sayur organik Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/sayur-organik/ Solusi Sukses Masa Depan Tue, 08 Apr 2025 14:44:05 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.5 https://ummetro.id/wp-content/uploads/2023/06/cropped-UM-Metro-32x32.png sayur organik Archives - Universitas Muhammadiyah Metro https://ummetro.id/topik/sayur-organik/ 32 32 Dosen UM Metro Buat Inovasi ke Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo https://ummetro.id/dosen-um-metro-buat-inovasi-ke-kelompok-tani-hijau-daun-karang-rejo/ Sun, 25 Sep 2022 10:55:23 +0000 https://ummetro.id/?p=15030 Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung yang tergabung dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan inovasi dan pemberdayaan kepada Kelompok Tani Hijau Daun Karang rejo Metro Utara, Lampung. Ketiga dosen yakni Dr. Agus Sutanto, M.Si; Dr. Hening Widowati,M.Si. dan Nani Septiana, S.E., M.M merilis Inovasi “Tahu Mau Maju”. Inovasi mulai dari teknik budidaya sayuran sampai dengan

The post Dosen UM Metro Buat Inovasi ke Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung yang tergabung dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan inovasi dan pemberdayaan kepada Kelompok Tani Hijau Daun Karang rejo Metro Utara, Lampung.

Ketiga dosen yakni Dr. Agus Sutanto, M.Si; Dr. Hening Widowati,M.Si. dan Nani Septiana, S.E., M.M merilis Inovasi “Tahu Mau Maju”. Inovasi mulai dari teknik budidaya sayuran sampai dengan pemasaran. Mulai dari pengolahan tanah dan pemupukan.

“Tidak stabilnya harga pupuk kimia bahkan cenderung naik dan murahnya harga sayuran di level petani disaat pandemi, membuat kami membuat inovasi bertajuk “Tahu Mau Maju” yang merupakan inovasi mulai dari teknik budidaya sayuran sampai dengan pemasaran. Mulai dari pengolahan tanah dan pemupukan ke Kelompok Tani Hijau Daun Karang Tejo, Metro Utara, Lampung,” ujar Dosen Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Agus Sutanto, M.Si, dalam siaran persnya, Senin (26/09/2022).

Lanjut Agus, intuk menekan biaya pupuk maka dibuat kompos dengan memanfaatkan limbah tanaman dan ternak dengan Fermentor Pumakkal produk PT Pumahitari Universitas Muhammadiyah Metro yang sudah dipatenkan.

“Munculnya hama dan penyakit selama penanaman dan perawatan sayuran, dikembangkan tanaman bunga refugia (penjebak), yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan dan berpotensi sebagai tempat perlindungan dan sumber pakan bagi serangga musuh alami (baik predator atau pemangsa maupun parasitoid),” jelasnya.

Ia menambahkan, hal tersebut dilakukan agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Contohnya Tanaman hias, bunga matahari, bunga kenikir, bunga kertas, bunga marigold. Gulma yakni babandotan (Ageratum conyzoides), bunga tahi ayam (Tagetes erect) dan lalinnya.

“Lalu, tanaman liar yakni bunga legetan, rumput kancing ungu. Sayuran, kacang panjang, bayam, jagung. Predator alami yang sudah ada di kebun misalnya laba-laba, belalang sembah, kepik, jangkirk, semut, kumbang, capung, tawon, bunglon surai dipelihara untuk menekan populasi wereng dan hama serangga lain,” terang Agus.

Menurut Agus, sedangkan untuk menekan jenis semut dan penyakit karena cendawan maka dibuat biopestisida dari bahan-bahan alami di desa tersebut, sehingga murah dan aman. Produksi sayuran selama ini sudah terkenal bagus di Karang rejo, hanya budidaya dengan bahan kimia seminimal mungkin yang belum bisa dilakukan.

