ada yang ditolong Allah SWT dan ada yang dihancurkan, ada yang diangkat derajatnya dan adapula yang ditenggelamkan serendah-rendahnya.

Saya akan tunjukan bukti bagaimana Allah SWT mengangkat kaum yang selalu terhina dan dicela oleh mereka yang sombong. Mereka adalah kaum Nabi Nuh as yang Allah SWT selamatkan dengan Bahtera, Allah SWT selamatkan kaum Nabi Ibrahim as,  kaum Nabi Musa as, Kaum Nabi Isa as dan Nabi Muhammad Saw.

Dalam Al Qur’an mereka adalah kaum yang selalu mendapat tekanan oleh golongan orang-orang yang tidak yakin kepada Allah, bahkan mereka selalu menghina, mencela, menyiksa dan mengusir mereka. Tetapi Allah SWT angkat derajat mereka dalam derajat yang sangat mulia dunia akhirat.

Sebaliknya bagaiamana Allah SWT rendahkan manusia manusia yang sombong, dengan cara menenggelamkan mereka dalam berbagai bentuk.

Yang pertama kaum Nabi Nuh yang ditenggelamkan dalam banjir. Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14)

Kedua kaum Hud yang disebut Aad, ditenggelamkan di pasir. Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70)

Ketiga kaum Luth. Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu’araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

Yang keempat, Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).

Dan bagaimana Allah tenggelam kan qorun dengan hartanya, serta banyak kaum kaum yang sombong.

Surat Al Baqarah ayat 49 adalah salah satu bukti sejarah bahwa Allah SWT pernah menenggelamkan sebuah kekuasaan dan kekuatan besar hanya dalam kejapan mata dalam sebuah lautan.

Dalam prespektif rasionalitas ilmiah minimal ada tiga hal menarik dalam ayat tersebut,;

Yang pertama, keterbelahan laut (faraqna)

Dalam bahasa Arab ketika Allah SWT menyampaikan dan (ingatlah) ketika Kami belah lautan (faraqna) sangat menarik dikaji secara logik dengan berdasar pada pondasi iman.  Kata faraqna dalam bahasa Arab di maknai syaqaqna aw fassalna artinya kami membelah, atau kami memisahkan. Yaitu membelah dan menjadikan dua bagian terpisah.

Sehingga kondisi saat itu adalah lautan terbelah dan terpisah menjadi dua bagian. Ada sebuah penelitian Draws yang menyebutkan bahwa itu adalah fakta atmosfer, dan fakta alam ketika angin kencang dengan kekuatan kurang lebih 96 km/jam mendorong air pantai dan menciptakan gelombang badai di satu lokasi. Sedangkan perairan timur dari arah datangnya air bergerak menjauh. Akibatnya, air terbelah menjadi dua dan menciptakan daratan kering untuk beberapa waktu.

Saya sebagai seorang akademisi sangat mempercayai fakta alamiah tersebut, akan tetapi sebuah pertanyaan, bagaimana Musa as mampu menggerakkan fakta alamiah pada waktu yang tepat? Maka jawabannya adalah ada dua proses, proses spiritualisasi, dan naturalisasi.

Proses spiritualisasi adalah ketika Nabi Musa as memohon kepada Allah, bahwa Allahlah penolong terbaik, maka dengan wasilah tongkat maka terbelah lautan. Spiritual adalah kekuatan tertinggi dalam rangka menghadirkan kuasa Allah SWT bahkan diluar logika empiris manusia.

Proses kedua adalah naturalisasi, adalah gerakan alam yang digerakkan oleh kekuatan spiritual, sehingga Allah SWT menggerakkan semua pasukan langit dan bumi, dalam fakta Musa as adalah pasukan angin yang menyebabkan lautan terbelah.

Suatu hal yang sangat menarik, semua mukjizat ilmiah Allah SWT hakikatnya fakta ilmiah alamiah yang manusia mampu membaca dan mempelajarinya. Akan tetapi kelemahan manusia sering membaca sesuatu dan mampu mengeluarkan rasionalitas sebuah fakta, akan tetapi lupa penguasa fakta tersebut. Dalam logika mantik, terlena dengan aradh (accident) lupa dengan Jauhar (subtansi).

Kedua, penenggelaman rezim (aghraqnaa)

Kata aghraqna dimaknai sebagai sesuatu yang mencapai batas, Sehingga dimaknai tenggelam. Bukti tenggelamnya Firaun Secara ilmiah diungkapkan oleh Buceil yang meneliti jasad Fir’aun. Adapun bukti-bukti tanda meninggalnya di laut adalah, terdapat bekas-bekas garam yang memenuhi sekujur tubuhnya. Walaupun sebab kematiannya, menurut dia, diakibatkan oleh shock.

Demikianlah cara Allah merendahkan semua yang merasa tinggi, menghinakan semua yang merasa mulia, dan mengecilkan semua yang merasa besar.