“Maka pupuk cair Pumakkal karya Universitas Muhammadiyah Metro hadir untuk menekan penggunaan kimia dalam proses produksi. Jaminan keamanan sayuran produk kelompok Hijau Daun terbukti dari sertifikat Prima 3 yang diperoleh 9 macam sayurannya yakni kemangi, kangkung, bayam merah, taicim, pakcoi, kacang panjang, terong, sawi, buncis,” ungkapnya.

Diutarakan Agus, melimpahnya hasil panen akan diikuti murahnya harga tawar di tingkat petani, maka sayuran yang sudah dipanen tidak hanya diproses untuk secepatnya diangkut tengkulak, tetapi melalui tahapan-tahapan paska panen yang benar dimulai dari pencucian yang standar.

“Selama ini pencucian dengan air kolam yang menggenang berpeluang kurang bersih dan mikroba/E. Coli tetap ada, terbukti dari hasil uji laboratorium kandungan E.coli belum memenuhi standar. Pembuatan bak air mengalir memberikan peluang mikroba khususnya E.coli menurun dan lebih higienis. Pengepakan dan palebelan bagian penting dalam usaha sayuran, menggunakan pembungkus ramah lingkungan dan label standart untuk sayuran memberikan sayuran lebih menarik dan tahan lama serta higienis,” paparnya.

Salah satu produk unggulannya adalah Hida Ice Cream adalah Hijau Daun Es krim yang menjadi andalan kelompok sayuran Hijau Daun Karang rejo. “Harga relatif bersaing dengan Es kirm yang ada di pasaran, tetapi memiliki keunggulan dalam hal gizi dan pangan sehat. Terbuat dari bahan-bahan sayuran organik, slada, pakcoi, kedelai pengganti susu, bayam merah sebagai pewarna, wortel merupakan komponen utama Hida Es Krim,” tutur Agus.

Launching Hida Es krim dilakukan bersamaan pasar Agro Ceria yang diadakan oleh DKP3 Kota Metro, Lampung bekerja sama dengan UMKM dan pelaku usaha Kota Metro menggelar acara rutin bulanan keliling kecamatan pada Agustus 2022 di Lapangan Samber Kota Metro bersama Wali Kota dan jajarannya.

Lanjut Agus, nuget selama ini identik dengan daging ayam, maka ditangan tim PKM bersama mahasiswa UM Metro dibuat dengan penambahan sayuran, jadilah nuget sayuran organik tanpa menghilangkan daging ayamnya. Respon konsumen positif dan tetap menyukai rasa nuget sayuran, bahkan jika diproduksi massal harga tetap bersaing.

“Bahkan jika disadari maka nuget sayuran punya keunggulan nilai gizinya yang kaya akan vitamin dan lebih sehat. Untuk anak-anak ini adalah peluang agar tetap ada sayuran tanpa mengurangi minatnya makan nuget, sehingga gizinya tetap terjaga,” jelasnya.

Berbagai varian produk sayuran mentah maupun olahan Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo perlu sentuhan pemasaran kekinian. “Penjualan offline tetap dipertahankan dengan membuat kemasan, label, pengepakan lebih higenis dan menarik serta terjaga kualitasnya. Memperlebar sayap pemasaran dengan berbagai metode untuk menjaring pangsa pasar. Inovasi berikutnya adalah pengembangan penjualan secara online,” terang Agus.

Bersama praktisi dan pakar jualan online Universitas Muhammadiyah Metro, Jati Imantoro, akan memandu untuk terjun di dunia online. “Pemaparan jualan online selama pandemi ternyata semakin meyakinkan kelompok tani bahwa jualan tidak harus langsung dengan pembeli. Bahkan kelompok tani juga heran karena komoditi yang selama ini dianggap nggak laku bahkan hanya dibuang di desa, di toko online ditawarkan seperti biji jati, biji randu, ubi senthe, gadung, uwi, gembili, garut dan lain-lain,” jelas Jati.