Kesombongan apapun bentuknya akan dihancurkan oleh Allah SWT, rezim yang selalu melawan utusan Allah, para penyampai risalah tauhid, penyampai kebenaran, dan penegak keadilan pasti Allah akan benamkan dengan cara Nya.

Yang paling besar adalah ketika Allah benamkan mereka didalam neraka yang sangat dalam dan paling hina.

Ketiga, kesaksian nyata (antum tandzuruun)

Semua kejadian tersebut adalah fakta yang nyata, dan harus diyakini oleh orang beriman, berakal dan mau mengambil pelajaran.

Oleh sebab itu Allah SWT menyebutkan dan kamu melihatnya (antum tandzuruun). Kata tandzuruun adalah kamu melihat dengan menggunakan pendekatan teori yang benar. Sehingga kata teori dalam bahasa Arab disebut nadziir. Sehingga kejadian Musa ini hendaknya difahami sebagai suatu kejadian yang luar biasa, kejadian yang menjadi teori kehancuran sebuah peradaban karena sebuah kesombongan.

Bagi mereka yang mengambil pelajaran tentu ketika memiliki sebuah kekuasaan, dia tidak akan sombong, melawan kebenaran apalagi ingin menghilangkan kebenaran risalah dari bumi.

Bagi mereka yang memiliki pengetahuan tidak pantas sombong, karena semua pengetahuan bisa saja Allah cabut, tekhnologi tak beroperasi sedikitpun, sebagaimana dalam sebuah riwayat nanti akhir zaman IPTEK tidak akan berfungsi lagi.

Yang memiliki harta tak perlu sombong, karena sangat mudah Allah hilangkan harta benda tersebut.

Maka satu hal bagi insan profetis adalah mengambil sejarah ini untuk menjadikan diri kita orang yang tegas, apakah kelompok Musa atau Firaun. Kelompok orang yang berpegang teguh dengan ajaran Allah atau melawan ajaran Allah, kelompok yang tunduk dengan kuasa Allah atau kelompok yang sombong dan merasa memiliki kemampuan segalanya.

Pilihan itu ada pada diri kita masing-masing, sehingga pilihan itulah yang akan menjadi inti kesadaran diri kita, untuk menjadi manusia yang selalu taat pada Allah SWT dan tunduk serta tawadhu kepada semua aturan Allah SWT.

Seri Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

 

The post Semua Kesombongan Akan Tenggelam appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Mengingat Sejarah untuk Melembutkan Jiwa https://ummetro.id/mengingat-sejarah-untuk-melembutkan-jiwa/ Wed, 15 Sep 2021 03:38:35 +0000 https://ummetro.id/?p=13766 Profetik UM Metro –  Allah SWT Berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kalian dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepada kalian siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak kalian yang laki-laki dan membiarkan hidup anak kalian yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhan kalian.” (Al Baqarah ayat 49) Kisah Allah

The post Mengingat Sejarah untuk Melembutkan Jiwa appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Profetik UM Metro –  Allah SWT Berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kalian dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepada kalian siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak kalian yang laki-laki dan membiarkan hidup anak kalian yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhan kalian.” (Al Baqarah ayat 49)

Kisah Allah SWT menyelamatkan kaum Bani Israil adalah sejarah yang tak terlupakan, bagaiamana Bani Israil adalah kaum yang kurang mampu mengambil pelajaran dari sejarah.

Banyak sekali karunia Allah yang telah mereka dapatkan ketika mereka mau mengikuti Nabi Musa as, tetapi ketika mereka menjauh Maka Allah SWT cabut semuanya, mereka awalnya menjadi kaum terbaik, Allah ganti dengan umat Islam sebagai khairu ummah, karena Bani Israil lalai dengan ajaran nabinya.

Al Baqarah ayat 49 ini Allah SWT selamatkan mereka dari kekejaman Firaun dan pengejarannya, karena mereka saat itu masih mendampingi Nabi Musa dan mengikutinya.

Disinilah sangat pentingnya mengikuti para Nabi sebagai uswah, walau hanya mengikuti keteladanan fisik.

Ada sebuah kisah seorang pengikut Fir’aun yang selalu mengolok-olok Musa as, akan tetapi menariknya dia adalah orang yang sangat senang mengikuti gaya dan tampilan Nabi Musa dalam hidup, walau hanya untuk mengejek. Akan tetapi ketika terjadi kehancuran pasukan Fir’aun, orang ini selamat, sehingga Nabi Musa berdoa, Ya Allah mengapa, orang yang selalu mengejek diriku selamat dari azabmu? Allah menjawab, “karena dia selalu meniru dan mengikuti apa yang kamu lakukan” (kisah dalam buku Abdullah Sattar “meraih surga dengan beberapa detik ).