Ketua Kelompok Tani Hijau Daun, Sarjono merasa lebih tertantang lagi karena selama ini sudah terlibat dalam bisnis online tetapi belum bergerak di bidang sayuran. “Melalui web milik kelompok tani https://hijaudaun.berdu.pw/. petani sayur lebih bergairah lagi untuk budidaya dan memasarkan produknya sehingga pasca pandemi justru lebih inovatif dan bangkit untuk berkembang,” pungkasnya.

The post Dosen UM Metro Buat Inovasi ke Kelompok Tani Hijau Daun Karang Rejo appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Organik, Terbukti  Aman dan Bergizi https://ummetro.id/organik-terbukti-aman-dan-bergizi/ https://ummetro.id/organik-terbukti-aman-dan-bergizi/#respond Tue, 01 Oct 2019 13:45:36 +0000 https://ummetro.id/?p=11115 Penggunaan pestisida dan pupuk sintetis secara terus menerus dan semakin meningkat dosisnya, berakibat bukan hanya pada aspek keamanan makanan tetapi berdampak buruk terhadap lingkangan, baik abiotik dan biotik. Pengaruhnya pada unsur abiotik misalnya mencemari tanah, air, dan udara yang menyebabkan daya dukung unsur abiotik tersebut menurun. Sedangkan pengaruh pada unsur biotik bisa langsung terhadap tanaman

The post Organik, Terbukti  Aman dan Bergizi appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Penggunaan pestisida dan pupuk sintetis secara terus menerus dan semakin meningkat dosisnya, berakibat bukan hanya pada aspek keamanan makanan tetapi berdampak buruk terhadap lingkangan, baik abiotik dan biotik. Pengaruhnya pada unsur abiotik misalnya mencemari tanah, air, dan udara yang menyebabkan daya dukung unsur abiotik tersebut menurun.

Sedangkan pengaruh pada unsur biotik bisa langsung terhadap tanaman yang terpapar maupun organisme lain yang memakan tanaman yang tercemar tersebut. Untuk memotong penjelasan yang panjang dan terlalu teknis-akademis, cukuplah dikatakan disini bahwa pestisida dan pupuk sintesis telah menurunkan daya dukung (Carryiing Capacity) ligkungan sekitar.

Selama ini orang memilih budidaya tanaman secara organik bertujuan untuk memproduksi bahan pangan yang aman dari cemaran pestisida dan residu bahan kimia berbahaya. Ternyata bukan hanya itu. Berdasarkan uji Lab kedua di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang terbukti bahwa hasil pertanian khususnya sayur organik yang dibudidayakan oleh Tim PPUPIK UM Metro bersama kelompok Tani Hijau Daun di Karang Rejo, Metro Utara mengalami perbaikan dari segi keamanan pangan, residu Pb dan Cd di lingkungan (tanah dan air), serta kandungan nilai gizinya, bila dibandingkan dengan hasil uji Lab pertama yaitu sebelum dilakukan budidaya sayuran secara organik pada aspek yang sama. Aspek penting yang mengalami peningkatan kadar Vitaman A sayuran, kandungan Posfor (P), Nitrogen (N), dan Kalium (K) pada tanah.

Sedangkan zat-zat yang membahayakan berupa residu kimia dalam tanah dan air menurun drastis mendekati nol. Begitu juga residu kimia berbahaya yang berasal dari racun pembunuh hama tanaman baik yang berada pada tanah, ari, dan sayuran didapat sepersepuluh (1/10) lebih rendah dari budidaya non organik (sebelum budidaya secara organik).

Perlu kami tambahkan disini bahwa uji laboratorium yang pertaman kami lakukan sebelum melakukan budidaya organik, sebagai pre-test terhadap tanah, air, rumput, dan sayuran yang ditanam sera non organik. Setelah kami melakukan pengolahan tanah melalui pemupukan menggunakan kompos berbasis Pumakkal dan pemberian Pumakkal yang disemprotkan langsung pada tanaman, serta penyiraman tanaman menggunakan air tanah (bukan ledeng atau saluran irigasi) kemudian kami tanami dengan sayuran.