Sejarah Bani Israil menjadi pelajaran berharga bagi kita yang membaca Al Qur’an, ketika mau mengaktifkan historical theory (teori sejarah). Bahwa sejarah akan terus berulang, hanya waktu, keadaan dan suasana yang berbeda. Akan tetapi variabel dan  indikator sejarah tetap akan sama,  jauharah tarikhiah (subtansi sejarah) akan tetap sama.

Sejarah akan menjadi inspirasi peradaban bagi mereka yang mampu membangun metode berfikir subtantif (jauharah) tidak terjebak dengan pola berfikir aradh (accident) yang hanya melihat sesuatu pada relasi waktu, keadaan, kondisi, tempat dan permukaan saja.

Jika substansi peradaban era Firaun saat ini dimunculkan, maka kehancuran pasti akan muncul kembali. Kekuatan Firaun bukan terletak ditangannya, tetapi jauhnya umat dari kebenaran, dari meneladani kebenaran Nabinya.

Sama dengan saat ini kekuatan kekuasaan zalim bukan ada pada kekuatan politik kekuasaannya, tetapi jauhnya umat dari kebenaran dan meneladani kebenaran kenabian.

Karena ketika umat mau meneladani Nabi dengan totalitas, dengan penuh cinta, dan penuh keyakinan, maka kuasa Allah yang akan menolong mereka.

Bagaimana Allah SWT menolong Bani Israi dari kekejaman Firaun dan bala tentaranya, kekejaman karena membunuh anak laki-laki dan membiarkan perempuan, bahkan menimpakan siksa kepada siapapun.

Di era saat ini sangat nampak sekali, bagaimana pembunuhan generasi pemimpin bangsa ini, para remaja terutama laki laki dihancurkan dengan berbagi media, sehingga menjadi generasi strawberry, lemah dan tak berdaya, tidak memiliki daya saing, daya tahan dalam hidup dan berjuang.

Lalu bagaimana kondisi ini 5 sampai dengan 10 tahun yang akan datang, bukankah kehancuran bangsa yang terjadi. Sebaliknya, eksploitasi wanita besar-besaran, jika pada era Firaun wanita di biarkan hidup, karena tidak berbahaya, dan hanya untuk memuaskan nafsu sexual para penguasa, maka saat ini lihatlah bagaiaman wanita, para generasi milinial yang gadis-gadis sudah tak memiliki rasa malu, mereka tereksploitasi melalui jerat setan media, bahkan uang akan datang dengan mempertontonkan aurat di media-media, bahkan sudah hilang rasa malunya.

Bayangkan bagaimana rusak nya dunia, ketika calon ibu bagi generasi seperti ini, calon ayah sudah tak memiliki sifat kepemimpinan, maka tak ada harapan generasi kebaikan, kecuali ada yang mau melakukan perlawanan seperti Musa as.

Musa as adalah sebuah simbol generasi yang lahir dalam ketakutan kondisi, kemudian dia terbentuk dalam kekerasan lingkungan, tetapi ada satu sosok penguat, dialah ketulusan seorang wanita. Ketulusan istri Fir’aun yang membimbingnya sehingga mampu melahirkan keberanian luar biasa.

Artinya bangsa ini masih memiliki harapan, andaikata masih ada sentuhan hati seorang ibu kepada anaknya, yang selalu menguatkan, ketika lingkungan sudah tidak memungkinkan untuk tumbuhnya Generasi, suasana politik sudah tidak kondusif bagi generasi, hanya ada satu kekuatan, dialah ketulusan seorang ibu.

Sejarah dalam surat Al Baqarah ayat 49 menjadi pelajaran besar bagi kita semua, untuk lembut nya hati kita, bahwa keteladan kepada nabi dengan totalitas adalah jalan pertolongan Allah SWT. Dalam dunia ilmu pengetahuan, setinggi apapun manusia berfikir, tundukan kesombongan kita, dan ikuti seremeh apapun sunah nabi, sampai Ibnu Umar selalu mengikuti nabi walau hanya sekedar menggerakkan ranting kayu. Ketika ditanya, beliau menjawab, aku hanya mengikuti nabi, Karena nabi berbuat begitu. Sehingga para sahabat adalah umat terbaik dalam kehidupan ini.

Sebagai insan profetis hendaknya menjadikan sejarah sebagai inspirasi, mengambil subtansi sejarah untuk menghindari jatuh ke dalam lubang yang sama dalam peradaban. Kemampuan ini bagi mereka yang mau mengambil pelajaran dari sejarah yang ada. Al Qur’an begitu indah untuk kita pelajari semua isi dan kandungannya, sehingga keindahan Al Qur’an akan melembutkan kekerasan hati kita, akhirnya kita menjadi ahli Qur’an.

Seri Bahagia dengan Al-Qur’an
Penulis : Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I. (Dosen FAI UM Metro)

 

The post Mengingat Sejarah untuk Melembutkan Jiwa appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>