Setelah dua kali masa panen kami melakukan uji laboratorium yang kedua (post-test I) terhadap aspek yang sama. Hasil pengujian di Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang, kami sampaikan apa adanya di alinea kedua tulisan ini. Tentu ini hasil yang perlu kami syukuri dan membahagiakan, karena sekecil apapun kontribusi kami terhadap budidaya sayuran organik, telah memberikan hasil yang positif. (affordableblinds.com) Saatnya kita semua berupaya menjaga keberlanjutan inovasi sederana ini untuk kehidupan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas melalui makanan sehat dan bergizi.

 

Penulis: Dr. Achyani, M.Si., Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro

 

 

The post Organik, Terbukti  Aman dan Bergizi appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/organik-terbukti-aman-dan-bergizi/feed/ 0
Organik, Petani Kuat dan Generasi Sehat https://ummetro.id/organik-petani-kuat-dan-generasi-sehat/ https://ummetro.id/organik-petani-kuat-dan-generasi-sehat/#respond Thu, 29 Aug 2019 13:54:07 +0000 https://ummetro.id/?p=10878 Kita semua tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah, generasi yang tidak sehat yang banyak mengalami gangguan kesehatan akibat mekonsumsi makanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia beracun atau mikroorganisme patogen. Salah satu bahan makanan yang tidak sehat adalah sayuran yang mengandung pestisida. Berdasarkan observasi pada petani sayur, selama usia tanam sayur (28 hari) rata-rata disemprot

The post Organik, Petani Kuat dan Generasi Sehat appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Kita semua tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah, generasi yang tidak sehat yang banyak mengalami gangguan kesehatan akibat mekonsumsi makanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia beracun atau mikroorganisme patogen. Salah satu bahan makanan yang tidak sehat adalah sayuran yang mengandung pestisida. Berdasarkan observasi pada petani sayur, selama usia tanam sayur (28 hari) rata-rata disemprot pestisida tiga kali. Efek zat kimia yang terkandung dalam pestisida memang tidak terasa secara langsung efek negatifnya ketika memakannya tapi akan terakumulasi dan terasa efek negatifnya dikemudian hari.

Data jenis penyakit yang ditimbulkan oleh zat kimia yang digunakan sebagai pestisida antara lain: kanker (usus, leukimia, tulang, tiroid, hati, dll), parkinson, obesitas, kemandulan, bayi lahir cacat, diabetes, dll.

Allah menyeru kita agar memilih makanan terbaik untuk dikonsumsi (QS Abbasa: 24. Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya). Ditegaskan lebih jauh dalam beberapa firman Allah (QS 2: 168, 172, 173; QS 5:87, 88) agar kita mekonsumsi makanan halal dan thayyiban (higienis). Thayyiban diartikan sebagai makanan yang bergizi dan terbebas dari zat berbahaya serta kuman penyakit.

Maka, segeralah memulai mekonsumsi sayuran yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya (pestisida), dan itulah sayuran ORGANIK. Dengan cara memakan sayuran organik kita menjadikan petani menjadi kuat dan anak cucu kita lebih sehat.

Di sisi lain, kita juga tidak ingin petani kita lemah dan tergantung kepada sistem atau pihak yang sengaja menggiring petani terjebak dalam satu perangkap ekonomi kapitalis yang eksploitatif. Sebuah sistem yang mengkondisikan petani hanya sebagai objek pengguna dari produk yang berorientasi keuntungan ekonomi belaka, dan terbukti membuat celaka tatanan ekologi pertanian. Itu semua sudah terjadi. Tapi, bukan berarti berdiam diri membiarkan keterpurukan petani dan ekosistem pertanian kita terus terjadi.

Sistem petanian organik yang bertujuan meminimasi input yang berasal dari luar baik berupa pestisida maupun pupuk kimia sintetis perlu diprioritaskan disaat kondisi tanah, air, udara di lingkungan sekitar semakin tidak lagi sehat. Tujuan lebih substansial, tentu saja agar petani lebih mandiri, tidak terperangkap dalam arus kapitalisme produsen pestisida dan pupuk sintetis.

Petani harus mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya alam sekitar yang menyediakan segala input yang diperlukan dalam bercocok tanam. Sebutlah pelbagai macam bahan pupuk dan pestisida hayati yang berasal dari tumbuhan di sekitar petani dengan mudah didapatkan. Masalahnya tentu saja perlu campur tangan IPTEK yang ramah lingkungan agar proses bisa lebih cepat dan produk pupuk tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Pumakkal, adalah biang atau starter yang telah terbukti efektivitasnya terhapat pembuatan pupuk kompos. Aplikasi terhadap pupuk kompos berbahan utama kulit kopi hanya memerlukan waktu 40 hari. Sedangkan bila dibiarkan penguraian secara alami memerlukan waktu setidaknya satu tahun.

Pupuk kompos yang tim PPUPIK UM Metro hasilkan, tidak sekedar menghasilkan hara yang menyuburkan tanah tetapi dimaksudkam juga untuk mencegah hama dan penyakit dengan mencampurkan bagian tumbuhan yang diharapkan dapat mengusir hama dan penyakit tanaman. Bagian tanaman tersebut antara lain adalah rebung bambu, daun dan buah mindi (Melia azedarchta), daun serai, daun sirsak, dll.

Aplkasi pada tanaman sayuran di desa Karangrejo 23 Kota Meto dan kecepatan pertumbuhan sayuran yang diberi pupuk organik berbasis Pumakkal tidak berbeda kecepatannya dengan sayuran yang diberikan pupuk sintetis. Penampilan daun sayuran juga hanya berlubang kurang dari 5%. Jadi tetap tampil utuh dan cantik seperti tanaman sayuran yang disemprot pestisida.

 

Penulis: Dr. Achyani, M.Si.

The post Organik, Petani Kuat dan Generasi Sehat appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/organik-petani-kuat-dan-generasi-sehat/feed/ 0
Wakil Rektor IV UM Metro Dukung Sentra Sayur Mayur Karangrejo Kota Metro https://ummetro.id/wakil-rektor-iv-um-metro-dukung-sentra-sayur-mayur-karangrejo-kota-metro/ https://ummetro.id/wakil-rektor-iv-um-metro-dukung-sentra-sayur-mayur-karangrejo-kota-metro/#respond Tue, 06 Aug 2019 15:47:01 +0000 https://ummetro.id/?p=10722 UM Metro – Wakil Rektor Bidang Al Islam Kemuhammadiyahan dan Kerjasama UM Metro Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed.,hadiri pembukaan sentra sayur mayur di Kelurahan Karangrejo, Metro Utara, Kota Metro, Selasa (06/8/2019). Membawa nama lembaga Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, Dr. Ihsan mengaku tersanjung bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Karangrejo. “Sungguh membahagiakan tahun ini UM Metro bisa

The post Wakil Rektor IV UM Metro Dukung Sentra Sayur Mayur Karangrejo Kota Metro appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
UM Metro – Wakil Rektor Bidang Al Islam Kemuhammadiyahan dan Kerjasama UM Metro Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed.,hadiri pembukaan sentra sayur mayur di Kelurahan Karangrejo, Metro Utara, Kota Metro, Selasa (06/8/2019).

Membawa nama lembaga Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, Dr. Ihsan mengaku tersanjung bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Karangrejo.

“Sungguh membahagiakan tahun ini UM Metro bisa hadir membersamai masyarakat Karangrejo, baik dalam konteks KKN/program lapangan pra sekolah maupun dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan skema Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang bersinergi hingga saat ini,” ungkapnya.

Lebih jauh Warek IV juga menjelaskan bahwa Tim PPUPIK UM Metro dibentuk berdasarkan tujuan hilirisasi atau mengabdikan temuan dan inovasi intelektual berupa starter atau biang untuk pembuatan pupuk organik, yang selanjutnya disebut Pumakkal (bahasa lampung yang berarti Biang).

Terlebih menurutnya, sebelum melakukan pengabdian di Karangrejo, Tim PPUPIK UM Metro telah lama mengadakan pendampingan pada masyarakat di Kecamatan Air Hitam, Lampung Barat dalam pengomposan kulit kopi. Kemudian tim berfikir tahun 2019 saatnya  kembali ke kampung halaman.

“Dari situlah kami bersama kelompok tani Hijau Daun Karangrejo memulai membuat kompos berbahan sisa tanaman yang ada disekitar rumah para petani, kotoran kambing, dan tentu saja ditambah Pumakkal sebagai starter agar proses pengomposan berlangsung lebih cepat dan pupuk yang dihasilkan berkualitas bagus.”

“Kami uji cobakan pupuk tersebut pada berbagai tanaman sayur pada lahan yang sudah kami kondisikan untuk menimalisir bahan kimia yang bisa mencemari sayuran. Dan alhamdulillah hasil tidak mengecewakan, silakan nanti bapak walikota dan hadirin melihat langsung hasilnya dan wawancara dengan petani. Bahkan dari hasil testimoni ibu-ibu yang sudah membeli sayur yang kami tanam bersama kelompok tani hijau daun lebih memiliki daya simpan yang lama. Baik dimasukan kulkas maupun tidak, tetap fresh lebih lama,” imbuhnya.

Terakhir, Dr. Ihsan mengajak semua pihak bekerjasama dalam menyokong komoditas yang dihasilkan masyarakat Karangrejo.

“Kami UM Metro sudah mencoba berbuat yang kami mampu khususnya disektor hulu yaitu proses pembuatan pupuk organik, petani pada sektor tengah (on farm), maka saatnya semua pihak, khususnya pihak pemerintah Kota Metro dan jajaranya, Dinas Pertanian dan Perdagangan untuk memikirkan dan bertindak nyata mencarikan pasar bagi para petani sayur. Begitu juga pihak BRI. Karena disinilah sekarang titik kritisnya bagi dunia pertanian sayur. Bayangkan harga 300 rupiah menunggu selama 28 hari dengan modal pupuk dan obat-obatan yang tidak sedikit,” tukasnya.

Ditemui di lokasi budidaya sayur organik, Dr. Achyani, M.Si., sosok yang tergabung dalam Tim PPUPIK UM Metro terlihat sedang bersiap menyambut kunjungan Wakil Walikota Metro Djohan SE,. MM., dan menjelaskan ia sempat menjelaskan tujuannya mengembangkan pertanian organik.

“Pertanian organik tidak dimaksudkan untuk meniadakan pertanian non organik, tetapi untuk tujuan komplementer, saling melengkapi. Misalnya ketika petani kesulitan mendapatkan pupuk sintetis/kimia, baik karena harga mahal atau langka, maka petani tidak usah bingung, karena pupuk organik yang kami buat sudah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan yang relatif sama. Sama-sama siap dipanen usia 28 hari.

Masih menurut Dr. Achyani “Kemudian, sayuran organik diharapkan dapat mengangkat harga sayuran secara keseluruhan. Harga jual sayur petani saat ini adalah Rp. 300 sungguh harga yang tidak layak secara ekonomi. Sedangkan kami memasarkan sayur organik hijau daun, di pasar tiap Minggu pagi Payungi, pengunjung kebun agrowisata, karyawan dan dosen UM Metro adalah 2500 sampai 3000 rupiah. Dengan adanya alternatif pemasaran yang seperti itu akan muncul daya tawar bagi petani. Daripada hanya satu jalur (monopoli) pemasaran yang membuat petani tidak memiliki daya tawar,” tutupnya. (Nas/Hum).

 

 

The post Wakil Rektor IV UM Metro Dukung Sentra Sayur Mayur Karangrejo Kota Metro appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/wakil-rektor-iv-um-metro-dukung-sentra-sayur-mayur-karangrejo-kota-metro/feed/ 0
Organik, Langkah Kecil tapi Jauh https://ummetro.id/organik-langkah-kecil-tapi-jauh/ https://ummetro.id/organik-langkah-kecil-tapi-jauh/#respond Mon, 29 Jul 2019 15:36:21 +0000 https://ummetro.id/?p=10641 Laman Opini UM Metro – “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS. Abasa: 24). Manusia adalah apa yang ia makan. Kepedulian manusia dalam memilih makanannya, baik dari segi kehalalan maupun kualitas makanan (thoyyiban) yang dikonsumsi, sangat menentukan kondisi kesehatannya. Kehalalan makanan ditentukan oleh proses memperoleh dan jenis makanan yang dimakan sebagaimana telah tersebut dalam beberapa

The post Organik, Langkah Kecil tapi Jauh appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
Laman Opini UM Metro – “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS. Abasa: 24).

Manusia adalah apa yang ia makan. Kepedulian manusia dalam memilih makanannya, baik dari segi kehalalan maupun kualitas makanan (thoyyiban) yang dikonsumsi, sangat menentukan kondisi kesehatannya. Kehalalan makanan ditentukan oleh proses memperoleh dan jenis makanan yang dimakan sebagaimana telah tersebut dalam beberapa ayat al-Quran dan Hadist.

Sedangkan makanan yang thoyyiban terkait dengan niali gizi dan aspek higienis makanan yang dikonsumsi. Pengertian makanan yang higienis disini adalah makanan yang tidak mengandung racun atau zat yang membahayakan kesehatan serta kuman penyakit. Begitu pentingnya agar manusia peduli menjaga makanannya sehingga Allah mengulang pesan beberapa kali dalam ayat al-Quran (QS 2: 168, 172, 173; QS 5:87, 88) agar manusia mengkonsumsi makanan halal, lagi thoyyiban.

Perubahan orientasi kehidupan ke arah yang serba instan pada manusia modern, mendorong revolusi hijau pada dunia pertanian. Sebuah revolusi pada cara bertani yang mengedepankan produksi sebanyak-banyaknya dengan mengesampingkan dampak negatif yang ditimbulkan. Jelas, kepentingan ekonomi lebih didahulukan daripada kepentingan ekologi, kesehatan, perlindungan, keadilan. Akibatnya, saat ini sebagian besar tanah pertanian di Indonesai sakit, tak kuasa menanggung beban bahan kimia sintetis yang terus menerus disemprotkan dan ditebarkan ke tanah pertanian. Lebih parah lagi, residu bahan kimia yang digunakan untuk membrantas hama tanaman yang terbawa bersama sayur mayur, buah-buahan, dan produk pertanian lain mengalir sampai juah. Mengendap dan terakumulasi dalam tubuh yang mengkonsumsinya. Data jenis penyakit yang ditimbulkan oleh zat kimia yang digunakan sebagai pestisida antara lain: kanker (usus, leukimia, tulang, tiroid, hati, dll), parkinson, obesitas, kemandulan, bayi lahir cacat, diabetes, dll.

Namun kini, memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan Back to Nature dan Go Green telah menjadi trend baru yang menandakan telah terbit fajar kesadaran baru dalam pilihan konsumsi pangan manusia. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik yang memiliki filosofi: tidak untuk memaksimalkan hasil, tidak berlebih, tetapi cukup untuk semua makhluk dan berkesinambungan. (https://michaelpalance.com)

Tetapi, disana ada tantangan maha berat bagi petani khususnya, dan kita semua pada umumnya yaitu: menjauhi budaya instan dan rakus, menjaga ketelatenan dan konsistensi dalam berproses secara berkesinambungan. Sesuai dengan jargon Ekologi: Jika ingin cepat, pergilah sendiri; jika ingin pergi jauh, pergilah bersama. salam organis.

Penulis : Dr. Achyani, M.Si.

The post Organik, Langkah Kecil tapi Jauh appeared first on Universitas Muhammadiyah Metro.

]]>
https://ummetro.id/organik-langkah-kecil-tapi-jauh/feed/ 0